Getty
Getty Images1Steve McClaren | England
Masa jabatan Steve McClaren di Inggris telah ada dalam cerita rakyat nasional sebagai salah satu jabatan manajerial terburuk, dikemas dengan gambar terkenal bos yang berlindung di bawah payung besar saat timnya jatuh dan terbakar.
McClaren mengambil alih dari posisi Sven Goran Eriksson sebagai manajer The Three Lions pada 2006 setelah sebelumnya menjabat sebagai asistennya, dan juga impresif selama lima tahun bersaa Middlesbrough. Tapi, kehidupan dengan Inggris terbukti agak lebih sulit, meski start yang positif di kualifikasi Piala Eropa 2008.
Inggris butuh terhindar dari kekalahan di pertandingan terakhir mereka di kandang lawan tim yang sudah lolos, Kroasia. Tapi, timnas kalah 3-2 di Wembley yang turun hujan. Inggris gagal lolos ke turnamen besar untuk pertama kali sejak Piala Dunia 1994.
Kekalahan itu menjadi akhir masa kepelatihan McClaren, setelah melatih lebih dari satu tahun.
Getty Images2Ciro Ferrara | Juventus
Berkat rekor Juventus sejauh ini dan sebagai raja sepakbola Italia, mudah melupakan bahwa tidak begitu lama terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan buat klub Turin itu. Masa jabatan Ciro Ferrara yang berumur pendek adalah titik terendah bagi Si Nyonya Tua.
Menjadi favorit di Delle Alpi sebagai pemain, Ferrara dianggap punya usaha ambisius untuk mematahkan dominasi Inter, dengan bintang-bintang seperti Fabio Cannavaro, Diego, dan Felipe Melo bergabung. Tapi, tim gagal untuk klik di lapangan, jatuh di klasemen, dan tersingkir di grup Liga Champipons dengan kekalahan menyedihkan 4-1 di tangan Bayern Munich.
Liga Europa juga berakhir dengan rasa malu bagi Juventus setelah kekalahan di tangan Fulham di babak 16 besar, ketika itu Ferrara sudah lama pergi. Kekalahan di Coppa Italia pada Januari di tangan Inter telah menyegel nasib pelatih, dan Juve akhirnya finis di posisi ketujuh Serie A ketika Nerazzurri besutan Jose Mourinho meraih treble yang terkenal.

3John Barnes | Celtic
Bakat sepakbola indah lainnya yang terbukti sangat kurang indah ketika diserahkan tanggung jawab melatih.
Barnes mendapat peran di posisi pelatih pada Juni 1999, bekerja di bawah kendali direktur sepakbola Kenny Dalglish dalam apa yang disebut sebagai 'tim impian' untuk raksasa Skotlandia, Celtic. Namun, mimpi itu berubah menjadi mimpi buruk buat The Bhoys.
Mantan bintang Liverpool dan Inggris itu hanya bertahan lebih dari delapan bulan di kursi panas, dan dipecat dengan Celtic tertinggal sepuluh poin dari Rangers di SPL. Namun, pertandingan terakhir adalah kekalahan di Piala Skotlandia di tangan Inverness Caledonian Thistle, yang menginspirasi salah satu berita utama sepakbola yang paling terkenal, milik The Sun: "Super Caley pergi balistik, Celtic mengerikan." Mereka sungguh demikian.
Getty4Andre Villas-Boas | Chelsea
Chelsea mengeluarkan uang yang kabarnya mencapai £13,3 juta untuk membebaskan Villas-Boas dari kontraknya di Porto pada Juni 2011, dengan harapan pelatih asal Portugal itu bisa mengulangi kesuksesan kompatriot dan pendahulunya Jose Mourinho di Stamford Bridge. Sayangnya, untuk klub dan manajer, cahaya tidak menerangi dua kali di tempat yang sama.
Serangkaian kekalahan dan seleksi tim membuat tekanan menjadi meningkat di pundak pelatih berusia 31 tahun itu, ketika Chelsea keluar dari posisi empat besar dan gagal eliminasi dari Liga Champions akibat kekalahan 3-1 di tangan Napoli.
Akhirnya, pada Maret 2011 dan setelah tinggal di tim kurang dari satu tahun, Villas-Boas dipecat. Ia hanya melihat dalam frustrasi karena, di tangan caretaker Roberto Di Matteo, The Blues yang baru bangkit secara ajaib dan membalikkan keadaan pertandingan lawan Napoli dan memenangi gelar pertama Liga Champions.
Getty Images5Hristo Stoichkov | Bulgaria
Talenta fenomenal lainnya di lapangan yang kemampuan bermainnya tidak dilewati di jenjang kepelatihan. Stoichkov juga menemukan kalau temperamennya yang terkenal mungkin membantu dia mencetak gol, tapi ia memenangkan beberapa teman selama masa sulit di posisi tim nasionalnya.
Bulgaria gagal lolos ke Piala Dunia 2006 atau Piala Eropa 2008 di bawah asuhan mantan idola Barcelona selama tiga tahun. Lebih buruk lagi, kepelatihannya ditandai perselisihan dengan para pemain yang menyebabkan suksesi bintang-bintang negara, termasuk dua kapten, yang mengundurkan diri dari timnas,termasuk bakat cemerlang Stiliyan Petrov.
