Real Madrid C.F. v SL Benfica - UEFA Champions League 2025/26 League Knockout Play-off Second LegGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Real Madrid mengonfirmasi larangan bagi seorang pendukung yang tertangkap kamera TV melakukan salam Nazi selama pertandingan melawan Benfica

  • Gestur ofensif mengganggu suasana menjelang pertandingan.

    Insiden tersebut terjadi hanya beberapa saat sebelum kick-off saat suasana di dalam stadion ikonik Santiago Bernabeu mulai memanas. Meskipun fokus seharusnya tertuju pada pertarungan taktis antara tim Alvaro Arbeloa dan lawan mereka dari Portugal, kamera mengarah ke salah satu tribun, menangkap gestur ofensif tersebut. Petugas keamanan segera mendapat laporan tentang tindakan individu tersebut, yang mengakibatkan intervensi cepat pada tahap awal pertandingan Eropa tersebut.

  • Iklan
  • Real Madrid C.F. v SL Benfica - UEFA Champions League 2025/26 League Knockout Play-off Second LegGetty Images Sport

    Real Madrid mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemecatan.

    Setelah siaran tersebut, Los Blancos mengeluarkan pernyataan resmi yang tegas, menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil terhadap individu tersebut. Klub tersebut menegaskan: “Real Madrid C. F. mengumumkan bahwa pihaknya telah meminta Komite Disiplin klub untuk segera memulai prosedur pemecatan terhadap anggota yang tertangkap kamera televisi melakukan salam Nazi di area tribun penonton, beberapa saat sebelum dimulainya pertandingan antara Real Madrid dan Benfica.”

    Pernyataan tersebut juga menjelaskan bahwa tim keamanan internal klub berhasil melacak orang tersebut menggunakan rekaman siaran langsung. Mereka menambahkan: “Anggota tersebut ditemukan oleh tim keamanan klub beberapa saat setelah ia muncul di siaran dan segera dikeluarkan dari Stadion Santiago Bernabéu. Real Madrid mengecam gestur dan ekspresi semacam ini yang memicu kekerasan dan kebencian dalam olahraga dan masyarakat.”

  • Kerusuhan meletus di luar Stadion Santiago Bernabéu.

    Sementara klub menangani masalah internal, malam itu semakin diwarnai dengan laporan kerusuhan di jalan-jalan sekitar stadion. Video viral di media sosial muncul yang tampaknya menunjukkan kelompok pendukung di luar stadion melakukan salam Nazi dan menyanyikan lagu-lagu fasis. Adegan-adegan ini menciptakan kontras yang mencolok dan tidak nyaman dengan spanduk anti-rasisme yang dipajang oleh klub di dalam arena sebagai bagian dari protokol pra-pertandingan UEFA.

    Ketegangan tidak hanya terbatas pada gestur politik, karena bentrokan antara pendukung Benfica yang berkunjung dan aparat kepolisian setempat juga dilaporkan. Video yang beredar online menunjukkan polisi berinteraksi dengan pendukung Portugal, dengan beberapa laporan menyebutkan bahwa keluarga dan anak-anak terjebak dalam bentrokan tersebut. Adegan kacau di luar gerbang menjadi latar belakang suram bagi malam yang seharusnya menjadi ajang unjuk gigi sepak bola Eropa elite di markas pemegang rekor juara.

  • Real Madrid C.F. v SL Benfica - UEFA Champions League 2025/26 League Knockout Play-off Second LegGetty Images Sport

    Waspadai ujaran kebencian di Liga Champions

    Waktu terjadinya insiden-insiden ini sangat sensitif mengingat situasi terkini seputar sepak bola Spanyol. Ketegangan sudah tinggi menjelang leg kedua setelah leg pertama yang kontroversial di Lisbon, di mana tuduhan pelecehan rasial yang melibatkan Gianluca Prestianni dari Benfica dan bintang Real Madrid Vinicius Junior muncul. Real Madrid telah dengan tegas membela Vinícius Júnior dalam seminggu terakhir, menjadikan pendekatan nol toleransi mereka terhadap insiden terbaru ini konsisten dengan pesan-pesan mereka sebelumnya.

    Dengan bertindak dalam hitungan menit setelah salam yang ditayangkan di televisi, raksasa Spanyol ini telah mengirimkan pesan yang jelas bahwa ujaran kebencian dan simbolisme ekstremis tidak memiliki tempat di stadion mereka. Meskipun tim merayakan lolos ke babak 16 besar, fokus administratif tetap pada memastikan pengusiran permanen anggota yang bersangkutan. Dunia sepak bola kini menanti apakah sanksi tambahan akan dijatuhkan oleh UEFA saat badan pengatur tersebut meninjau laporan gangguan baik di dalam maupun di luar stadion.

0