Article continues below
Article continues below
Article continues belo
Getty ImagesArticle continues below
Article continues below
Article continues belo
AC Milan nyaris kembali terpeleset saat bertandang ke markas tim papan bawah Pisa. Pertandingan ini seolah menjadi dejavu dari pertemuan Oktober lalu di San Siro, di mana Milan harus bersusah payah mengamankan satu poin. Kali ini, meski sempat unggul lebih dulu melalui tandukan Ruben Loftus-Cheek, Rossoneri tampak kehilangan kendali permainan setelah Niclas Fullkrug gagal mengeksekusi penalti dan Felipe Loyola menyamakan kedudukan bagi tuan rumah. Di saat kebuntuan melanda, Luka Modric muncul sebagai pahlawan. Gelandang gaek tersebut mencetak gol kemenangan yang krusial di menit-menit akhir.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan menjadi 23 pertandingan di Serie A. Meskipun meraih tiga poin penuh, penampilan anak asuh Massimiliano Allegri ini menyisakan catatan kritis terkait konsentrasi pemain di lapangan yang hampir membuat mereka kehilangan poin penting dalam perburuan gelar.
Getty Images Sport"Pertandingan malam ini tidaklah mudah karena Pisa adalah tim yang sangat tidak nyaman untuk dihadapi. Mereka tampak seolah hanya bertahan dan tidak melakukan apa-apa, namun tiba-tiba mampu menyerang balik dengan cepat dan menghukum kami saat kami tertidur pada proses terjadinya gol mereka. Jadi, meski kami membawa pulang tiga poin, kami benar-benar harus meningkatkan level permainan setelah performa seperti ini," ujar Allegri kepada DAZN.
Ia kemudian memberikan apresiasi khusus kepada Luka Modric yang dinobatkan sebagai Man of the Match sekaligus menjadi pencetak gol tertua ketiga dalam sejarah Serie A pada usia 40 tahun 157 hari.
"Terlepas dari tekniknya yang luar biasa, dia benar-benar menunjukkan keinginan kuat untuk meraih kemenangan ini hingga akhir. Kita semua harus belajar dari karakter dan kerendahan hatinya yang luar biasa; kami sangat beruntung memilikinya di sini, dan para pemain muda harus memanfaatkan kesempatan bekerja bersamanya," puji Allegri.
Getty ImagesSecara garis besar, kemenangan atas Pisa menjaga tekanan Milan terhadap pemuncak klasemen Inter Milan. Rossoneri sejauh ini terbukti menjadi satu-satunya tim yang mampu mengimbangi kecepatan rival sekota mereka dalam perebutan Scudetto musim ini. Allegri mengakui bahwa timnya memiliki kualitas teknis yang mumpuni, namun ia juga memperingatkan adanya gejala penurunan mentalitas di momen-momen tertentu yang bisa menjadi bumerang bagi tim.
Jadwal padat juga menjadi faktor yang disoroti, di mana laga melawan Pisa merupakan pertandingan tandang keenam dari sembilan laga terakhir mereka. Allegri menegaskan bahwa dalam rentang waktu satu minggu, seluruh peta persaingan musim ini bisa berubah drastis, sehingga konsistensi adalah harga mati.
"Yang terpenting adalah kami mendapatkan tiga poin dan sekarang kami mengoleksi 53 poin, yang artinya kami selangkah lebih dekat untuk mencapai target objektif kami. Mengenai apakah Inter atau Juventus yang kehilangan poin besok, fokus utama saya tetap pada perkembangan tim kami sendiri dari minggu ke minggu," imbuh sang manajer.
Getty Images SportMilan kini akan langsung mengalihkan fokus ke pertandingan selanjutnya, dengan mereka bakal menjamu Como di San Siro pada lanjutan Serie A, Kamis (19/2) dini hari WIB.