Real Madrid sedang dalam performa yang meningkat menjelang jeda internasional pada bulan Maret lalu, namun mereka benar-benar ambruk setelah kembali berlaga.
Setelah jeda tim nasional, Real Madrid mengalami penurunan performa yang mengejutkan dan mengkhawatirkan. Apa yang semula tampak sebagai tren positif dengan lima kemenangan beruntun yang mengembalikan Los Blancos ke persaingan di La Liga dan Liga Champions, berubah menjadi situasi yang mengejutkan.
Surat kabar "Marca" menyebutkan bahwa kekalahan dari Mallorca dan Bayern Munich, serta hasil imbang melawan Girona, secara praktis telah menempatkan Real Madrid di luar persaingan La Liga, dan berada di ambang tersingkir dari Liga Champions.
Pelatih Álvaro Arbeloa dan para pemain sebelumnya telah memperingatkan bahwa masa jeda datang pada waktu yang tidak tepat, karena menghentikan rangkaian hasil terbaik tim musim ini, dan prediksi terburuk pun menjadi kenyataan: tim kehilangan ritme, kepercayaan diri, dan yang terpenting, ketangguhan.
Baca juga
Teknologi Video di Kursi Terdakwa karena Real Madrid
.jpeg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)


