Quique Sánchez Flores XaviGetty

Pelatih Sevilla: Barcelona Selalu Perlakukan Legenda Dengan Buruk

  • Xavi menjalani laga terakhir bersama Barcelona
  • Flores mengkritik keputusan Barcelona
  • Duel kontra Barcelona jadi laga terakhir Flores
  • XaviGetty Images

    APA YANG TERJADI?

    Pertandingan antara Sevilla dan Barcelona, Senin (27/5) dini hari WIB, bakal menjadi laga terakhir Xavi Hernandez bersama Blaugrana setelah dilengserkan dari kursi pelatih. Keputusan Barcelona itu mendapat reaksi keras dari pelatih Sevilla, Quique Sanchez Flores, dengan menyebutkan klub Catalunya tersebut selalu memperlakukan legenda mereka dengan buruk.

  • Iklan
  • Laporta és XaviFabrizio Romano/Facebook

    GAMBARAN BESAR

    Presiden Joan Laporta dikenal sebagai sosok kontroversial bila dikaitkan dengan sejumlah legenda. Ronald Koeman dan Lionel Messi merasakan kekecewaan ketika meninggalkan Barcelona. Namun apa yang dialami jauh lebih buruk dibandingkan kedua legenda Barcelona tersebut. Xavi sempat menyatakan dirinya tetap bertahan di klub pada akhir April setelah di awal Januari mengungkapkan keinginannya untuk mundur. Tetapi pada akhirnya dia didepak dalam rapat yang dipimpin Laporta.

  • Quique Sanchez FloresGetty Images

    APA YANG DIKATAKAN FLORES?

    “Saya sebetulnya tidak boleh mengatakan hal ini, tetapi Barcelona selalu memperlakukan legenda mereka dengan buruk. Itu adalah keputusan buruk, sebuah keputusan buruk,” ucap Flores dikutip laman Sport.

    “Dengan Koeman, dengan Messi, sekarang dengan Xavi. Andai saja klub-klub memperlakukan legenda mereka dengan sangat baik, itu akan menjadi hal yang luar biasa, karena mereka terkoneksi, baik para direksi, fans, yang memperlakukan mereka dengan baik, karena terhubung dengan mereka.”

  • LAGA PERPISAHAN FLORES

    Pertandingan pada akhir pekan ini tidak hanya menjadi laga perpisahan bagi Xavi, tapi juga Flores. Meski masih mempunyai ikatan kontrak hingga Juni 2025 setelah didatangkan pada Desember 2023, Flores memilih meninggalkan Sevilla, karena merasa dirinya gagal mendongkrak performa tim.

0