BSR AgencyDiterjemahkan oleh
Sebuah keindahan yang layak dipelajari! Di balik masterplan Roma yang melesat untuk merepotkan juara Inter
Analisis taktik mengidentifikasi Roma sebagai kuda hitam peraih gelar
Roma muncul sebagai paket kejutan utama di Serie A setelah mengalami perombakan total secara fisik dan mental di bawah Gian Piero Gasperini. Dalam wawancara eksklusif dengan La Gazzetta dello Sport, mantan gelandang Roma Luigi Di Biagio memuji perkembangan taktik agresif klub tersebut.
Metode berintensitas tinggi Gasperini telah menanamkan mentalitas menang yang tanpa henti ke seluruh skuad.
"Saya selalu bilang Roma bisa menjadi kejutan: saya mendukung mereka tahun lalu, dan saya akan menegaskannya lagi tahun ini untuk Scudetto," kata Di Biagio kepada La Gazzetta dello Sport. "Gasp benar-benar bisa mengganggu mereka. Roma adalah kejutan yang sangat menyenangkan dan pantas mendapatkan segalanya atas apa yang mereka lakukan."
LaPressePengosongan lini tengah yang inovatif membuka ruang bagi winger yang maju
Skema taktik Roma bergantung pada double pivot unik yang dihuni Bryan Cristante dan Manu Kone. Cristante kerap turun lebih dalam mendekati lini pertahanan saat fase build-up untuk menjalankan pengosongan lini tengah khas Gasperini, sehingga menciptakan ruang sangat luas bagi winger yang maju ke depan.
Pergerakan dinamis ini menarik gelandang lawan keluar dari posisinya dan mempercepat transisi di area tengah.
"Dengan Cristante, Roma menemukan gelandang yang mendukung build-up," ujar Di Biagio kepada La Gazzetta dello Sport. "Dia dan Kone sering turun mendekati lini pertahanan dan memungkinkan para winger untuk naik. Itu adalah pengosongan lini tengah khas Gasperini, sesuatu yang indah untuk dipelajari."
Malen beroperasi sebagai pusat tata surya serangan Roma
Rekrutan musim panas Donyell Malen telah memantapkan diri sebagai titik fokus utama yang menjadi poros serangan Roma. Lari-lari tanpa lelahnya di 30 meter terakhir menciptakan ruang bagi rekan-rekan setim yang kreatif seperti Paulo Dybala dan Matias Soule untuk berkembang.
Di bawah regimen kebugaran Gasperini, Dybala mencapai daya tahan fisik dan konsistensi yang belum pernah ia miliki sebelumnya.
"Malen nyaris menjadi satu-satunya pemain dalam tim; dia adalah matahari, dan semua orang lain bergerak mengelilinginya," kata Di Biagio kepada La Gazzetta dello Sport. "Dia menyerang ruang di belakang lini pertahanan dan menjadi sangat menentukan. Dybala bermain dengan konsistensi yang tidak ia miliki di masa lalu berkat metode Gasperini."
InsidefotoRoma mengincar kemenangan penegas di Stadio Olimpico
Ditopang gelombang antusiasme besar dari para suporter di ibu kota, Roma memandang laga melawan Inter sebagai ujian utama bagi kredibilitas mereka dalam perburuan gelar juara. Mengelola komitmen di Eropa dan kompetisi domestik masih menjadi rintangan terakhir dalam perkembangan mereka.
Dengan Mile Svilar menghadirkan kepemimpinan yang andal di bawah mistar, tim asuhan Gasperini memiliki perangkat untuk melancarkan tantangan jangka panjang.
Kemenangan atas sang juara akan mengukuhkan status Roma sebagai kandidat sah peraih Scudetto.
Iklan
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami


