Mark Cucurella terus-menerus mendapat kritikan di Chelsea, sementara Pedro Porro bukanlah salah satu bintang utama Tottenham musim ini yang nyaris terdegradasi, namun keduanya tampil luar biasa bersama Spanyol.
Bek sayap yang baru saja pindah ke Real Madrid ini bermain selama 717 menit dalam tujuh pertandingan, melakukan 98 tekel sukses, merebut bola sebanyak 18 kali, dengan akurasi umpan mencapai 92%, dalam turnamen di mana timnas negaranya hanya kebobolan satu gol saja.
Penampilan Kokeoria di Piala Dunia telah mendefinisikan ulang dirinya sebagai bek yang dapat diandalkan untuk tahun-tahun mendatang, terutama seiring meningkatnya apresiasi terhadap perannya dalam menggerakkan bola dari lini belakang, serta keseimbangannya antara tugas-tugas pertahanan dan peningkatan efektivitas serangan melalui umpan-umpan silangnya.
Sedangkan Boro telah berubah menjadi kisah sukses yang lengkap; ia memulai turnamen di posisi yang diperebutkan dengan Marcos Llorente, lalu merebut tempat tersebut berkat penampilannya yang terus meningkat.
Boro mencetak gol internasional pertamanya di babak 32 besar melawan Austria, sebelum mengulanginya di semifinal melawan Prancis dengan tendangan keras dari luar kotak penalti setelah kerja sama dengan Dani Olmo, yang memastikan kemenangan 2-0 dan membuatnya meraih gelar Pemain Terbaik Pertandingan, disertai kontribusi pertahanan yang solid yang mencakup sejumlah besar intervensi sukses dan bola yang dipotong.