Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

FBL-EUR-C1-REAL MADRID-TRAININGAFP

Diterjemahkan oleh

Mourinho Buka Kotak Hitam: Perang Barcelona dan Mata-mata di Ruang Ganti

Jose Mourinho kembali membuka salah satu babak paling kontroversial dalam kariernya, setelah sebuah film dokumenter baru tentang pelatih asal Portugal itu, yang ditayangkan Selasa melalui Netflix, menampilkan sejumlah peristiwa dari periode pertamanya bersama Real Madrid, dengan sorotan khusus pada hubungannya dengan Iker Casillas, kapten tim saat itu.

Dalam dokumenter tersebut, Mourinho berbicara tentang pertemuan-pertemuan pertamanya dengan Casillas, yang membuatnya cepat menyadari bahwa ruang ganti Real Madrid memiliki kebiasaan-kebiasaan yang tidak siap ia adaptasi.

  • "Saya menyadari dalam waktu singkat bahwa mereka manja"

    Mourinho mengungkapkan bahwa tiga percakapan pertamanya dengan Casillas meninggalkan kesan yang jelas baginya. Pada kesempatan pertama, kapten Real Madrid itu meminta penambahan libur bagi para pemain timnas Spanyol, pada kesempatan kedua ia memintanya untuk menunda jadwal latihan satu jam karena kepadatan lalu lintas di Madrid, sementara yang ketiga berkisar tentang keinginan agar tim tidak menginap di hotel sebelum pertandingan, dan cukup langsung berkumpul di stadion.

    Mourinho berkata: "Dalam waktu singkat saya menyadari bahwa mereka telah dimanjakan".

    Ungkapan ini merangkum kesan yang didapatkan pelatih asal Portugal itu tentang ruang ganti Real Madrid, dan menjelaskan sebagian dari filosofinya ketika ia menangani tim tersebut pada 2010, sebab ia tiba di sebuah kelompok yang berisi banyak bintang, dan ia menilai bahwa tugasnya bukanlah mengajari mereka cara bermain sepak bola, melainkan menerapkan metodologi dan disiplin sekaligus

    Baca juga: "Arab Saudi lebih baik".. mantan bintang Trabzon memperingatkan Salah

  • Iklan
  • Real Madrid dan Barcelona: Ini Perang!

    Film dokumenter ini juga mengangkat kembali perselisihan terkenal antara Mourinho dan Casillas, yang meletus setelah kiper Real Madrid itu menghubungi kapten Barcelona, Xavi Hernandez, dalam upaya meredakan ketegangan yang meningkat di antara para pemain kedua tim, setelah persaingan mereka dalam laga-laga El Clasico merembet ke suasana timnas Spanyol.

    Casillas menjelaskan bahwa situasinya sangat rumit baginya, karena ia menjabat sebagai kapten Real Madrid dan timnas Spanyol pada saat yang sama, dan ia berkata: "Kamu menghadapi rekan-rekanmu yang menjadi musuhmu di lapangan sepak bola, lalu mereka menjadi rekan setimmu di timnas. Aku tidak suka melihat hal itu dan aku mengatakannya kepada pelatih".

    Namun, Mourinho memandang persoalan ini dengan cara yang sama sekali berbeda, karena ia menilai bahwa mempertahankan ketajaman persaingan merupakan hal yang penting selama kedua tim bersaing memperebutkan gelar-gelar terbesar.

    Ia berkata: "Aku berkata kepada mereka: Ini adalah duel Barcelona dan Real Madrid. Ketika kalian pergi ke timnas, kalian boleh saling berciuman, tetapi tidak sekarang. Ini perang. Ada hal-hal yang tidak aku terima dan tidak akan pernah aku terima. Dan ketika seseorang tidak menghormatiku, itu berubah menjadi masalah".

    Baca juga: Pedri: Mimpi ini dulu mustahil

  • Mourinho Hilang Kesabaran: Kisah Mata-mata Ruang Ganti

    Film dokumenter itu juga kembali menyoroti salah satu peristiwa yang paling berpengaruh pada periode tersebut, yaitu kebocoran informasi dari dalam ruang ganti ke media.

    Mourinho sangat berhati-hati dalam mengendalikan informasi terkait tim, sebelum kebocoran salah satu susunan pemain memicu reaksi marah dari pelatih asal Portugal itu.

    Casillas mengenang kembali apa yang terjadi di dalam ruang ganti, dengan mengatakan: "Dia kehilangan kendali. Dia masuk menemui kami, dan mulai melontarkan segala macam makian kepada kami, dan mengatakan segalanya kepada kami. Dia mengatakan bahwa kamilah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi."

    Baca juga: Apakah dia memanfaatkan suporter? Serangan keras dari eks kapten Zamalek terhadap Abdallah El Said

    Eks kapten Real Madrid itu juga menyebutkan bahwa Mourinho sampai memukul sebuah botol dan membanting pintu kantornya dengan keras.

    Menghadirkan kembali peristiwa-peristiwa ini tidak hanya sebatas mengenang kembali kenangan dari periode yang penuh kontroversi, sebab pernyataan Mourinho memperoleh arti tambahan di tengah kepulangannya untuk memimpin Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu kembali mendapati dirinya berhadapan dengan sekelompok pemain bernama besar, dan ia harus mengelola para bintang, hierarki kepemimpinan, serta berbagai kepribadian di dalam ruang ganti, dalam sebuah tugas yang sangat menyerupai apa yang ia hadapi selama periode pertamanya.

    Sebagaimana yang ditunjukkan Mourinho pada pengalamannya terdahulu, tampaknya ia masih berpegang teguh pada gagasan untuk menegakkan kendali dan kedisiplinan serta tidak melepaskan kendali atas keadaan di dalam tim.

    Baca juga: Kerumitan di bursa transfer Arsenal: Akankah bintang Barcelona menyelamatkannya?

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google