Saudi Arabia - Ahly SCchatgpt

Diterjemahkan oleh

Musim panas yang terik... Angin dari Arab Saudi bertiup ke arah Kastil Al-Ahly

Klub Al-Ahly Mesir kini menghadapi tantangan baru selama jendela transfer musim panas ini, setelah klub-klub Saudi mengarahkan perhatian mereka ke sejumlah bintang utamanya, di tengah lonjakan besar yang dialami Liga Roshen Saudi, serta upaya berkelanjutan klub-klub tersebut untuk mendatangkan nama-nama besar dari berbagai liga.

Angin dari Arab Saudi kini bertiup kencang ke markas Al-Ahly, setelah klub-klub Riyadh, Neom, dan Al-Hazm memasuki negosiasi serius untuk merekrut tiga pemain andalan tim tersebut, yaitu Mahmoud Hassan “Trezeguet”, Imam Ashour, dan pemain Tunisia Mohamed Ali bin Ramadan, dalam kesepakatan yang berpotensi mengubah komposisi tim pada musim depan, jika klub-klub tersebut berhasil memenuhi tuntutan manajemen Al-Ahli.

  • New Zealand v Egypt: Group G - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Al-Riyadh hampir menyelesaikan kesepakatan untuk Trezeguet

    Al-Riyadh hampir menyelesaikan salah satu transfer paling menonjol di bursa transfer, setelah mencapai kesepakatan awal dengan Al-Ahly untuk merekrut pemain sayap internasional Mesir Mahmoud Hassan "Trezeguet", sebagai langkah awal untuk mendatangkannya selama bursa transfer musim panas saat ini.

    Trezeguet, yang berusia 31 tahun, terikat kontrak dengan Al-Ahly hingga musim panas 2030, setelah kembali ke klub asalnya pada musim panas 2025, menyusul perjalanan karier profesionalnya yang panjang di mana ia mencatatkan prestasi gemilang di beberapa liga Eropa, sebelum dengan cepat merebut kembali posisinya di barisan “Al-Qalaa Al-Hamraa” (Al-Ahly).

    Negosiasi antara Al-Riyadh dan Trezeguet, yang berusia 31 tahun, telah mencapai tahap lanjut, terutama terkait kesepakatan mengenai syarat-syarat pribadi, yang membuat kepindahan bintang Mesir ini ke Liga Saudi semakin dekat dari sebelumnya.

    Keinginan Trezeguet untuk menjalani pengalaman baru di Liga Roshen Saudi memainkan peran sentral dalam mempercepat proses negosiasi. Meskipun ada minat dari lebih dari satu klub untuk mendapatkan jasanya, namun tekad sang pemain untuk mengambil langkah ini, ditambah dengan keseriusan pihak Al-Riyadh, berkontribusi dalam mendekatkan pandangan semua pihak.

    Proses kesepakatan ini diperkirakan akan diselesaikan setelah Trezeguet menyelesaikan partisipasinya bersama tim nasional Mesir di putaran final Piala Dunia 2026, di mana sang pemain lebih memilih untuk fokus sepenuhnya pada tim nasional sebelum menentukan masa depannya secara definitif.

    Trezeguet terus menunjukkan performa gemilangnya bersama timnas Mesir, setelah mencetak gol ketiga dalam kemenangan bersejarah atas timnas Selandia Baru dengan skor 3-1 di Piala Dunia 2026, sekaligus membuktikan kesiapannya secara teknis dan fisik.

    Sementara itu, dalam penampilannya bersama Al-Ahly, pemain sayap internasional ini mencatatkan musim yang luar biasa, setelah tampil dalam 32 pertandingan di berbagai kompetisi, mencetak 18 gol, dan memberikan satu assist, sehingga menegaskan bahwa ia masih menjadi salah satu senjata serangan utama dalam tim.

  • Iklan
  • New Zealand v Egypt: Group G - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Neom menolak tuntutan finansial Al-Ahly untuk merekrut Imam Ashour

    Sementara itu, klub Neom telah memulai langkah-langkah resmi untuk merekrut bintang gelandang Al-Ahly, Imam Ashour, mengingat keyakinan manajemen klub Saudi tersebut terhadap kemampuan sang pemain untuk membuat perbedaan, setelah penampilan menonjol yang ia tunjukkan bersama timnya dan tim nasional Mesir dalam beberapa waktu terakhir.

    Manajemen Neom telah mengajukan tawaran resmi pertamanya kepada Al-Ahly, dengan nilai total enam juta dolar AS, yang terdiri dari empat juta dolar AS sebagai nilai tetap, ditambah dua juta dolar AS dalam bentuk insentif dan bonus yang terkait dengan penampilan pemain serta hasil tim.

    Namun, manajemen Al-Ahly langsung menolak tawaran tersebut, dengan menegaskan bahwa nilai yang ditawarkan tidak mencerminkan kualitas teknis Imam Ashour maupun nilai pemasarannya, terutama setelah ia menjadi salah satu bintang utama tim selama dua musim terakhir.

