Suasana di Stadion Vila Belmiro berubah menjadi sangat memanas pada hari Minggu setelah Santos kalah dari Fluminense (2-3). Para pendukung Santos tidak menahan diri dan menghujani Neymar dengan sorakan dan cemoohan saat peluit akhir dibunyikan.
Pemain Brasil itu jelas terlihat kesal dan terekam kamera saat ia bergegas masuk ke terowongan. Tak lama setelah pertandingan, ia mengungkapkan ketidakpercayaannya atas siulan keras para penggemar di media sosial dan menulis: "Sepertinya sudah sampai pada titik di mana saya bahkan harus menjelaskan mengapa saya menggaruk telinga! Serius, kalian benar-benar sudah terlalu jauh dan melampaui batas. Sangat menyedihkan bahwa saya harus menghadapi ini setiap hari, tidak ada orang yang bisa menanggung ini."
Meskipun Neymar memainkan peran krusial dalam mempertahankan posisi Santos di Brasileiro Série A musim lalu, musim ini berjalan sedikit lebih sulit. Meskipun mencetak empat gol dan tiga assist dalam sembilan pertandingan, upaya individunya tidak dapat menutupi rekor suram hanya tiga kemenangan dari dua belas pertandingan liga.
Klub ini saat ini berada di peringkat kelima belas, hanya satu poin di atas zona degradasi. Namun, Corinthians yang diperkuat Memphis Depay justru berada di zona degradasi, di peringkat ketujuh belas.
Pertandingan itu sendiri menjadi kekecewaan bagi tuan rumah. Santos dua kali unggul berkat gol dari Gabriel Barbosa dan Álvaro Barreal, namun gagal mempertahankan keunggulan tersebut. Titik balik terjadi di akhir babak kedua ketika Neymar gagal memanfaatkan peluang emas untuk memastikan kemenangan. Pada akhirnya, John Kennedy berhasil mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-86.
Situasi Neymar saat ini di Santos juga memunculkan pertanyaan penting mengenai masa depannya di tim nasional. Menjelang Piala Dunia, pelatih tim nasional Brasil Carlo Ancelotti masih membuka peluang bagi pencetak gol terbanyak sepanjang masa tersebut.
Neymar masih memiliki sekitar sepuluh pertandingan untuk meyakinkan pelatih nasional Carlo Ancelotti, yang sebelumnya tidak memasukkannya ke dalam skuad, sebelum daftar pemain final diumumkan. Nasib sang playmaker telah menjadi isu nasional di Brasil, di mana Presiden Lula menyatakan bahwa pemain tersebut harus dimasukkan asalkan ia dalam kondisi fisik yang prima.
