Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Arsenal FC v FC Shakhtar Donetsk - UEFA Champions League 2024/25 League Phase MD3Getty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Murid Slot dan penakluk Barcelona: Apa yang menanti Al Ahly bersama Posecic?

Pemilihan Al Ahli Saudi terhadap pelatih Belanda Marino Pusic bukan sekadar solusi cepat setelah kepergian Matthias Jaissle, melainkan sebuah taruhan pada seorang pelatih yang membawa mazhab sepak bola yang jelas, serta meyakini sepak bola menyerang dan pressing tinggi, setelah ia membangun namanya di lebih dari satu persinggahan Eropa, hingga membawa Shakhtar Donetsk meraih kemenangan atas Barcelona di Liga Champions Eropa.

Kendati nama Pusic tidak memiliki kilau media seperti sejumlah pelatih besar, perjalanan kariernya mengungkap sosok kepelatihan yang memiliki gagasan-gagasan yang jelas serta pengalaman yang beragam, dan hal itulah yang mendorong manajemen Al Ahli untuk memberinya tugas memimpin "Al Raqi" pada salah satu periode tersulit yang dilalui klub.

  • FBL-EUR-C1-SHAKHTAR-BRESTAFP

    Dari Sekolah Slot Menuju Kursi Kepelatihan Al Ahly

    Bosic memulai perjalanan kepelatihannya dari dalam sekolah sepakbola Belanda, di mana ia bekerja sebagai asisten rekan senegaranya, Arne Slot, di Alkmaar, sebelum ikut mendampinginya juga di Feyenoord. Itulah periode saat ia menyerap banyak detail taktik yang menjadikan Slot salah satu pelatih paling menonjol di Eropa.

    Baca juga: Salah dan perjalanan merebut kembali takhta: skenario historis yang mengembalikan Sang Raja ke puncak Eropa

    Setelah itu, ia memulai kariernya sebagai manajer, membawa Twente kembali ke Liga Utama Belanda, sebelum menjalani babak terpentingnya bersama klub Ukraina, Shakhtar Donetsk. Di sana ia meraih gelar Liga Ukraina, menjuarai Piala Ukraina dua kali, dan tampil mengesankan di Liga Champions Eropa.

    Momen Eropa paling menonjolnya adalah ketika ia membawa Shakhtar mengalahkan Barcelona pada fase grup edisi 2023-2024, sebuah hasil yang menegaskan kemampuan sang pelatih dalam mengelola laga-laga besar dan bersaing dengan klub-klub raksasa.

  • Iklan
  • Identitas ofensif yang jelas

    Posecco mengandalkan filosofi menyerang yang bertumpu pada penguasaan bola positif, tekanan tinggi, dan keinginan konstan untuk mencetak gol lebih banyak daripada lawan, gagasan-gagasan yang telah ia sampaikan di lebih dari satu kesempatan selama masa kepelatihannya di Shakhtar.

    Pelatih asal Belanda itu berpandangan bahwa sepak bola menyerang tidak akan bisa berhasil tanpa pertahanan yang kuat, sehingga ia selalu mengaitkan antara tekanan dini dan perebutan bola dengan cepat di area lapangan lawan, demi menjaga lawan tetap berada di bawah tekanan yang terus-menerus.

    Ia juga tidak percaya pada adanya formasi yang tetap, melainkan lebih memilih fleksibilitas taktik, dengan sering mengandalkan skema 4-3-3, disertai kemungkinan beralih ke 4-2-3-1 sesuai dengan karakter lawan dan situasi pertandingan.

  • FBL-EUR-C1-SHAKHTAR-BRESTAFP

    Mengapa cocok untuk Al Ahli?

    Hal yang mungkin paling membedakan Posecki adalah bahwa gagasan-gagasannya sangat sejalan dengan identitas Al Ahli dalam beberapa musim terakhir, sebab tim ini memiliki elemen-elemen serangan yang istimewa, serta para pemain yang piawai dalam penguasaan bola dan pergerakan di antara lini, yang semuanya selaras dengan gaya sang pelatih.

    Ia juga memberikan kebebasan yang besar kepada para bek sayap untuk maju dan menciptakan peluang, serta menaruh perhatian besar pada pergerakan tanpa bola dan pertukaran posisi, di samping mengandalkan kebugaran fisik yang tinggi dan kedisiplinan kolektif, yang merupakan elemen-elemen yang dapat membantu Al Ahli memulihkan karakternya dengan cepat.

    Namun sebaliknya, tantangan sesungguhnya di hadapan Posecki tetaplah merebut kepercayaan para suporter setelah kepergian Jaissle, serta membuktikan bahwa apa yang ia tampilkan di Eropa dapat pula berhasil di dalam Liga Roshn, di mana sifat persaingan dan tekanannya berbeda, dan pencapaian hasil menjadi tolok ukur utama untuk menilai pelatih mana pun.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google