Film dokumenter itu juga kembali menyoroti salah satu peristiwa yang paling berpengaruh pada periode tersebut, yaitu kebocoran informasi dari dalam ruang ganti ke media.
Mourinho sangat berhati-hati dalam mengendalikan informasi terkait tim, sebelum kebocoran salah satu susunan pemain memicu reaksi marah dari pelatih asal Portugal itu.
Casillas mengenang kembali apa yang terjadi di dalam ruang ganti, dengan mengatakan: "Dia kehilangan kendali. Dia masuk menemui kami, dan mulai melontarkan segala macam makian kepada kami, dan mengatakan segalanya kepada kami. Dia mengatakan bahwa kamilah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi."
Baca juga: Apakah dia memanfaatkan suporter? Serangan keras dari eks kapten Zamalek terhadap Abdallah El Said
Eks kapten Real Madrid itu juga menyebutkan bahwa Mourinho sampai memukul sebuah botol dan membanting pintu kantornya dengan keras.
Menghadirkan kembali peristiwa-peristiwa ini tidak hanya sebatas mengenang kembali kenangan dari periode yang penuh kontroversi, sebab pernyataan Mourinho memperoleh arti tambahan di tengah kepulangannya untuk memimpin Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu kembali mendapati dirinya berhadapan dengan sekelompok pemain bernama besar, dan ia harus mengelola para bintang, hierarki kepemimpinan, serta berbagai kepribadian di dalam ruang ganti, dalam sebuah tugas yang sangat menyerupai apa yang ia hadapi selama periode pertamanya.
Sebagaimana yang ditunjukkan Mourinho pada pengalamannya terdahulu, tampaknya ia masih berpegang teguh pada gagasan untuk menegakkan kendali dan kedisiplinan serta tidak melepaskan kendali atas keadaan di dalam tim.
Baca juga: Kerumitan di bursa transfer Arsenal: Akankah bintang Barcelona menyelamatkannya?