Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
imago-sport-1081809170.jpgAlberto Gardin

Diterjemahkan oleh

Perang 500 juta: mengapa Atletico berkata tidak kepada Barcelona dalam transfer Julian Alvarez?

Sorakan cemoohan yang menyambut Julian Alvarez di Stadion Metropolitano saat menghadapi Villarreal bukanlah sekadar luapan amarah sesaat dari para suporter, melainkan babak terakhir dari sebuah serial musim panas yang rumit, dengan dua tokoh utamanya Atletico Madrid dan Barcelona, serta korbannya seorang bintang yang hingga belum lama ini merupakan idola para pendukung. Sejak hari pertama bursa transfer, sikap Atletico sudah jelas dan tegas: sang laba-laba tidak akan mengenakan seragam Blaugrana.

Sikap itu disampaikan oleh CEO Miguel Angel Gil Marin dengan lantang dan tanpa basa-basi, guna mengakhiri seluruh spekulasi. Meski pemain itu sendiri meyakini, setelah pernyataannya yang terkenal di Piala Dunia "yang terbaik bagi semua orang adalah kepindahan.. aku ingin mewujudkan mimpiku", bahwa kepergiannya hanyalah soal waktu, ia tetap memulai musim dengan seragam Los Rojiblancos, dan meninggalkan lapangan menjauh dari rekan-rekannya atas keputusan klub untuk menghindari segala gesekan, dalam sebuah momen yang menjadi sorotan dunia. Lantas, apa sebenarnya alasan di balik penolakan tegas ini?

  • Perhitungan matematis: Tak ada pengganti bagi sang laba-laba

    Alasan pertama murni bersifat olahraga. Atletico tidak hanya menutup pintu bagi Barcelona, tetapi bagi semua pihak. Ucapan Gil Marin tegas: "Kami tidak akan menerima 100, 150, maupun 200 juta untuk Julian," seraya berpegang teguh pada klausul penalti fantastis senilai 500 juta euro.

    Bagi Diego Simeone, tim melakukan lompatan kualitas musim panas ini dengan kedatangan nama-nama besar seperti Cuti Romero, Hojlund, Kang-in Lee, dan Grimaldo, di samping Arnau Ortiz. 

    Namun, bagian penentu yang menjadi landasan proyek meraih gelar adalah lini serang. Sebagaimana dikatakan Cholo setelah hasil imbang melawan Villarreal: "Jika kami ingin meraih gelar, kami perlu bersatu dan memiliki para penyerang penting, kami memiliki itu dan harus mempertahankannya."

    Ini adalah kenyataan yang ditegaskan oleh angka-angka, sebab Alvarez saat ini adalah penyerang termahal ketiga di dunia dengan nilai 120 juta euro menurut Transfermarkt, hanya di belakang Haaland dan Mbappe. Sepuluh gol di Liga Champions membawa tim ke semifinal meski ia bermain dalam kondisi cedera pergelangan kaki, membuktikan bahwa ia tidak tergantikan di pasar gila yang harga-harganya dibayar dengan kenaikan 43% dari nilai sebenarnya. 

    Dengan tidak adanya tekanan untuk menjual demi financial fair play, serta hadirnya dana Apollo untuk mengangkat ambisi, maka menjual sang bintang akan menjadi langkah mundur.

  • Iklan
  • Tuduhan serius soal "tekanan dan pelecehan"

    Sisi kedua bersifat pribadi dan hukum. Atletico Madrid tidak hanya menolak, tetapi juga mengajukan pengaduan resmi ke FIFA dan Federasi Sepakbola Spanyol, menuduh Barcelona bernegosiasi dengan pemainnya di belakang mereka, dan pada waktu yang sangat berbahaya, yakni ketika kedua tim saling berhadapan di Liga Champions dan Copa del Rey musim lalu.

    Atletico menuduh Barcelona telah "melakukan tekanan dan gangguan" terhadap sang pemain untuk memaksanya pergi, dan klub itu menilai bahwa pernyataan Alvarez pada 22 Juni tak lebih dari bagian dari rencana yang disusun antara klub Katalan dan agen sang pemain untuk menurunkan harganya serta menyingkirkan para pesaing seperti klub-klub Premier League.

  • Dilarang memperkuat pesaing langsung

    Alasan ketiga bersifat strategis, karena Atletico menganggap dirinya pesaing langsung Barcelona di semua lini. Musim lalu, Barcelona menyingkirkan mereka dari Liga Champions dan Copa del Rey, sementara Liga adalah target terbesar. Menjual pemain terbaik kepada pesaing yang akan mereka hadapi di semifinal Piala Super serta memperebutkan gelar-gelar lain adalah tindakan bunuh diri secara olahraga. 

    Karena alasan inilah, penolakan juga bersifat mutlak ketika tawaran senilai 150 juta datang dari Real Madrid setelah Florentino Perez terpilih kembali. Prinsipnya satu: Julian tidak dijual, dan jika memang harus dijual, biarlah ke luar negeri, khususnya ke Arsenal atau Chelsea sebagai pilihan terakhir.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Aksi mengejek yang memicu kemarahan

    Akhirnya, tawaran resmi dari klub Catalan itu datang untuk memperkeruh keadaan; 100 juta euro yang dibayarkan secara mencicil selama beberapa tahun, sebuah tawaran yang disebut Atletico sebagai sindiran dan mereka balas dengan nada mengejek di media sosial, menganggapnya sebagai bagian dari strategi terkenal "Nico Williams": melibatkan pemain secara terang-terangan agar ia meminta hengkang, sehingga permintaan atas dirinya berkurang dan harganya pun turun.

    Anda dapat membahas topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

    Hari ini, Atletico mengalami situasi yang rumit: seorang bintang yang tidak ingin bertahan, para suporter yang menolak sosok yang dulunya mereka puja, dan seorang pelatih yang menyadari bahwa untuk meraih gelar ia membutuhkan seorang penyerang penting... yang ingin menjadi penting. Serial ini memiliki babak terakhir hingga 1 September pukul 23.59.