Kegagalan kualifikasi di Piala Eropa 2008 menyebabkan berakhirnya masa kepelatihan Stoichkov, dan Bulgaria belum kembali ke kompetisi besar sejak itu.
Getty6Alan Shearer | Newcastle
Seperti yang dibuktikan Diego Maradona dan Lothar Matthaus, pemain sepakbola yang hebat tidak selalu menjamin kesuksesan dalam melatih. Shearer juga membuktikan itu.
Peran manajerial tunggal Shearer dimulai pada April 2009, ketika ia ditunjuk di St James' Pak dengan harapan sang legenda klub akan membantu keluar dari ancaman degradasi. Segala sesuatunya tidak cukup berhasil.
Di bawah asuhan mantan striker Inggris itu, Newcastle hanya meraih lima poin dari delapan pertandingan, perjalanan yang menjamin drop ke Champiobship. Tidak mengherankan, Shearer tidak ditawari peluang untuk bertahan, dan belum pernah kembali untuk melatih klub sejak itu.
Goal7Rafa Benitez | Real Madrid
Berkat Lopetegui yang makal, Rafa tidak akan lagi terjebak dengan label sebagai pelatih terpendek Real Madrid dalam satu dekade terakhir. Tapi, tetap sulit untuk mengatakan kalau masa bos Newcastle saat ini di Bernabeu itu bukan bencana.
Meski menang 17 kali dan kalah hanya tiga kali dari 25 pertandingan dengan posisi sebagai pelatih Madrid, Benitez tidak pernah bisa memenangkan hati para fans atau presiden yang terkenal, Florentino Perez.
Kekalahan 4-0 di tangan Barcelona di El Clasico di awal musim dan tersingkir secara dini di Copa del Rey akibat pemilihan pemain yang tidak memenuhi syarat menyebabkan optimisme awal menjadi menguap dan kritik terus mengalir kepada dirinya.
Benitez akhirnya dipecat pada Januari 2016, membuka jalan bagi Zinedine Zidane.
Getty Images8Gary Neville | Valencia
Penunjukan mantan bek kanan Manchester United itu pada Desember 2015 tidak membuat seperti banyak orang terbangun di Mestalla. Dengan tidak adanya pengalaman melatih di level top sebelumnya, adalah sebuah pertaruhan besar bagi salah satu klub Spanyol paling bersejarah dan bergengsi.
Performa Nevilla di kursi panas Valencia tidak berarti apa-apa untuk membungkam para pengkritiknya. Kekalahan 2-0 di Liga Champions di tangan Lyon dalam debut kepelatihannya menjadi awal yang buruk. Bahkan, delapan pertandingan dilalui tanpa kemenangan di La Liga.
Pada Februari, Neville dipermalukan Barcelona dengan skor mencolok 7-0 sehingga menjadi sinyal agar posisinya dicopot. Valencia akhirnya memecat Neville pada 30 Maret 2016, kurang dari empat bulan masa kepelatihannya dengan Los Che terdampar ke posisi ke-14.
Getty Images9David Moyes | Manchester United
Pendahulu David Moyes di Manchester United memegang pekerjaan itu tidak kurang dari 27 tahun. Mantan pelatih Everton itu gagal mempertahankan jabatannya selama 11 bulan.
Moyes telah dianggap sebagai pewaris alami untuk Sir Alex Ferguson di Old Trafford, namun start buruk di musim 2013/14 menjadi tekanan yang meningkat buat pelatih asal Skotlandia itu, bahkan sebelum awal September.
Hasil-hasil tidak membaik, dengan United terlempar ke peringkat ketujuh di sebagian besar musim dan menghadapi absen yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya di Liga Champions. Pertandingan terakhirnya terjadi pada April, ketika Moyes dibungkam mantan klubnya, Everton, dengan skor 2-0 dan ia kemudian tergusur dari posisinya dengan empat pertandingan tersisa di musim itu.
Getty Images10Julen Lopetegui | Real Madrid
Mengikuti jejak Zinedine Zidane selalu menjadi tugas yang sangat sulit. Tapi, Lopetegui harus berpikir kalau tawaran Madrid di tengah persiapan Spanyol untuk Piala Dunia 2018 sebaiknya dijawab dengan kata 'tidak'.
Start positif untuk hidup di Bernabeu dengan cepat berubah masam, dengan tiga kekalahan dari empat pertandingan jelang El Clasico membuat klub turun klasemen dan laga lawan Barcelona akan menjadi sangat penting bagi masa depan Lopetegui.
Tapi, tidak ada keajaiban di Camp Nou. Madrid justru diluluhlantahkan 5-1, dengan Luis Suarez mencetak hat-trick sehingga membuat posisi Lopetegui tidak bisa dipertahankan.
Setelah sepuluh pertandingan La Liga musim ini, empat kekalahan dan Madrid terperosok ke peringkat kesembilan, mantan pelatih Spanyol itu dipecat oleh Los Blancos pada Senin (29/10).
Iklan



