Chelsea v Arsenal - Premier LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Riccardo Calafiori mengungkapkan impian untuk kembali ke Roma, sementara bintang Arsenal menjelaskan bagaimana kesulitan di bawah asuhan Jose Mourinho memicu keputusannya untuk meninggalkan klub Serie A tersebut

  • Arsenal kesulitan dan Roma bermimpi

    Pemain internasional Italia yang serba bisa pindah dari Bologna ke Emirates Stadium dalam transfer besar-besaran pada 2025 dan tetap mendapat penilaian tinggi dari manajer Mikel Arteta, namun kombinasi cedera pinggul dan otot secara signifikan membatasi waktu bermainnya di musim debutnya. Akibatnya, pemain berusia 23 tahun ini hanya mencatatkan 1.600 menit bermain di semua kompetisi musim ini. Periode menantang ini membuatnya merenungkan jalan yang membawanya meninggalkan Stadio Olimpico. Dalam wawancara jujur di podcast Supernova, Calafiori mengaku: "Ya, saya ingin kembali ke Roma. Tentu saja saya tidak bisa merencanakan seluruh karier saya saat ini, tetapi saya ingin kembali karena saya meninggalkannya di tengah jalan."

  • Iklan
  • FBL-EUR-C1-BENFICA-TRAININGAFP

    Titik balik Bodo Glimt

    Kepergian Calafiori dari Roma tetap menjadi topik perdebatan bagi banyak pendukung, yang menyaksikan talenta lokal mereka terlepas dari genggaman. Bek tersebut mengungkapkan bahwa hubungannya dengan manajer saat itu, Jose Mourinho, berubah drastis setelah kekalahan memalukan 6-1 dari Bodo Glimt di Liga Konferensi Eropa. Malam itu secara efektif mengakhiri peluangnya untuk masuk ke skuad utama secara permanen, yang berujung pada masa pinjaman yang frustrasi di Genoa.

    Mengingat periode sulit itu, Calafiori menjelaskan: "Saya memulai enam bulan pertama bersama Mourinho, di awal semuanya berjalan cukup baik dan saya bermain sebagai starter. Setelah kekalahan 6-1 melawan Bodo Glimt, saya tidak bermain lagi dan saya ingin mendapatkan lebih banyak ruang." Dia menambahkan: "Saya pindah ke Genoa dengan status pinjaman, situasinya rumit. Di dalam diri saya, saya tidak pernah menyerah, tapi pikiran itu tetap ada di kepala saya. Saat itu, saya benar-benar down."

  • Dari penolakan di Basel hingga ketenaran di Bologna

    Meskipun Roma akhirnya berhasil meraih trofi Conference League pada tahun 2022, Calafiori segera merasa tidak lagi dibutuhkan. Ia mengakui bahwa pindah dari Italia ke klub Swiss Basel awalnya terasa sulit diterima. Namun, hal itu akhirnya menjadi katalisator bagi transformasi kariernya, yang membuatnya menjadi salah satu bek pengatur serangan paling diburu di Eropa saat bermain di Bologna, dan berhasil masuk ke tim nasional.

    Menyikapi kepindahannya, bek tersebut mengakui: "Roma memenangkan Conference League dan para pemain yang menggantikan posisiku bermain dengan sangat baik, jadi tidak ada lagi tempat untukku. Kemudian Roma menjualku ke Basel dan awalnya aku tidak senang." Ia melanjutkan: "Tapi ketika aku menerima kenyataan bahwa aku harus mundur selangkah, aku menyadari bahwa itu adalah tempat yang tepat untukku. Bagi pemain muda, menemukan kontinuitas di sana adalah hal yang sempurna."

  • Arsenal v Crystal Palace - Carabao Cup Quarter FinalGetty Images Sport

    Menavigasi kehidupan di Emirates Stadium

    Meskipun daya tarik Roma tetap sangat kuat, Calafiori saat ini fokus pada persaingan yang sangat ketat di Arsenal. Dengan The Gunners bersaing dengan Manchester City untuk gelar Premier League, pemain Italia ini menemukan dirinya bersaing ketat dengan Piero Hincapie untuk posisi starter di barisan belakang Arteta. Meskipun menghadapi tantangan beradaptasi dengan sepak bola Inggris dan berbagai masalah kebugaran, bek ini tetap optimis.

    Dia mengakui bahwa kesempatan bermain di Inggris terlalu besar untuk ditolak, meskipun hatinya tetap tertanam kuat di Italia. Membicarakan kemajuan pesatnya, dia mengatakan: "Apa yang saya alami dan apa yang kami alami di Bologna adalah sesuatu yang luar biasa, tapi bagaimana bisa menolak Premier League?" Namun, dia menambahkan dengan penuh harapan tentang Roma: "Saya ingin kembali untuk merayakan di bawah Curva Sud di hadapan para penggemar."

0