Getty Images SportDiterjemahkan oleh
Roberto De Zerbi jelaskan adu mulut panas di lapangan dengan Mathys Tel setelah Tottenham bermain imbang melawan Everton
Tuntutan taktis di tengah panasnya momen
De Zerbi menjelaskan sifat interaksinya dengan Tel setelah pertandingan, dengan menegaskan bahwa gestur-gesturnya yang penuh semangat murni bersifat instruktif. Setelah hasil imbang 0-0 yang mengecewakan melawan Everton di Tottenham Hotspur Stadium, kamera menangkap ahli taktik asal Italia itu dalam percakapan pribadi yang serius dengan pemain muda asal Prancis tersebut. Hasil itu membuat Tottenham belum meraih kemenangan dan, yang mungkin lebih mengkhawatirkan, belum mencetak satu gol pun setelah empat pertandingan di kampanye Premier League yang baru.
Sang manajer terlihat memberi isyarat ke arah gawang, menekankan di mana ia mengharapkan penyerangnya berada saat tim menguasai bola. Berbicara kepada para wartawan, mantan bos Brighton dan Marseille itu menjelaskan bahwa ia hanya memanfaatkan momen tersebut sebagai kesempatan untuk melatih. "Ya, saya melatihnya di lapangan," kata De Zerbi.
Getty Images SportNaluri penyerang dan posisi tubuhnya
Fokus utama pembahasan itu tertuju pada transisi peran Tel dan tanggung jawab spesifiknya saat bermain di tengah. De Zerbi secara khusus menyoroti posisi pemain 21 tahun itu terhadap gawang dan para pemain kreatif lain dalam susunan pemain Tottenham. "Postur tubuh seorang striker. Striker bisa bermain dengan bahu menghadap ke gawang. Jika kami bermain dengan (James) Maddison, (Mohammed) Kudus dan Savio, dia harus bermain sebagai striker, dan striker harus melihat ke gawang, bukan?" ujar sang manajer.
De Zerbi kemudian menjelaskan lebih lanjut situasi pertandingan tertentu ketika ia merasa Tel kurang memiliki insting yang diperlukan untuk memaksimalkan umpan dari area sayap. Pelatih asal Italia itu menunjuk peluang-peluang yang terlewat untuk menyambut bola kiriman ke kotak penalti, sambil menegaskan bahwa Tel perlu menemukan kembali kebiasaan yang ia bentuk di awal kariernya. "Atau pada umpan silang Robertson. Dia harus tetap berada di dalam karena dia memulai (kariernya) sebagai striker. Sekarang dia bermain sebagai pemain sayap, tetapi dia memulai kariernya sebagai striker," tambah De Zerbi.
Panggilan seleksi dan tekanan internal
Ketegangan di lapangan mengikuti sepekan ketika De Zerbi secara terbuka mengkritik performa Tel. Setelah penampilan yang mengecewakan melawan Nottingham Forest pada akhir pekan sebelumnya, sang manajer memilih mencadangkan pemain Prancis itu saat menghadapi Everton. Perubahan taktik ini membuat Dominic Solanke kembali ke starting XI untuk pertama kalinya sejak April, ketika De Zerbi mencari solusi atas mandeknya gol timnya. Meski ada perubahan personel, hasilnya tetap sama, dengan Tottenham Hotspur kesulitan di depan gawang dan gagal mengubah dominasi mereka menjadi tiga poin.
Namun, terlepas dari kritik terbuka tersebut dan keputusan untuk mencadangkannya, De Zerbi menegaskan bahwa hubungannya dengan mantan talenta Bayern Munich itu tetap kuat dan didasarkan pada rasa saling menghormati. Ia menekankan bahwa pendekatan kerasnya lahir dari keyakinannya terhadap potensi sang pemain. “Tapi saya mencintai Mathys sebagai pemain, sebagai pribadi. Tidak ada masalah,” tegas sang manajer.
Getty Images SportKekecewaan memuncak di Tottenham Hotspur Stadium
Hasil imbang tanpa gol melawan Everton membuat para pendukung setia Tottenham semakin gelisah, dengan beberapa siulan terdengar saat peluit akhir dibunyikan. Ketidakmampuan tim untuk mencetak gol dalam 360 menit pertandingan Premier League menjadi kekhawatiran besar bagi tim yang memiliki ambisi tampil di Eropa. Tottenham kini mengalihkan fokus ke Carabao Cup. Tim asuhan De Zerbi menghadapi tantangan berat lainnya saat bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool pada tengah pekan.
Iklan
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami




