Excelsior RotterdamMiliano Jonathans Tak Tertekan Excelsior Makin Dekat Zona Merah
Excelsior menelan tiga kekalahan beruntun
Excelsior terancam terdegradasi dari Eredivisie, menyusul kekalahan 1-0 dari Go Ahead Eagles pada akhir pekan kemarin. Itu menjadi kekalahan ketiga beruntun yang diperoleh Excelsior, sehingga makin ditinggal rival mereka yang memperoleh hasil lebih baik, seperti Go Ahead Eagles, PEC Zwolle, dan FC Volendam. Ujung tombak Miliano Jonathans merasa tidak tertekan dengan situasi itu, dan optimistis Excelsior tetap bertahan di Eredivisie.
Didatangkan untuk menyelamatkan Excelsior
Jonathans, bersama gelandang Emil Hansson, didatangkan Excelsior pada bursa transfer musim dingin dengan tujuan untuk menyelamatkan tim dari ancaman degradasi. Pemain berusia 21 tahun itu sejauh ini sudah tampil di delapan pertandingan, satu di antaranya menjadi starter, serta menyumbang dua gol. Sedangkan Hansson sudah berlaga di lima pertandingan. Kenyataannya, saat ini Excelsior menduduki peringkat 15 dengan 26 poin, hanya unggul empat angka dari NAC Breda yang berada satu tingkat di bawahnya, atau zona play-off degradasi.
Jonathans menegaskan sudah berusaha maksimal
Striker timnas Indonesia itu mengaku tidak tertekan dengan situasi yang sedang dihadapi Excelsior saat ini. Menurutnya, dia sudah berusaha maksimal memberikan yang terbaik.
“Tidak, saya tidak merasakan tekanan apa pun. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan. Saya punya bakat mencetak gol. Jadi saya hanya mencoba melakukan tugas saya, berada di tempat yang tepat, dan mencetak gol,” ujar Jonathans dalam wawancaranya dengan Rijnmond.
Excelsior wajib membenahi penyelesaian akhir
Penyelesaian akhir diakui menjadi permasalahan utama Excelsior. Mereka perlu memperbaiki kelemahan itu sesegera mungkin, mengingat Eredivisie hanya menyisakan sembilan pertandingan.
“Saya pikir kami memiliki tim yang sangat bagus. Jika Anda melihat bagaimana kami bermain [melawan Go Ahead Eagles], saya pikir kami bermain sangat baik. Kami sedikit kurang maksimal di tahap akhir. Sayang sekali. Kami perlu memperbaiki hal itu,” jelas Jonathans.
“Saya pikir kami perlu tetap positif bersama pada tahap ini, bekerja keras dalam latihan, dan saling berkomunikasi. Maka semua itu akan berjalan lancar, mudah-mudahan.”
Iklan

