Villarreal CF v FC Barcelona - LaLiga EA SportsGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

"Mereka tidak akan mengembalikan poin itu kepada kami!" - Joan Laporta menanggapi pengakuan kesalahan Komite Wasit Spanyol terkait "tendangan kasar" dalam kekalahan Barcelona melawan Girona

  • Kemarahan Barcelona atas kesalahan Girona

    Insiden yang dimaksud terjadi pada tahap akhir pertandingan ketika pemain pinjaman Manchester City, Claudio Echeverri, tampaknya melakukan tekel keras terhadap Kounde sebelum Fran Beltran mencetak gol penentu. Meskipun pelatih Hansi Flick mengatakan dia tidak ingin menggunakan insiden itu sebagai alasan dalam refleksinya setelah pertandingan, hierarki klub telah jauh lebih vokal tentang ketidakadilan yang dirasakan. Pengakuan CTA menegaskan bahwa VAR seharusnya campur tangan untuk menghukum "tendangan sembrono" yang mengubah jalannya pertandingan.

  • Iklan
  • FBL-ESP-LIGA-GIRONA-BARCELONAAFP

    Apa yang dikatakan Laporta?

    Berbicara dalam acara kampanye di Mercabarna, di mana ia terlihat berinteraksi dengan para pekerja dan bahkan sempat naik ke atas forklift, Laporta tidak menahan diri. “Perasaan yang saya rasakan adalah bahwa keluhan kami diakui sebagai keluhan yang beralasan. Semua kekacauan ini bisa dihindari jika VAR campur tangan. Itu adalah pelanggaran yang jelas, dan semua pelanggaran dihukum. Untuk memperbaiki adalah bijaksana, saya mengucapkan selamat kepada mereka, tetapi mereka tidak akan mengembalikan poin itu kepada kami,” keluh Laporta, yang baru-baru ini mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Barcelona untuk mencalonkan diri kembali.

    Laporan resmi CTA tentang insiden tersebut sangat jelas mengenai kegagalan teknologi pada malam itu. Setelah pengakuan tersebut, akun media sosial resmi klub bahkan menyerang otoritas, dengan posting: “Mengakui kesalahan adalah langkah besar. Menghindarinya adalah langkah berikutnya." Perdebatan publik ini menyoroti posisi Barca yang saat ini sedang berjuang melawan berbagai faktor eksternal dalam upaya mereka untuk merebut gelar domestik dari rival mereka, Real Madrid.

  • Upaya besar melawan 'semua orang dan segala sesuatu'

    Meskipun mengalami kemunduran, Laporta memanfaatkan kontroversi ini untuk memotivasi timnya dalam sisa musim ini. Ia kembali menegaskan keyakinannya bahwa tim harus jauh lebih baik daripada lawan-lawannya agar hasil pertandingan tidak tergantung pada keputusan wasit. “Kami berharap hal ini tidak terulang. Ini menjadi motivasi tambahan bagi para pemain. Kami harus jauh lebih unggul dari rival-rival kami untuk menang. Tim ini fokus, kami memiliki talenta, komitmen, dan kami akan melakukan usaha yang luar biasa,” jelasnya kepada para pendukung dan media yang hadir.

    Retorikanya semakin berfokus pada "mentalitas pengepungan" seiring musim mendekati fase krusial. Ia mengakhiri pidatonya dengan pesan yang tegas mengenai ambisi gelar klub, menyatakan: “Saya yakin kami akan memenangkan liga melawan segala rintangan dan semua lawan.” Sikap tegas ini muncul di saat selisih poin di puncak klasemen semakin tipis, membuat setiap keputusan wasit terasa seperti titik balik potensial dalam pertarungan bersejarah untuk supremasi Spanyol.

  • FBL-ESP-LIGA-REAL MADRID-BARCELONAAFP

    Analisis teknis kegagalan VAR

    Dalam pernyataan bersama dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), CTA menjelaskan bahwa Echeverri memang telah melakukan pelanggaran sebelum gol kemenangan dicetak. Mereka mencatat bahwa aturan mengenai pelanggaran dan perilaku tidak sportif berlaku, karena tindakan penyerang Girona tersebut mengeluarkan bek dari permainan dengan menggunakan kekuatan berlebihan. Berdasarkan protokol saat ini, hal ini dianggap sebagai "kesalahan yang jelas dan nyata" yang memerlukan tinjauan di monitor pinggir lapangan, langkah yang secara tak terduga dilewati oleh petugas VAR yang bertugas selama pertandingan.

    Meskipun pengakuan ini memberikan kemenangan moral bagi Barcelona, kenyataan klasemen liga tetap tidak berubah. Tim Hansi Flick kini harus melupakan kontroversi ini saat mereka bersiap menghadapi jadwal padat di akhir musim. Dengan musim yang memasuki fase krusial dan Clasico monumental di bulan Mei, Blaugrana berharap seruan Laporta untuk standar yang lebih tinggi didengar oleh komite wasit agar gelar juara ditentukan oleh para pemain di lapangan, bukan oleh kesalahan di ruang VAR.

0