Kylian Mbappe - كيليان مبابيKooora

Diterjemahkan oleh

Mbappé merasa tersinggung... Ujian balas dendam mengungkap krisis Real Madrid

Stadion Santiago Bernabéu bersiap menjadi tuan rumah salah satu pertandingan paling seru di sepak bola Eropa, saat Real Madrid berhadapan dengan Bayern München pada Selasa malam, dalam leg pertama perempat final Liga Champions musim 2025-2026.

Raksasa Bavaria ini mencapai babak ini setelah melewati rintangan Atalanta di babak 16 besar, sementara Real Madrid melanjutkan perjalanan kontinentalnya dengan menyingkirkan Manchester City dalam pertandingan berat yang kembali menegaskan karakter tim Kerajaan di malam-malam besar.

Setelah krisis Maroko dan Senegal... Afrika berubah selamanya

Dari La Masia ke tribun penonton.. Apa yang terjadi dengan Hamza Abdelkarim?

Dua teka-teki mematikan yang menempatkan Arbeloa dalam masalah di hadapan Bayern Munich

Setelah bencana... Nama mengejutkan mendekati kursi kepelatihan timnas Italia

"Kuburan Jerman"... Provokasi Spanyol yang dini memicu kemarahan Bayern Munich


  • FC Bayern München v Paris Saint-Germain: Round of 16 Second Leg - UEFA Champions LeagueGetty Images Sport

    Puasa yang bertujuan tertentu menimbulkan kekhawatiran

    Kylian Mbappé memasuki laga ini dengan rasa kecewa yang jelas, setelah gagal mencetak gol bersama Real Madrid selama dua bulan penuh. Ironisnya, lawan berikutnya, Bayern Munich, adalah tim yang sama yang menghalangi dirinya meraih gelar Liga Champions saat masih bermain untuk Paris Saint-Germain, demikian dilaporkan surat kabar Spanyol "AS".

    Terlepas dari angka-angka impresif yang dicapainya musim ini dengan mencetak 38 gol, kenyataan saat ini menimbulkan pertanyaan serius: Mbappé tidak lagi menjadi solusi serangan yang diharapkan. Gol terakhirnya tercipta pada 8 Februari melawan Valencia di La Liga, dan sejak saat itu, pengaruhnya menurun secara signifikan.

    Yang lebih menarik, periode terbaik Real Madrid di bawah asuhan Arbeloa justru terjadi saat sang bintang Prancis absen, di mana tim tersebut meraih lima kemenangan beruntun sebelum kalah dari Real Mallorca, yang menimbulkan tanda tanya besar mengenai sejauh mana keselarasan dirinya dalam sistem saat ini.

  • Iklan
  • Real Madrid tampil gemilang tanpa bintang utamanya

    Selama absennya Mbappé, tim Real Madrid berhasil membentuk kembali identitas taktisnya, dengan mengandalkan kepadatan pemain di lini tengah, terutama setelah munculnya Federico Valverde dan pengaruh Ibrahim Díaz, serta peran taktis yang lebih seimbang.

    Rencananya tampak jelas: kembalinya Mbappé ke susunan pemain inti menggantikan Díaz, sambil mempertahankan pola permainan tim yang membaik selama ia absen. Dan memang, tanda-tanda positif muncul pada babak pertama saat melawan Mallorca, sebelum keadaan menjadi rumit kemudian.

    Video| Abu Treika mengungkap kejutan terkait kepergian Salah.. dan mengutip Klopp

    Paris Saint-Germain mencuri gol Barcelona

    Kisah yang belum selesai.. Benang merah yang menghubungkan bintang Bayern Munich dengan Real Madrid

  • RCD Mallorca v Real Madrid CF - LaLiga EA SportsGetty Images Sport

    Pertandingan Peluang yang Terlewatkan

    Saat menghadapi Mallorca, Mbappé tidak sepenuhnya tampil buruk; ia justru menampilkan babak pertama yang bagus, bergerak dengan lincah dan melepaskan enam tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Namun, kiper Leo Roman berhasil menggagalkan semua upayanya, sehingga ia tetap belum mencetak gol.

    Meskipun posisinya di starting lineup masih terjamin, kebutuhan untuk mengembalikan naluri mencetaknya menjadi mendesak, terutama mengingat penurunan performa tim secara keseluruhan dan pertahanan saat ia bermain.

  • Teka-teki Keselarasan Serangan

    Krisis ini semakin rumit ketika Mbappé berbagi posisi di lini depan dengan Vinícius Júnior, di mana keduanya tampil kurang meyakinkan saat melawan Mallorca, tanpa menciptakan ancaman yang berarti. Ada satu elemen lagi yang menambah kerumitan ini, yaitu Jude Bellingham, yang baru saja pulih dari cedera.

    Meskipun sudah kembali, Arbeloa menjelaskan bahwa Bellingham belum siap untuk menjadi starter melawan Bayern, sehingga beban serangan akan sangat bergantung pada duet Vinícius dan Mbappé.

    1,4 miliar euro... Apa kebenaran tawaran Beckham untuk merekrut Ronaldo?

    Transfer gratis.. Duet Real Madrid dan Barcelona memimpin daftar emas

    Pesan terselubung ke FIFA.. Eskalasi yang mengancam Piala Dunia 2026

  • FC Bayern München v Paris Saint-Germain: Round of 16 Second Leg - UEFA Champions LeagueGetty Images Sport

    Uji Balas Dendam Eropa

    Laga melawan Bayern Munich memiliki makna khusus bagi Mbappé, karena ini merupakan kesempatan untuk membalas dendam kepada lawan yang telah berkali-kali membuatnya tersingkir, baik di final 2020 maupun dalam pertandingan-pertandingan lain saat ia masih membela Paris Saint-Germain.

    Meskipun demikian, bintang Prancis ini juga tahu cara mencetak gol ke gawang raksasa Jerman tersebut, setelah mencetak tiga gol dalam tujuh pertemuan sebelumnya.

    Real Madrid memasuki laga puncak ini dengan ujian yang sesungguhnya: apakah mereka mampu menjaga keseimbangan tim dengan kehadiran ketiga bintang mereka? Dan apakah Mbappé akan kembali menemukan insting mencetak golnya pada saat-saat krusial?