Getty
Getty Images1Vivianne Miedema - Belanda
Miedema membantu Arsenal meraih titel Women's English Super League pertama sejak 2012, juga menjadi topskor kompetisi dengan 22 gol. Selain itu ia menyumbang 10 assist dari total 19 penampilan.
Striker berusia 22 tahun tersebut juga terpilih sebagai Pemain Terbaik PFA musim ini. Dan setelah memenangkan Women's Euro 2017, Miedema kini bersiap untuk menjadi mesin gol utama Belanda di Piala Dunia tahun ini.
Mantan penggawa Bayern Munich tersebut punya catatan 54 gol dari 74 penampilan di kancah internasional.
Getty Images2Marta - Brasil
Pernah dijuluki 'Pele Wanita' oleh sang legenda Brasil itu sendiri, Marta memang dianggap sebagai salah satu pemain wanita terhebat yang pernah ada tapi belum pernah memenangkan Piala Dunia.
Pemilik enam penghargaan pemain terbaik FIFA tersebut akan berusaha untuk meraih prestasi dalam kariernya bersama Brasil, meski mereka bukan favorit juara tahun ini. Selain itu, sang penyerang berusia 33 tahun juga berambisi menambah koleksi gol internasional.
Marta memimpin Brasil menjadi juara Copa America Femenina 2018 dengan mengemas 13 gol dan juga mengantar timnya, Orlando Pride mencapai play-off semi-final US NWSL.
Getty Images3Steph Houghton - Inggris
Kapten Manchester City, Houghton memainkan sepakbola terbaik dalam kariernya pada waktu tersulir secara pribadi, dan pergi ke Prancis setelah ia memutuskan untuk meninggalkan suaminya yang tengah sakit, eks penggawa Liverpool, Stephen Darby.
Darby terpaksa pensiun pada September tahun lalu setelah mengalami penyakit motor neuron, dan sang bek sentral pada awalnya mengatakan siap untuk dicoret dari skuat Inggris apabila dimungkinkan.
Namun pelatih Phil Neville senang Houghton, 31, akhirnya ikut ke Piala Dunia tahun ini karena ketenangan dan kepemimpinannya memang dibutuhkan dalam kampanye Inggris untuk meraih titel pertama mereka.
Getty Images4Mana Iwabuchi - Jepang
Iwabuchi siap untuk memiliki dampak besar di Prancis setelah membintangi kemenangan negaranya di Piala Asia tahun lalu, di mana ia dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.
Sang penyerang berusia 26 tahun sudah pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Saat berusia 18 tahun, ia bermain di menit-menit akhir babak tambahan ketika Jepang mengalahkan Amerika Serikat pada final 2011. Ia juga meraih medali runner-up di Olimpiade 2012 dan Piala Dunia 2015.
Pengalaman besarnya akan memberi pengaruh kepada skuad muda Jepang di Prancis tahun ini, dengan dua penyerang yang baru berusia 19 tahun, Riko Ueki dan Jun Endo akan menjadi debutan.
Getty Images5Mallory Pugh - Amerika Serikat
Dianggap sebagai penerus legenda sekaligus pemenang dua kali Piala Dunia, Mia Hamm, Pugh muncul sebagai bintang baru Amerika Serikat untuk meneruskan dominasi di sepakbola wanita.
Banyak mata memandang kapten tim, Carli Lloyd di tim AS, tapi peran Pugh yang baru berusia 21 tahun diprediksi lebih panjang dan bakal bersinar karena bakatnya sudah terasah di level internasional sejak usia 12 tahun.
Dikenal dengan gaya giringannya yang lincah dan tembakan akurat, sang penyerang kemungkinan besar akan menjalani peran sebagai pemain pengganti terlebih dahulu sebelum meledakkan talentanya.
Getty Images6Dzsenifer Marozsan - Jerman
Salah satu dari bintang Lyon lainnya yang siap bersinar di Piala Dunia kali ini, Marozsan akan memainkan peran krusial bagi Jerman yang membidik trofi ketiga sepanjang sejarah.
Playmaker berusia 27 tahun tersebut terpilih sebagai pemain terbaik di Division 1 Feminine musim ini dan tengah berada dalam periode terbaik dalam kariernya untuk mencatatkan prestasi lebih besar.
Marozsan sempat menderita emboli paru-paru - pembuluh darah yang tersumbat di paru-parunya - pada musim panas lalu tetapi mampu bangkit dengan mencetak gol pembuka dalam kemenangan Lyon 4-1 atas Barcelona di final Liga Champions.
Getty Images7Eugenie Le Sommer - Prancis
Topskor Prancis dengan 74 gol, striker sekaligus bintang Olympique Lyon datang ke Piala Dunia tahun ini setelah memenangkan titel Liga Champions keenamnya dan siap memimpin Prancis menjadi juara di hadapan publik sendiri.
Le Sommer, 30, mengemas 21 gol yang membawa Lyon mempertahankan gelar juara Division 1 Feminine untuk ke-13 kali secara beruntun dan berjaya di pentas Eropa untuk empat tahun secara beruntun pula.
Sekarang ia berusaha untuk menyamai prestasi tim pria Prancis yang sukses memenangkan Piala Dunia 2018 lalu di Rusia dan mengejas rekor topskor sepanjang masa milik Marinette Pichon dengan 81 gol.
Iklan