FBL-WC-2026-MATCH101-FRA-ESPAFP

Diterjemahkan oleh

Rahasia orang Spanyol... Mbappé terjebak

Kylian Mbappé, kapten tim nasional Prancis, mencatatkan penampilan luar biasa di Piala Dunia kali ini dalam segala hal; ia mencetak 8 gol, sehingga total golnya menjadi 20 gol dalam 3 edisi Piala Dunia.

Ia juga menjadi pemain Prancis dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, yakni 21 pertandingan, melampaui kiper Hugo Lloris yang tampil dalam 20 pertandingan.

Namun, kapten Prancis ini gagal menjadi penentu dalam pertandingan melawan Spanyol di semifinal Piala Dunia, sehingga tim Les Bleus kalah dengan skor 2-0.

"Surat Kabar Sport" dalam laporannya mengulas bagaimana Kylian Mbappé terjebak dalam perangkap tim Spanyol.

Berkat pengawalan ketat dari duo bek tengah dan dukungan terus-menerus dari kedua bek sayap serta Rodri, timnas Spanyol berhasil mengendalikan Mbappé.

Kadang-kadang, Mbappé berpindah ke sisi kiri untuk menghadapi Pedro Porro, namun bek sayap Spanyol itu mendapat dukungan dari Lamine Yamal dan para gelandang yang berhasil menutup ruang gerak dengan baik.

  • France v Spain: Semi Final - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Mbappé terjebak dalam perangkap offside dua kali

    Peluang paling berbahaya yang dimiliki Mbappé terjadi sebelum gol pertama Spanyol, saat ia menerima umpan panjang dari Ousmane Dembélé dan melewati Pau Kobarsi dengan dribel yang luar biasa, namun ia kemudian terkepung oleh Pedro Porro, Aymeric Laporte, dan Kobarsi, sehingga hanya mampu menghasilkan tendangan sudut.

    Mbappé adalah penyerang Prancis yang paling merepotkan bagi pertahanan Spanyol, namun barisan belakang Spanyol berhasil meminimalkan pengaruhnya.

    Bintang Prancis itu terjebak offside dua kali, yang menunjukkan fokus dan koordinasi pertahanan Spanyol dalam menerapkan perangkap offside. 

    Selain itu, Mbappé tidak melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang, hanya berhasil melakukan satu dribel dari lima percobaan, dan hanya memenangkan satu duel dari enam duel yang dilakukannya. Angka-angka ini mencerminkan kinerja pertahanan yang luar biasa dari tim nasional Spanyol, serta menjelaskan ketidakmampuan Prancis untuk melepaskan tembakan ke gawang sepanjang babak pertama.

  • Iklan
  • FBL-WC-2026-MATCH101-FRA-ESPAFP

    Tindakan kekerasan terhadap Unai Simón

    Mbappé banyak memprotes tendangan penalti yang jelas-jelas diberikan setelah Lucas Dini melakukan pelanggaran terhadap Lamine Yamal, dan juga menuntut pelanggaran terhadap Kobarsi, meskipun aksi terakhirnya itu bersih.

    Ia juga terhalang oleh kewaspadaan kiper Unai Simón, yang keluar pada waktu yang tepat untuk menghalau bola yang dimainkan di belakang pertahanan dan mencegahnya berhadapan satu lawan satu.

    Di awal babak kedua, Spanyol tampil lebih baik, dan Pedro Porro berhasil mencetak gol kedua berkat umpan brilian dari Dani Olmo. Kamera menyoroti reaksi Mbappé, yang tampak sangat frustrasi.

    Tembakan pertama Mbappé terjadi pada menit ke-64, saat ia melakukan dribel di sisi kiri dan melepaskan tendangan kaki kiri ke tiang dekat, namun Unai Simón berhasil mengalihkan bola menjadi tendangan sudut.

    Upaya keduanya datang beberapa menit kemudian, dan nyaris masuk ke gawang seandainya tidak ada sentuhan ringan dari Mark Kokorela yang mengubah arah bola menjadi tendangan sudut.

    Gambaran paling jelas dari kekecewaan Mbappé terjadi pada menit ke-86, ketika ia mendapat kartu kuning setelah memukul lengan Unai Simón saat mencoba menekan kiper tersebut, meskipun ia tidak berada dalam posisi untuk mencapai bola, dalam sebuah insiden yang digambarkan sebagai tindakan yang tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google