Menjelang pertandingan melawan Indonesia, Al Harbi ternyata sedang berpolemik dengan Al-Nassr. Penandatanganan kontrak Al Harbi dari Al-Shabab ke Al-Hilal memicu kontroversi setelah ia sempat dinyatakan pindah ke Al-Nassr. Kontrak ditandatangani Al-Nassr dan Al-Harbi, tetapi Al-Shabab, yang merupakan pihak ketiga dalam kasus ini, tidak menandatangani kontrak transfer pemain tersebut ke Al-Nassr.
Setelah itu, Al-Hilal mengumumkan kesepakatan ini dengan tanda tangan dari Al-Shabab, Al Harbi, dan klub yang diperkuat Neymar tersebut. Dengan demikian Al Harbi menandatangani kontrak dengan dua klub.