Pemilihan Al Ahli Saudi terhadap pelatih Belanda Marino Pusic bukan sekadar solusi cepat setelah kepergian Matthias Jaissle, melainkan sebuah taruhan pada seorang pelatih yang membawa mazhab sepak bola yang jelas, serta meyakini sepak bola menyerang dan pressing tinggi, setelah ia membangun namanya di lebih dari satu persinggahan Eropa, hingga membawa Shakhtar Donetsk meraih kemenangan atas Barcelona di Liga Champions Eropa.
Kendati nama Pusic tidak memiliki kilau media seperti sejumlah pelatih besar, perjalanan kariernya mengungkap sosok kepelatihan yang memiliki gagasan-gagasan yang jelas serta pengalaman yang beragam, dan hal itulah yang mendorong manajemen Al Ahli untuk memberinya tugas memimpin "Al Raqi" pada salah satu periode tersulit yang dilalui klub.




