- Liga 1 tetap berjalan selama Piala AFF
- Menurunkan pemain muda di turnamen ASEAN ini
- Piala AFF dijadikan sasaran antara menuju SEA Games
AFCPSSI Korbankan Piala AFF Demi SEA Games, Kroasia Dijadikan Contoh
APA YANG TERJADI?
Ketua umum PSSI Erick Thohir memastikan Liga 1 2024/25 tetap bergulir ketika Piala AFF 2024 berlangsung pada November nanti. Selain memprioritaskan SEA Games 2025 di Thailand, kebijakan ini diterapkan, mengingat agenda Piala AFF berdekatan dengan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. PSSI pun berencana menurunkan pemain muda di Piala AFF supaya mereka lebih matang di SEA Games.
PSSISITUASINYA
Berdasarkan kalender yang dirilis konfederasi sepakbola Asia (AFC), matchday pertama dan kedua putaran tiga kualifikasi Piala Dunia 2026 berlangsung pada 5 dan 10 September. Sedangkan matchday ketiga dan keempat digelar 10 dan 15 Oktober, sementara matchday kelima dan keenam dilakukan pada 14 dan 19 November.
Di lain sisi, Piala AFF yang memakai format sebagian kandang dan tandang dijadwalkan berlangsung pada 23 November hingga 21 December.
Getty ImagesAPA YANG DIKATAKAN ERICK?
Erick mengatakan PSSI tidak terlalu memikirkan negara lain bakal menurunkan skuad utama di Piala AFF. Menurutnya, memainkan pemain muda sangat bagus, karena PSSI mempunyai skala prioritas.
“Untuk SEA Games dan AFF, kita masih menunggu putusan AFF dan juga SEA Games itu [terkait] usia berapa yang akan dimainkan di SEA Games. Jadi memang SEA Games menjadi target buat kita. Ini salah satu [upaya] membentuk tim jangka panjang melalui beberapa event kompetisi, salah satunya AFF [sebagai sasaran antara],” beber Erick dikutip laman kantor berita Antara.
“Kalau ditanya, bagaimana pak kalau nanti negara-negara lain di AFF mengeluarkan tim senior? Ya tidak apa-apa. Toh selama ini tim senior kita pun mayoritas generasinya di bawah 25 tahun. Jadi ya kalau kemarin Turki sama Georgia, siapa yang mencetak gol? Itu (Arda Guler) saja usianya 19 tahun, mencetak gol juga kan?”
LEBIH JAUH LAGI
Bahkan Erick mencontohkan Kroasia yang sedang terpuruk di Euro 2024. Bermaterikan sebagian besar pemain tua, Kroasia hanya mendapatkan masing-masing satu imbang dan kekalahan.
“Artinya kita mesti berani membongkar terus sampai bawah. Kenapa elite pro academy sekarang tidak hanya di Liga 1, hingga Liga 2 untuk U16? Ya karena itu harus terus kita membongkar talenta dari bawah harus bisa lahir,” kata Erick.
“Masa 280 juta (penduduk Indonesia) itu-itu saja yang main. Nah ini yang kita coba dorong. Saya tahu tidak mudah, tapi kita harus punya keberanian.”