Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Halaman ini berisi tautan afiliasi. Ketika Anda melakukan pembelian melalui tautan yang disediakan, kami dapat memperoleh komisi.
Al Nassr v Abha: Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Meski di Puncak Klasemen, 3 Krisis Taktik Ancam Perjalanan Al Nassr

Al Nassr menjalani awal musim yang kuat dari sisi hasil, dan menempati puncak klasemen Liga Roshn, tetapi kemenangan bukan berarti segala sesuatu berjalan sempurna di dalam tim. 

Laga terakhir melawan Abha, yang dimenangkan "Al Alami" dengan skor 2-1, mengungkap 3 krisis taktik yang bisa menjadi lebih berbahaya ketika tim menghadapi lawan yang lebih kuat dan lebih mampu memanfaatkan kesalahan.

Masalahnya bukan pada hasil saat ini, melainkan pada sejumlah detail yang tampak jelas sepanjang laga-laga terakhir. Al Nassr memiliki kualitas serangan yang besar, tetapi di sisi lain terkadang mereka memberi lawan ruang dan kesalahan yang, di hadapan tim-tim papan atas, bisa berubah menjadi gol. Hal inilah yang membuat pembenahan poin-poin ini menjadi keharusan sebelum memasuki fase-fase yang lebih sulit di musim ini.

  • Krisis lini belakang: kesalahan individu yang bisa berbiaya mahal

    Al Nassr menunjukkan beberapa kesalahan dalam umpan dan penempatan posisi, khususnya ketika mencoba membangun serangan di bawah tekanan. Hal itu terlihat jelas pada menit-menit akhir menghadapi Abha, saat Mohamed Simakan kehilangan bola dalam situasi berbahaya, sehingga salah satu pemain lawan melaju sendirian menuju gawang, sebelum akhirnya menyia-nyiakan peluang tersebut.

    Momen ini mungkin terlihat sederhana selama Al Nassr keluar sebagai pemenang, tetapi menyimpan peringatan yang jelas; sebab tim-tim yang lebih kuat tidak akan menyia-nyiakan peluang seperti ini dengan mudah. 

    Setiap kesalahan dalam umpan atau penempatan posisi di dekat lini belakang bisa berubah menjadi gol langsung, terutama dengan ketergantungan Al Nassr pada maju bersama sejumlah besar pemain.

    Video.. Al Malki melancarkan serangan kepada Donis: Mengapa kau tidak menjaminku masuk timnas?


  • Iklan
  • Al Nassr v Abha: Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

    Serangan balik: senjata yang bisa berbalik melawan Al Nassr

    Determinasi menyerang menjadi salah satu senjata paling penting Al-Nassr, tetapi pada saat yang sama hal itu bisa berubah menjadi masalah nyata. Tim maju dengan jumlah pemain yang besar saat menguasai bola, dan ketika kehilangan bola, ruang di belakang para pemainnya menjadi terbuka bagi lawan.

    Abha berhasil memanfaatkan situasi ini lebih dari sekali, dan terlihat bahwa Al-Nassr bisa terancam ketika menghadapi tim yang mahir melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Jika "Al-Alami" menghadapi lawan yang lebih berkualitas dalam aspek ini, mereka bisa menemukan dirinya dalam situasi yang jauh lebih sulit.

    Karena itu, Al-Nassr perlu menemukan keseimbangan antara keinginan untuk menekan dan menyerang dengan mengamankan ruang saat kehilangan bola, sebab membiarkan pertandingan terbuka di hadapan tim yang cepat bisa memberikan lawan keunggulan yang tidak diinginkan.

    Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

  • Jarak antarlini menjauh: Samu Costa menghadapi ujian Brozovic

    Masalah ketiga berkaitan dengan jarak antarlini, di mana pada beberapa periode muncul celah antara lini tengah dan lini depan, sehingga proses penghubungan menjadi kurang mulus dan memberi lawan kesempatan untuk bergerak di antara lini.

    Di sinilah absennya Marcelo Brozovic semakin terasa, karena Sami Al-Naji hingga kini belum berhasil menjalankan peran yang sama seperti yang dijalankan pemain asal Kroasia itu, terutama dalam hal mengatur tempo, menghubungkan antarlini, dan keluar dari tekanan sambil membawa bola.

    Sami Al-Naji memiliki potensi yang bagus, tetapi perbandingan dengan Brozovic menunjukkan bahwa Al-Nassr masih mencari keseimbangan yang dulu diberikan oleh pemain tengah sebelumnya. Dan jika jarak antarlini terus berlanjut seperti ini, maka tugas tim bisa menjadi semakin sulit menghadapi lawan-lawan yang mahir memanfaatkan ruang di kedalaman.

    Al-Nassr menguasai puncak klasemen dan memiliki kekuatan serang yang luar biasa, dan hal inilah yang membuat perbaikan detail-detail tersebut menjadi lebih penting, bukan sebaliknya. Sebab tim-tim besar tidak hanya diukur dari kemampuannya untuk menang, melainkan dari kemampuannya menyingkirkan kesalahan sebelum berubah menjadi poin yang terbuang.

    Tiga krisis yang tidak selalu tampak di tabel klasemen, tetapi ada di dalam lapangan: kesalahan bertahan, ruang saat transisi, dan renggangnya jarak antarlini. Jika Al-Nassr tidak segera mengatasinya, semua itu bisa berubah dari sekadar catatan teknis menjadi rintangan nyata dalam perjalanan "Al-Alami" menuju gelar.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google