    Al-Ahly meminta sepuluh juta dolar AS sebagai syarat untuk menyetujui penjualan pemain tersebut, yang terdiri dari delapan juta dolar AS sebagai nilai tetap, ditambah dua juta dolar AS berupa insentif dan komponen variabel, yang mencerminkan tekad klub untuk mempertahankan gelandang internasional tersebut.

    Kekukuhan Al-Ahly terhadap angka tersebut disebabkan oleh peran penting yang dimainkan Imam Ashour di dalam tim, setelah ia menjadi elemen yang tak tergantikan di lini tengah, berkat potensi teknisnya yang besar, kemampuannya menghubungkan lini-lini permainan, serta kontribusinya yang konsisten dalam mencetak gol dan kehadiran fisiknya yang kuat.

    Selama kariernya bersama Al-Ahly, Imam Ashour telah tampil dalam lebih dari 80 pertandingan di berbagai kompetisi, mencetak sekitar 30 gol, dan menciptakan lebih dari 15 gol, serta memainkan peran penting dalam membawa tim meraih sejumlah gelar juara di tingkat domestik dan kontinental, sehingga menjadikannya salah satu bintang terkemuka “Kastil Merah”.

    Ide kepergian Imam Ashour sempat dibahas sebelumnya, namun manajemen Al-Ahly kembali mengevaluasi situasi tersebut dan memutuskan untuk mempertahankannya, setelah menyadari betapa besar pengaruhnya di dalam tim.

    Selain itu, penampilan gemilang yang ditunjukkan Imam Ashour bersama tim nasional Mesir di Piala Dunia 2026 turut meningkatkan nilai pasarnya secara signifikan, setelah ia membuktikan diri sebagai salah satu bintang utama tim nasional, yang membuat lebih dari satu klub dari Arab Saudi dan Teluk mulai memantau situasinya dengan cermat.

    Meskipun Al-Ahly tetap mempertahankan sang pemain, negosiasi masih berlanjut, sambil menunggu apakah klub Neom akan memutuskan untuk meningkatkan tawaran finansialnya agar sesuai dengan tuntutan manajemen Al-Ahly.

  • FBL-WC-CLUB-2025-MATCH17-PALMEIRAS-AHLYAFP

    Al-Hazm bergerak untuk merekrut Muhammad Ali bin Ramadan

    Minat Saudi tidak hanya tertuju pada duet Trezeguet dan Imam Ashour, karena klub Al-Hazm juga ikut terlibat dalam negosiasi, dengan target merekrut gelandang asal Tunisia, Mohamed Ali Ben Ramadan.

    Pihak manajemen Al-Hazm telah memulai langkah-langkah resmi untuk merekrut pemain tersebut, berdasarkan rekomendasi langsung dari pelatih asal Tunisia, Jalal Al-Qadri, yang menilai bahwa Bin Ramadan memiliki potensi yang memadai untuk memimpin lini tengah tim pada musim baru mendatang.

    Al-Hazm sedang mencari pemain yang memiliki pengalaman internasional dan kualitas teknis untuk memperkuat skuadnya, dan Mohamed Ali Ben Ramadan menjadi salah satu opsi utama yang dipertimbangkan, berkat kemampuannya yang luar biasa dalam membangun serangan, menghubungkan lini-lini, dan menciptakan peluang.

    Pemain asal Tunisia ini terikat kontrak dengan Al-Ahly hingga Juni 2029, setelah bergabung dengan tim tersebut pada bursa transfer musim panas 2025, datang dari klub Hungaria Ferencváros, dalam kesepakatan yang saat itu menarik banyak perhatian.

    Meskipun pengalaman Ben Ramadan bersama Al-Ahly masih tergolong baru, penampilannya yang impresif telah membuatnya menjadi incaran sejumlah klub, terutama Al-Hazm, yang berharap dapat meyakinkan manajemen klub Mesir tersebut untuk melepasnya pada musim panas ini.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • emam ashour  ben romdhane  trezeguetchatgpt

    Al-Ahly Hadapi Ujian Berat

    Langkah-langkah yang dilakukan Saudi secara bersamaan terhadap lebih dari satu pemain di Al-Ahly menegaskan bahwa klub Mesir tersebut kini memiliki sejumlah pemain yang mampu menarik perhatian klub-klub besar di kawasan ini, yang menempatkan manajemen di hadapan ujian berat untuk menyeimbangkan antara mempertahankan tulang punggung tim dan memanfaatkan tawaran finansial besar yang mengalir kepada para bintangnya.

    Seiring berlanjutnya bursa transfer, semua skenario tampaknya mungkin terjadi, baik ketiga pemain tersebut tetap bertahan di Al-Ahly, maupun kepergian salah satu atau lebih di antaranya. Namun yang pasti, beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu dalam menentukan masa depan Al-Ahly, di tengah meningkatnya godaan dari Liga Saudi, yang terus membidik para bintang sepak bola Arab terkemuka.