Article continues below
Article continues below
Article continues belo
Getty Images SportArticle continues below
Article continues below
Article continues belo
Masa jabatan Alvaro Arbeloa sebagai manajer Real Madrid baru berjalan lima minggu, namun kunjungan ke markas Benfica terasa seperti malam yang akan menentukan nasib pelatih muda tersebut. Pria berusia 43 tahun itu menggantikan Xabi Alonso bulan lalu, dan paling tidak, ia akan memimpin Los Blancos hingga akhir musim ini.
Madrid sepenuhnya menyadari bahwa menunjuk pelatih tanpa pengalaman manajerial tingkat atas adalah sebuah perjudian besar. Di awal kepemimpinannya, respons negatif dari pendukung sempat memicu pihak manajemen untuk mulai merencanakan pencarian pengganti potensial, termasuk mantan manajer Chelsea Enzo Maresca sebagai langkah antisipasi jika performa tim terus merosot.
Namun, situasi mulai mencair setelah Los Blancos berhasil mengamankan enam kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir, yang membawa mereka ke puncak klasemen La Liga.
Getty Images SportSatu-satunya kekalahan Madrid dalam tren positif tersebut terjadi saat melawan Benfica, ketika skema sensasional Jose Mourinho membawa kemenangan 4-2 bagi tim Portugal tersebut. Hasil itu memaksa Los Blancos menjalani laga play-off untuk bertahan di kompetisi yang telah mereka menangkan enam kali dalam 12 tahun terakhir. Kegagalan melaju ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade adalah hal yang mustahil diterima oleh para Madridista.
Sejak kekalahan pahit di Lisbon pada Januari lalu, Arbeloa mulai melakukan penyesuaian signifikan, termasuk mengubah formasi tim. Ia meninggalkan pola 4-3-3 yang menempatkan Franco Mastantuono, Kylian Mbappe, dan Vinicius Juniorr di lini depan, dan beralih ke struktur 4-4-2 yang lebih seimbang. Dalam sistem baru ini, Federico Valverde dan Eduardo Camavinga kerap dipolot sebagai gelandang kanan dan kiri untuk mengakomodir duo bek sayap Trent Alexander-Arnold dan Alvaro Carreras yang sering melakukan over lap.
Perubahan ini bukan tanpa alasan, karena Arbeloa ingin menciptakan tim yang lebih sulit ditembus oleh lawan. "Secara defensif, ini adalah struktur yang menutup koridor tengah, di mana terdapat lebih banyak pemain, dan memungkinkan kami untuk lebih kompak," ujar Arbeloa dikutip dari BBC.
Getty Images Sport"Tujuannya adalah untuk selalu tampil solid karena sangat sulit saat ini untuk memainkan sepak bola yang baik jika Anda tidak kompak dan tidak tahu cara melakukan pressing tinggi," jelas Arbeloa saat ditanya mengenai efektivitas empat gelandang.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para pemain tengahnya yang dianggap mampu menerjemahkan instruksinya dengan sempurna di lapangan. Menurutnya, Federico Valverde, Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, dan Arda Guler telah melakukan pekerjaan yang fantastis tanpa perlu instruksi tambahan yang rumit dari pinggir lapangan.
"Saat ini sangat sulit untuk bermain sepakbola dengan baik jika Anda tidak solid, kompak, dan tidak tahu cara melakukan pressing tinggi di lapangan," tambahnya. "Untuk melakukan semua itu, Anda membutuhkan banyak konsentrasi, banyak kerja keras, dan latihan. Valverde, Camavinga, Tchouameni dan [Arda] Guler melakukan pekerjaan yang fantastis [di lini tengah], dan saya tidak perlu memberi tahu mereka hal baru."
Mengenai kembalinya Trent Alexander-Arnold, Arbeloa mengaku sangat terkesan dengan kecerdasan taktis sang pemain yang memberikan dimensi baru dalam permainan tim. "Merupakan kejutan yang menyenangkan melihat bagaimana dia memahami permainan dan menemukan ruang, hal-hal tersebut sangat penting bagi seorang pelatih," ucap sang manajer.
Getty Images SportKekuatan Madrid mendapat suntikan besar dengan kembalinya Alexander-Arnold dan Antonio Rudiger setelah pulih dari cedera. Kehadiran mereka memberikan fleksibilitas lebih bagi Arbeloa di lini belakang, yang terlihat jelas saat Alexander-Arnold langsung memberikan assist melawan Real Sociedad pekan lalu.
Arbeloa kini memiliki dilema yang menyenangkan dalam memilih komposisi pemain bertahan karena Dani Carvajal juga telah bugar sepenuhnya. Di sisi lain, Federico Valverde kini bisa dikembalikan ke peran aslinya di lini tengah, memberikan stabilitas yang lebih besar bagi keseimbangan tim secara keseluruhan.
Meski demikian, tim medis masih memiliki catatan panjang terkait absennya beberapa pemain kunci. Madrid masih harus tampil tanpa Jude Bellingham yang diperkirakan baru kembali April mendatang, serta Eder Militao yang harus menyudahi musim lebih awal akibat cedera lutut parah yang dialaminya.
Getty Images SportMenjelang laga krusial melawan Benfica, Madrid dipastikan kehilangan Raul Asencio dan Rodrygo akibat skorsing. Absennya dua pemain ini menuntut Arbeloa untuk lebih jeli dalam mengatur rotasi skuad, terutama di lini serang yang akan sangat mengandalkan ketajaman Vinicius dan Mbappe untuk mencuri gol di kandang lawan.
Pertandingan leg pertama di markas Benfica ini akan menjadi ujian mental bagi skuad Madrid yang didominasi pemain muda di bawah asuhan pelatih yang juga masih hijau. Tekanan untuk tidak mencatatkan sejarah buruk dalam 30 tahun terakhir akan membayangi setiap menit jalannya pertandingan di Estadio da Luz.
Setelah laga ini, fokus Madrid akan langsung terbagi untuk pertarungan di La LIga dan persiapan leg kedua yang dijadwalkan berlangsung Santiago Bernabeu pada Rabu, 26 Februari. Hasil di Portugal akan menentukan seberapa besar beban yang harus mereka pikul saat bermain di hadapan publik Bernabeu nantinya.