Getty ImagesDiterjemahkan oleh
Para pendukung Manchester United membalas Sir Jim Ratcliffe dengan spanduk pro-imigrasi yang menampilkan tujuh legenda klub
Pernyataan politik di Old Trafford
Suasana di Old Trafford menjadi politis pada Minggu saat beberapa pendukung Manchester United mengungkapkan perasaan mereka terhadap Ratcliffe selama kemenangan krusial 2-1 melawan Crystal Palace. Menurut The Athletic, kemenangan yang sengit ini mengantarkan Setan Merah ke peringkat ketiga klasemen Premier League dengan 51 poin, namun fokus banyak orang tetap tertuju pada spanduk pro-imigrasi raksasa yang dibentangkan di atas terowongan pemain menjelang babak kedua.
Spanduk tersebut bertuliskan: “MUFC dengan bangga didirikan oleh imigran,” sebuah permainan kata yang sengaja dibuat untuk menentang klaim bos INEOS. Tampilan tersebut menjadi pengingat visual akan warisan beragam yang membangun klub, menampilkan wajah legenda Prancis Eric Cantona dan Patrice Evra, ikon Korea Selatan Park Ji-sung, Bruno Fernandes, Ole Gunnar Solskjaer, Amad Diallo, dan gelandang Brasil Casemiro.
Getty Images SportWawancara yang kontroversial dan data
Perselisihan ini bermula dari wawancara pada bulan Februari dengan Sky, di mana Ratcliffe membuat beberapa klaim yang tidak didukung bukti mengenai populasi imigran dan kondisi ekonomi Inggris. Miliarder berusia 73 tahun itu memicu kemarahan segera ketika ia menyatakan: “Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang yang menerima tunjangan dan tingkat imigran yang sangat tinggi. Saya maksudkan, Inggris telah dijajah. Ini menghabiskan terlalu banyak uang.”
Ia mempertahankan pendiriannya dengan menambahkan, “Inggris telah dijajah oleh imigran, bukan begitu? Maksud saya, populasi Inggris pada tahun 2020 adalah 58 juta, sekarang menjadi 70 juta. Itu berarti 12 juta orang.” Namun, angka-angka ini bertentangan dengan data resmi; Kantor Statistik Nasional memperkirakan populasi Inggris pada November 2025 sebesar 69,5 juta, dan jumlah penerima tunjangan pengangguran hanya 1,68 juta.
Kecaman nasional dan permintaan maaf
Dampak dari wawancara tersebut mencapai tingkat tertinggi pemerintah Inggris, dengan Perdana Menteri Sir Keir Starmer dengan cepat menggambarkan komentar Ratcliffe sebagai “menyinggung dan salah”. Di hadapkan pada krisis hubungan masyarakat yang semakin memburuk dan kecaman luas dari berbagai kalangan politik dan olahraga, Ratcliffe terpaksa menanggapi reaksi negatif tersebut melalui pernyataan resmi.
Dia mengeluarkan pernyataan keesokan harinya, meskipun banyak pendukung merasa pernyataan tersebut tidak cukup sebagai penarikan kembali yang tulus. “Saya menyesal bahwa pilihan kata-kata saya telah menyinggung beberapa orang di Inggris dan Eropa serta menimbulkan kekhawatiran, tetapi penting untuk membahas isu imigrasi yang terkendali dan dikelola dengan baik yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Ratcliffe, berusaha mengalihkan pembicaraan kembali ke teori-teori ekonominya.
jim-ratcliffePemisahan budaya di dalam klub
Sejak INEOS mengambil alih operasional olahraga Manchester United pada awal 2024, klub ini telah mengalami transformasi radikal di balik layar. Namun, gesekan terbaru antara para penggemar dan pemilik klub menyoroti perpecahan budaya yang semakin dalam; sementara Ratcliffe dipuji karena menerapkan struktur efisien di lapangan, keterlibatannya dalam retorika politik yang memecah belah telah menjauhkan sebagian besar basis penggemar.
Ketika spanduk "Proudly Colonised" digantung di terowongan Old Trafford selama perayaan kemenangan 2-1 atas Palace, hal itu menyoroti ketegangan antara kepemimpinan klub dan nilai-nilai komunitasnya. Para pendukung telah menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan retorika provokatif berlalu begitu saja, membuktikan bahwa bagi para penggemar United, kehebatan klub tidak terpisahkan dari kontribusi bintang-bintang internasionalnya.
Iklan



