Pep Guardiola meminta Erling Haaland untuk 'berhenti berbicara' dengan Real Madrid, sementara Manchester City khawatir tentang masa depan sang striker
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, dilaporkan telah campur tangan untuk meminta Erling Haaland menghentikan pembicaraan dengan Real Madrid di tengah kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai masa depannya. Pelatih asal Catalunya itu khawatir bahwa spekulasi terus-menerus mengenai kemungkinan pindah ke Spanyol dapat mengganggu konsentrasi striker tersebut pada fase kritis musim ini. Meskipun Haaland, yang berusia 25 tahun, tetap menjadi figur kunci di Etihad, Guardiola ingin semua negosiasi ditunda hingga musim ini berakhir.
Perjuangan Guardiola untuk fokus di ruang ganti
Dengan spekulasi mengenai kemungkinan kepindahan ke Real Madrid yang semakin memuncak, jajaran petinggi Etihad semakin cemas terhadap dampak rumor-rumor tersebut terhadap bintang mereka. Pelatih asal Catalunya, yang dikenal dengan perhatiannya yang teliti terhadap detail dan keharmonisan tim, telah merasa lelah dengan kebisingan konstan yang berasal dari ibu kota Spanyol. Situasi telah mencapai titik kritis di mana Guardiola merasa perlu melindungi ruang ganti timnya dari gangguan eksternal selama fase paling menantang musim ini. Haaland tetap menjadi fokus utama serangan City, namun ada kekhawatiran bahwa hubungan yang terus-menerus dengan Santiago Bernabeu dapat menggagalkan ambisi klub untuk meraih trofi jika komitmennya dipertanyakan.
Iklan
AFP
Guardiola menuntut agar kebisingan dihentikan.
Menurut El Nacional, pelatih asal Catalunya tersebut memandang Haaland tidak hanya sebagai penyerang yang subur, tetapi juga sebagai elemen kunci yang memungkinkan City bersaing di level tertinggi di semua kompetisi. Bagi Guardiola, menjaga kondisi mental dan fisik Haaland yang berusia 25 tahun tetap prima adalah hal yang tidak bisa ditawar, terutama saat musim memasuki fase paling krusial dan menantang.
Selain itu, Guardiola yakin bahwa mencapai tujuan ambisius klub tidak mungkin terwujud jika striker andalannya tidak beroperasi pada kapasitas maksimal. Ia menekankan bahwa Haaland harus terbebas dari beban psikologis terkait persaingan transfer dengan Real Madrid, memastikan komitmen penuh di lapangan tanpa gangguan eksternal.
Faktor Real Madrid
Kehadiran Madrid dalam narasi ini tidaklah mengejutkan bagi siapa pun yang mengikuti perkembangan sepak bola Eropa. Raksasa Spanyol ini telah lama menunjukkan minat pada mantan pemain Borussia Dortmund, minat yang semakin menguat seiring upaya mereka untuk memperkuat barisan penyerang. Florentino Perez dilaporkan siap menjajaki semua kemungkinan untuk membawa striker tersebut ke ibu kota Spanyol pada musim panas mendatang, menyadari adanya peluang jika pemain tersebut menunjukkan keinginan untuk pindah.
Meskipun kesepakatan sebesar ini secara teoritis kompleks, ancaman tersebut cukup nyata untuk mendorong Guardiola bertindak. Obsesi manajer dalam menjaga lingkungan yang steril, di mana hanya apa yang terjadi di lapangan yang penting, telah membuatnya tegas terhadap murid bintangnya. Pesan yang jelas: dialog antara tim manajemen pemain dan juara Eropa saat ini harus dihentikan segera untuk menjaga integritas kampanye City saat ini.
Getty Images
Apa yang akan terjadi selanjutnya bagi Haaland dan Guardiola?
Menurut sumber yang dekat dengan situasi, Guardiola secara pribadi telah meminta Haaland untuk "berhenti berbicara dengan Real Madrid" untuk saat ini. Manajer tersebut tidak berusaha untuk menghalangi perpindahan di masa depan secara permanen, tetapi ia bersikeras agar semua negosiasi ditunda hingga akhir musim ini. Prioritas Pep adalah agar striker tersebut sepenuhnya fokus pada pertandingan-pertandingan yang akan datang, daripada memikirkan bagaimana hidupnya akan terlihat di La Liga musim depan.
Setelah peluit akhir musim 2025-26 dibunyikan, Guardiola telah mengindikasikan bahwa Haaland akan memiliki "kebebasan penuh untuk melakukan apa pun yang dia inginkan." Namun, hingga saat itu, diharapkan ada komitmen penuh terhadap proyek Manchester City. Apakah Haaland akan mengikuti nasihat ini masih harus dilihat, tetapi ketegangan antara juara Inggris dan raksasa Spanyol terus mendidih di bawah permukaan permainan Eropa.