"Saya tidak pernah membenci Tottenham!" - Legenda Arsenal secara mengejutkan menegaskan bahwa dia TIDAK ingin Spurs terdegradasi
Legenda Arsenal, Ian Wright, telah membuat pengakuan mengejutkan terkait rival London Utara, Tottenham Hotspur, dengan menegaskan bahwa ia tidak ingin melihat mereka terdegradasi dari Premier League. Sementara The Gunners mengejar gelar juara, Spurs saat ini tengah berjuang untuk bertahan di liga, dengan manajer interim Igor Tudor kesulitan menghentikan penurunan performa yang mengkhawatirkan.
Hidup di ujung tanduk: Kenyataan degradasi Spurs
Setelah kemenangan West Ham atas Fulham dan hasil imbang Nottingham Forest melawan Manchester City, Tottenham kini hanya unggul satu poin di atas zona degradasi. Dengan pertandingan besar melawan Crystal Palace yang akan digelar pada Kamis malam, ancaman degradasi ke Championship semakin nyata bagi The Lilywhites saat mereka berjuang keras untuk mempertahankan status mereka di kasta tertinggi.
Iklan
Getty Images Sport
Titik lemah yang mengejutkan Wright
Meskipun statusnya sebagai ikon di Arsenal, Wright mengungkapkan bahwa ia tidak membagikan kebencian yang tajam yang banyak fans miliki terhadap tetangga mereka. Dalam podcast The Overlap, ia mengutarakan kekhawatirannya tentang arah perkembangan mereka, sambil menegaskan bahwa ia berharap mereka tetap berada di kasta tertinggi.
Wright menjelaskan pandangannya, mengatakan: "Orang-orang membicarakan kemungkinan Tottenham terdegradasi musim ini, ada kemungkinan itu terjadi. Saya tidak ingin melihat Tottenham terdegradasi. Saat ini, saya menonton mereka beberapa hari yang lalu, dan mereka benar-benar bisa saja terdegradasi. Tapi saya tidak ingin melihatnya. Saya tidak pernah membenci Tottenham. Ketika saya masih muda, saya selalu mengagumi Glenn Hoddle. Saya mencintai Glenn Hoddle dan saya masih melakukannya."
Kericuhan di luar lapangan di Spurs
Musim yang penuh masalah semakin parah akibat perubahan struktural. Daniel Levy mundur dari jabatannya sebagai ketua pada September, namun langkah tersebut sedikit pun tidak memperbaiki suasana di kalangan basis penggemar yang kecewa. Rekrutmen juga mendapat kritikan, dengan hanya Conor Gallagher dan remaja Brasil Souza yang bergabung pada Januari.
Getty Images Sport
Kebutuhan akan energi baru
Wright yakin bahwa untuk Tottenham benar-benar dapat bersaing lagi dengan Arsenal atau Manchester City, diperlukan perubahan fundamental dalam kepemilikan klub. Ia berargumen bahwa kepergian Levy hanyalah mengungkap masalah yang lebih dalam terkait pengelolaan klub oleh keluarga Lewis.
Wright menyimpulkan: "Sekarang Daniel Levy sudah pergi, mereka tidak bisa lagi menyalahkan dia. Ini soal keluarga Lewis. Mereka harus mengubah kepemilikan. Anda butuh pemilik yang bisa masuk dengan energi seperti [Roman] Abramovich. Dia ingin menang di lapangan dan Tottenham sudah memiliki segala yang dibutuhkan."