Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Diego SimeoneGetty Images

Diterjemahkan oleh

Mengabaikan Alvarez dan memuji Mbappe serta Yamal, Simeone: Tekanan membunuh saya di Atletico

Setelah 15 tahun ketegaran dan perjuangan di garis pinggir lapangan, Diego Simeone memecah keheningannya dan mengungkap wajah lain dari perjalanan legendarisnya bersama Atletico Madrid, di antara kegembiraan masa-masa awal, beban ekspektasi, dan tekanan persaingan dengan dua raksasa Spanyol.

Simeone mengatakan dalam wawancara panjang yang dilakukannya dengan majalah Prancis "France Football", yang dikutip oleh surat kabar Prancis "L'Equipe", bahwa bertahan di satu klub menuntut pembaruan yang terus-menerus, seraya menjelaskan: "Saya terpaksa membangun ulang tim dalam banyak kesempatan, dengan mengandalkan kemampuan para pemain yang bergabung dengan kami, dan ini penting untuk bertahan selama bertahun-tahun."

  • Filosofi kemenangan dan tekanan

    Menyoal perdebatan yang tak kunjung usai seputar gaya bermainnya, pelatih asal Argentina itu menjelaskan bahwa semua pelatih memiliki satu tujuan yang sama, yaitu meraih kemenangan. Namun, ia mempertanyakan dengan nada sinis apakah para penganut aliran ofensif mampu mempertahankan gaya yang sama ketika melatih tim lain tanpa kebobolan lebih banyak gol.

    Dalam wawancara tersebut, "El Cholo" mengakui bahwa beban tanggung jawab semakin berlipat ganda seiring berjalannya waktu: "Semua beban yang saya rasakan sekarang setelah 15 tahun ini, tidak saya rasakan pada tiga atau empat musim pertama." 

    Ia melanjutkan: "Dulu saya merasa bebas dan tenang, kemenangan adalah sebuah kesenangan, sedangkan hari ini ia hanya sekadar kelegaan. Kami menderita karena kami telah membawa klub ini ke posisi yang membuat kami lebih terekspos dan berada di bawah tekanan yang luar biasa."

  • Iklan
  • Persaingan dengan Real Madrid dan Barcelona

    Simeone berbicara terus terang mengenai sulitnya persaingan di Spanyol, seraya menegaskan bahwa Atletico selalu membutuhkan konsentrasi puncak, berbeda dengan Real Madrid dan Barcelona. 

    Pelatih asal Argentina itu mengatakan: "Bagi mereka, satu gol saja sudah cukup untuk menang, karena Mbappe atau Lamine Yamal bisa muncul tiba-tiba dan mencetak gol. Sementara bagi kami, mengerahkan upaya maksimal untuk menang saja tidak cukup, karena Barcelona dan Real Madrid nyaris tidak pernah tampil di bawah level mereka pada saat yang bersamaan."

  • Mengabaikan urusan terpenting: Julian Alvarez

    Diego Simeone mengabaikan segala pembicaraan mengenai situasi Julian Alvarez, meskipun ia telah menjadi salah satu wajah paling menonjol di skuad Atletico Madrid. Pelatih asal Argentina itu tidak menyinggung sedikit pun posisi rekan senegaranya dalam negosiasi dengan Barcelona, dan lebih memilih untuk fokus pada isu-isu lain seperti soliditas pertahanan, beratnya tanggung jawab, serta persaingan dengan Real Madrid dan Barcelona.

    Dengan kebungkaman yang disengaja ini, Simeone tampak sengaja menjauh dari kontroversi yang mengelilingi pemain mudanya, baik yang berkaitan dengan adaptasinya terhadap gaya bermain tim, perannya yang diharapkan pada musim baru, maupun kemungkinan kepergiannya ke salah satu rival. 

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Bursa Transfer dan Soliditas Lini Pertahanan

    Mengenai persiapan musim baru, Simeone menenangkan para pendukung Los Rojiblancos, seraya menegaskan kepercayaannya pada manajemen klub: "Klub sedang berupaya keras, dan masih ada banyak waktu tersisa hingga tanggal 1 September". 

    Pelatih asal Argentina itu melanjutkan pernyataannya: "Saya yakin manajemen klub Madrid akan menyediakan alat-alat yang saya butuhkan untuk bersaing, seperti yang selalu mereka lakukan".

    Ia menyampaikan tuntutan teknis terpentingnya dengan berkata: "Saya ingin kami memulihkan soliditas defensif yang telah kami kehilangan, karena pada musim lalu, khususnya di Liga Champions, kami menampilkan performa bertahan yang sangat lemah". 

    Ia menambahkan: "Kami mencapai semifinal, jadi bayangkan bagaimana kami harus menyerang, dan itu adalah hal yang tidak dihargai siapa pun karena kami adalah Atletico Madrid".. Ia juga menuntut para pemain lini tengahnya untuk mencetak lebih banyak gol.

  • Griezmann dan Sisi Kemanusiaan

    Mengenai hubungannya dengan sang bintang, Antoine Griezmann, ia mengungkap sisi kemanusiaan yang menyentuh: "Saya sangat beruntung. Kami membangun hubungan yang luar biasa, anak-anak perempuan saya berteman dengan anak-anaknya, saya mendapat kesempatan bekerja dengan seorang jenius, saya merasa sangat tersentuh ketika membicarakannya."

    Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa motivasinya untuk bertahan bukanlah memecahkan rekor Wenger atau Ferguson, melainkan energi dan kerendahan hati untuk terus melanjutkan, seraya menuturkan bahwa tujuannya adalah mempersempit jarak waktu antara gelar-gelar liga, setelah ia memperpendeknya dari 18 tahun sebelum kedatangannya pada 2011 menjadi 7 tahun antara gelar 2014 dan 2021.