12 bulan terakhir ini sangat berat bagi Valverde. Ia terlibat perselisihan dengan mantan pelatih Xabi Alonso, dan setelah musim 2025–2026 di mana Real Madrid tidak meraih gelar apa pun, ia menjadi salah satu pemain yang paling banyak mendapat kritikan, baik dari suporter maupun para pengamat.
Yang memperburuk keadaan, ia gagal meraih hasil yang diharapkan selama Piala Dunia 2026, di mana Uruguay tersingkir di babak penyisihan grup. Akibatnya, tekanan terhadapnya semakin meningkat, terutama setelah ia terlibat dalam apa yang mirip dengan pemberontakan terhadap pelatih Marcelo Bielsa.
Oleh karena itu, Valverde akan membutuhkan awal yang kuat untuk musim 2026-2027 agar situasinya menjadi lebih mudah baginya.
Akan menarik untuk melihat apakah Pérez akan memutuskan untuk meninjau kembali struktur kepemimpinan, namun untuk saat ini, tidak ada indikasi bahwa Valverde akan dicopot dari jabatannya sebagai kapten Real Madrid dalam waktu dekat.