Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

cristiano ronaldokooora

Diterjemahkan oleh

Scouting Roshn: Tarian terakhir Ronaldo membentur tembok Al Nassr!

Musim baru bisa jadi merupakan babak terakhir dalam kisah Cristiano Ronaldo bersama Al Nassr, seiring mendekatnya akhir kontrak sang kapten "Al Alami" dan ketidakjelasan kemungkinan berlanjutnya kebersamaan mereka untuk periode baru, entah karena keinginan sang pemain untuk menjalani pengalaman terakhir yang berbeda atau karena situasi finansial sulit yang tengah dihadapi klub.

Ronaldo tak ingin akhir perjalanannya bersama Al Nassr berlalu begitu saja, melainkan berupaya pergi lewat pintu besar setelah meraih apa yang mampu ia raih. Namun kali ini ambisinya berbenturan dengan realitas berbeda di dalam klub, di mana Al Nassr tak mampu melakukan langkah-langkah yang dinanti sang kapten untuk memperkuat tim dan bersaing kuat di semua ajang.

  • FBL-KSA-NASSR-DAMACAFP

    Ronaldo Menginginkan Akhir yang Sempurna

    Sejak kedatangannya ke Al-Nassr, proyek Ronaldo dikaitkan dengan gagasan bersaing memperebutkan gelar, sehingga musim terakhirnya yang berpotensi bersama "Al-Alami" mengusung arti penting yang luar biasa.

    Pemain Portugal itu ingin meninggalkan jejak terakhirnya dengan meraih Liga Roshn, bersaing kuat di Liga Champions Elite Asia, di samping terus memecahkan rekor-rekor individu dan merebut kembali gelar pencetak gol terbanyak, agar akhir petualangannya di Arab Saudi berbeda dari musim-musim sebelumnya.

    Namun, mewujudkan tujuan-tujuan ini membutuhkan tim yang kuat dan seimbang, dan itulah yang menjadikan pergerakan Al-Nassr di bursa transfer sebagai faktor penentu bagi wujud "tarian terakhir" tersebut.

  • Iklan
  • Portugal v Spain: Round of 16 - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Costa saja: Al Nassr tak bergeming

    Hingga saat ini, Al Nassr baru memperkuat lini tengah dengan merekrut pemain Portugal, Samu Costa, sebagai pengganti pemain Kroasia, Marcelo Brozovic, setelah kepergiannya.

    Meski kesepakatan ini penting, hal itu belum menjawab seluruh kebutuhan tim, terutama karena Al Nassr memasuki musim ini dengan tuntutan untuk bersaing di lebih dari satu gelar, di saat klub sedang menghadapi utang dan kewajiban finansial yang menumpuk, yang secara jelas membatasi kemampuannya untuk bergerak di bursa transfer.

    Baca juga: Dua sisi dari satu mata uang, kisah ironi kelam yang mempertemukan Benzema dan En-Nesyri!

    Dengan demikian, Ronaldo mendapati dirinya menghadapi skuad yang tidak memperoleh dukungan seperti yang ia harapkan, meski ambisinya menuntut penambahan nama-nama baru yang mampu membantunya dalam perburuan gelar.

  • Bek kanan, krisis yang sesungguhnya

    Posisi bek kanan tampaknya menjadi salah satu posisi yang paling membutuhkan pembenahan di dalam tubuh Al Nassr, terutama setelah cedera Sultan Al-Ghanam berupa robekan ligamen anterior cruciate, sehingga Nawaf Boushal menjadi opsi utama yang tersedia di posisi ini.

    Masalahnya, musim panjang dengan skala sebesar ini membutuhkan alternatif yang kuat, apalagi dengan banyaknya kompetisi, dan hal inilah yang membuat absennya Al-Ghanam menjadi pukulan yang berpengaruh dalam perhitungan tim.



    Adapun sisi kiri, situasinya tampak tidak jauh lebih baik, di tengah menurunnya penampilan Saad Al-Nasser dan tidak adanya opsi pemain asing spesialis yang dapat mengatasi masalah ini secara jelas, sementara ketergantungan pada Ayman Yahya menjadi solusi terpaksa meskipun posisi utamanya adalah sayap.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Sayap baru: Satu lagi kepingan yang hilang

    Al Nassr juga membutuhkan seorang pemain sayap yang mampu bermain di kedua sisi, terutama setelah kepergian pemain Brasil, Wesley, dengan status pinjaman.

    Tipe pemain seperti ini memberi pelatih fleksibilitas besar sepanjang musim, dan memungkinkannya untuk mengubah bentuk tim serta mengatasi cedera dan tekanan pertandingan tanpa memengaruhi kekuatan serangan secara signifikan.

    Namun, bahkan posisi ini pun belum mendapat penguatan yang dibutuhkan, sehingga daftar kebutuhan yang menanti Al Nassr sebelum musim dimulai semakin bertambah.

  • FBL-KSA-NASSR-DAMACAFP

    Ketika Mimpi Bertabrakan dengan Kenyataan

    Ironisnya, Ronaldo memasuki musim yang mungkin menjadi musim terakhirnya dengan keinginan meraih segalanya, sementara Al Nassr menjalani musim yang sama di tengah keterbatasan finansial yang membuat pergerakan di bursa transfer sangat terbatas.

    Sang kapten menginginkan tim yang mampu bersaing, sedangkan klub lebih dahulu berusaha menangani kewajiban finansialnya, dan di antara kedua pihak jurang perbedaan itu tampak begitu jelas.

    Meski demikian, kemampuan Ronaldo untuk membuat perbedaan seorang diri tidak bisa dikesampingkan, karena ia masih menjadi salah satu penyerang paling menonjol di dunia. Namun, hanya bergantung padanya saja tidak akan cukup jika Al Nassr ingin bersaing dengan klub-klub yang memiliki skuad lebih lengkap.

    Di antara mimpi sang kapten dan realitas finansial klub, dimulailah "tarian terakhir" Ronaldo bersama Al Nassr, dan pertanyaan terpenting saat ini: mampukah pemain Portugal itu menembus tembok ini dan meninggalkan Riyadh dengan membawa gelar-gelar yang selama ini ia cari, atau justru petualangan ini berakhir di tengah tanda tanya baru?