Real Madrid CF v Real Oviedo - LaLiga EA SportsGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Mbappé dan Vinícius menanti: Perang terselubung di Real Madrid

Real Madrid akan memulai era baru musim panas ini, seiring kembalinya pelatih José Mourinho ke klub.

Tim ini juga memiliki kepemimpinan baru, di mana Federico Valverde menggantikan Dani Carvajal setelah kepergian bek veteran tersebut seiring berakhirnya kontraknya secara resmi, namun hal ini tampaknya tidak disukai oleh Presiden Florentino Pérez.

  • Khalifa Carvajal... Benteng yang Kokoh

    Jabatan kapten Real Madrid ditentukan berdasarkan sistem senioritas, dan karena Valverde kini merupakan pemain paling senior di tim utama (bergabung pada 2016 dari Peñarol), jabatan kapten pun diserahkan kepadanya.

    Namun, hal itu terjadi setelah ia baru-baru ini terlibat dalam insiden kontroversial dengan rekan setimnya, Aurélien Tchouaméni, di mana keduanya terlibat perkelahian fisik setelah sesi latihan pada Mei lalu.

  • Iklan
  • Kekhawatiran Pérez... Apakah ia akan mengambil keputusan yang mengejutkan?

    Insiden tersebut mengakibatkan Valverde dan Chouameni dikenai denda, namun juga semakin memperkuat keraguan mengenai apakah pemain asal Uruguay itu pantas menjadi kapten tim.

    Menurut pernyataan dua jurnalis, Alberto Perero dan Santi Segurola, melalui Radio Onda Cero, “kekhawatiran Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, terkait posisi Valverde di dalam tim, membuatnya siap untuk melakukan perubahan pada sistem kepemimpinan.”

    Mereka menegaskan dalam diskusi mereka di program RadioEstadio Noche: “Saya merasa ada perdebatan mengenai ban kapten di Madrid saat ini. Florentino sama sekali tidak yakin untuk memberikan ban kapten kepada Valverde.”

  • Tekanan semakin menekan Valverde

    12 bulan terakhir ini sangat berat bagi Valverde. Ia terlibat perselisihan dengan mantan pelatih Xabi Alonso, dan setelah musim 2025–2026 di mana Real Madrid tidak meraih gelar apa pun, ia menjadi salah satu pemain yang paling banyak mendapat kritikan, baik dari suporter maupun para pengamat.

    Yang memperburuk keadaan, ia gagal meraih hasil yang diharapkan selama Piala Dunia 2026, di mana Uruguay tersingkir di babak penyisihan grup. Akibatnya, tekanan terhadapnya semakin meningkat, terutama setelah ia terlibat dalam apa yang mirip dengan pemberontakan terhadap pelatih Marcelo Bielsa.

    Oleh karena itu, Valverde akan membutuhkan awal yang kuat untuk musim 2026-2027 agar situasinya menjadi lebih mudah baginya.

    Akan menarik untuk melihat apakah Pérez akan memutuskan untuk meninjau kembali struktur kepemimpinan, namun untuk saat ini, tidak ada indikasi bahwa Valverde akan dicopot dari jabatannya sebagai kapten Real Madrid dalam waktu dekat.

  • Vinícius atau Mbappé?

    Diskusi tersebut menyinggung keinginan Vinícius Júnior untuk menjadi kapten Real Madrid, namun Segurola meragukan kualifikasi sang bintang Brasil serta rekan setimnya, Kylian Mbappé, untuk mendapatkan kehormatan semacam itu 

    Ia berkata: “Saya ragu akan hal itu. Saya tidak melihat bahwa Mbappé dan Vinícius memiliki kepribadian atau profesionalisme yang cukup untuk menjadi kapten Real Madrid menggantikan Valverde, meskipun usia keduanya sudah sesuai untuk hal tersebut.”