Roberto Mancini & Fahad Almuwallad - Arab SaudiSAFF

Roberto Mancini Jadikan Timnas Indonesia Sebagai Kelinci Percobaan?

  • Arab Saudi akan menjamu Indonesia di Jeddah
  • The Green Falcons sedang dalam proses perubahan
  • Pemain muda berpeluang tampil sebagai starter
  • APA YANG TERJADI?

    Pelatih Arab Saudi Roberto Mancini The Green Falcons saat ini sedang berada dalam proses perubahan metode, dan menyatakan bakal memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak ketika menghadapi timnas Indonesia, Jumat (6/9) dini hari WIB, dalam pertandingan perdana Grup C putaran tiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

  • Iklan
  • GAMBARAN BESAR

    Mancini telah memanggil 31 pemain untuk pertandingan melawan Indonesia dan Tiongkok. Dari daftar itu, setidaknya ada tujuh pemain berusia di bawah 23 tahun, beberapa di antaranya belum memiliki menit bermain yang mencukupi, seperti bek Hussain Alsibyani dan Meshal Sibyani, serta gelandang Marwan Alsahafi dan Abbas Alhassan.

  • APA YANG DIKATAKAN MANCINI?

    “Saya tentu tidak akan senang jika tidak memperoleh hasil positif. Tetapi sekarang kami berada di babak baru dengan perubahan gaya dan metode,” ujar Mancini dilansir laman federasi sepakbola Arab Saudi (SAFF).

    “Saya senang dengan para pemain di kamp kami saat ini. Mereka adalah campuran pemain berpengalaman dan muda. Beberapa dari mereka membutuhkan lebih banyak menit bermain. Secara keseluruhan, saya senang.”

  • LEBIH JAUH LAGI

    Kendati demikian, Mancini tetap tidak ingin meremehkan Indonesia. Menurut pelatih yang sukses membawa Italia menjuarai Euro 2020 ini, ia telah memantau perkembangan sepakbola Indonesia.

    “Kami tahu lawan kami dengan baik dan kami tahu perkembangan mereka selama sepuluh tahun terakhir. Indonesia merupakan salah satu tim yang terus berkembang, dan kita sudah melihat perkembangan tim U-21 mereka yang masuk ke dalam tim inti,” tutur Mancini.

    “Karena itu, kita harus respek kepada lawan, dan harus benar-benar siap. Ini juga pertandingan pertama, dan pertandingan pertama di kualifikasi selalu sulit.”

0