Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

FC Barcelona v Rayo Vallecano de Madrid - LaLiga EA SportsGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Rahasianya ada pada 3 transfer: Raphinha di bawah tekanan di Barcelona

Bintang Brasil Raphinha memasuki musim baru bersama klubnya, Barcelona, di bawah tekanan yang begitu besar untuk mempertahankan tempatnya di skuad utama tim Catalan tersebut.

Raphinha yang tampil luar biasa dua tahun lalu, ketika mencetak 34 gol dan menyumbang 26 assist, tidak memiliki pesaing sejati. 

Namun Raphinha pada musim lalu, yang terganggu oleh cedera dan penampilannya relatif menurun setelah hanya mampu mencetak 21 gol dan menyumbang 8 assist, mungkin akan mendapati posisi utamanya terancam.

Surat kabar Sport menyebutkan dalam laporannya bahwa Raphinha kini berada di bawah tekanan yang begitu besar setelah Barcelona merekrut Anthony Gordon dan Jhon Bisiwo, di samping kemungkinan turut dimainkannya Karim Adeyemi juga di sisi kiri.

Tidak diragukan lagi bahwa transfer-transfer Barcelona akan turut menciptakan persaingan sengit bagi bintang Brasil Raphinha di dalam tim Catalan itu.

Marcus Rashford telah pergi setelah pada akhirnya tidak menjadi pesaing yang nyata bagi Raphinha meskipun angka-angka bagusnya dengan mencetak 14 gol dan menyumbang 14 assist, sementara bergabung pula sejumlah pemain yang menonjol dengan pressing tinggi, kecepatan, dan kemampuan mencetak gol, terutama Gordon, yang akan memaksa bintang Brasil itu untuk menampilkan versi terbaik dari dirinya jika ingin mempertahankan tempatnya di skuad utama.

  • Hansi FlickGetty Images

    Hansi Flick memantau situasi

    Raphinha mendapat kepercayaan penuh dari sang pelatih, Hansi Flick, yang selalu percaya pada kemampuan pemain asal Brasil tersebut bahkan di masa-masa tersulitnya. 

    Namun kedatangan para pesaing dengan kualitas sekuat ini, di posisi Raphinha, menjadi indikasi yang jelas atas meningkatnya level persaingan di dalam tim.

    Raphinha banyak menderita akibat cedera pada otot hamstring paha kanan, setelah mengalami beberapa kali kambuh yang berulang sehingga menjauhkannya dari level permainannya, dan yang lebih mengkhawatirkan adalah ia kembali merasakan masalah fisik selama tampil bersama timnas Brasil di Piala Dunia.

    Di Barcelona, tujuannya adalah mengembalikan Raphinha ke versi fisik terbaiknya, agar ia mampu bermain dengan level yang dikenal semua orang, namun pada saat yang sama klub berupaya mengamankan posisi ini untuk mengantisipasi segala hal yang tak terduga.

  • Iklan
  • gordon adeyemiGetty Images

    Gordon dan Bissouma, serta Ademi juga

    Persaingan tidak hanya sebatas dengan Anthony Gordon, yang memiliki karakteristik teknis yang mirip dengan Raphinha, dan menjadi pesaing langsungnya di posisi sayap kiri.

    Level pemain Inggris itu, ditambah nilai transfer yang mencapai 70 juta euro serta 10 juta euro sebagai variabel, mencerminkan besarnya taruhan yang ditempatkan Barcelona padanya, sebuah jumlah yang tidak mudah dikeluarkan oleh klub Catalan itu, terutama di tengah kegigihannya untuk menyeimbangkan kondisi ekonominya.

    Meski Gordon mampu bermain di lebih dari satu posisi, seperti penyerang tengah, kegigihan Flick untuk mendatangkan seorang penyerang murni yang baru menunjukkan bahwa ia melihat pemain Inggris itu terutama sebagai sayap kiri, yakni posisi yang biasa diisi oleh Raphinha.

    Dari sisi yang sama, Jesse Bissiou juga bergerak. Memang benar bahwa pemain Belgia berusia 18 tahun itu merupakan proyek untuk masa depan, tetapi rencananya adalah menganggapnya sebagai pemain tim utama sejak sekarang, sekalipun ia mengenakan nomor khusus tim cadangan. 

    Dan jika ia berhasil membuktikan dirinya, ia akan menjadi opsi tambahan yang bersaing dengan Raphinha dan Anthony Gordon.

    Karim Adeyemi juga bisa bermain di sisi kiri, meski pemain Jerman itu lebih memilih bermain di sisi kanan sambil masuk ke area tengah dengan kaki favoritnya. 

    Selama kariernya bersama Borussia Dortmund, ia menjalani 43 pertandingan dari total 146 pertandingan di posisi sayap kiri, sebuah angka yang menegaskan pengalamannya di posisi ini.

  • Raphinha(C)Getty Images

    Lebih banyak opsi serangan

    Flick juga diprediksi bakal mengurangi ketergantungannya pada penempatan gelandang di sisi kiri, seperti yang terjadi dalam beberapa kesempatan sebelumnya dengan Fermin Lopez, dan terkadang dengan Gavi atau Dani Olmo.

    Barangkali melimpahnya opsi yang dimiliki pelatih asal Jerman itu di posisi tersebut memberinya peluang untuk selalu mengandalkan pemain sayap murni.

    Pada prinsipnya, jika Raphinha berada dalam kondisi fisik terbaiknya, ia akan tetap menjadi pilihan pertama, tetapi tidak diragukan lagi bahwa pemain internasional Brasil itu akan memasuki musim baru di bawah tekanan maksimal untuk mempertahankan tempatnya di skuad inti Barcelona.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google