FLC Thanh Hóa - Marian MihailPhương Trang

Tolak Perak FC, Marian Mihail Mantap Pilih PSS Sleman

PSS Sleman resmi menunjuk Marian Mihail sebagai pelatih baru untuk musim 2023/24 per Kamis (27/4).

Tercatat, PSS menjadi klub Indonesia pertama yang dilatih Mihail. Meski, pada 2019 juru taktik asal Rumania itu sempat kencang dikaitkan dengan PSM Makassar sebagai pengganti Robert Alberts.

"Saya menolak tawaran dari Timur Tengah dan Asia dan memilih PSS Sleman karena saya terkesan dengan proyek klub yang ambisius dan serius," ucap Mihail.

Sebelum akhirnya memilih PSS, Mihail telah menolak tawaran resmi dari klub Malaysia Super League, Perak FC, sebagai direktur teknik.

Siapa Marian Mihail? Berikut ini adalah lima fakta yang terhimpun dari pelatih asal Rumania pertama di Indonesia itu:

  • 1Jadi pelatih kepala sejak 1996

    Selepas memperoleh lisensi kepelatihan profesional di Rumania, Mihail mengambil spesialisasi di sekolah sepak bola Prancis Clairefontaine di bawah arahan direktur teknik timnas Prancis kala itu Gerard Houlier dan dosen yang salah satunya adalah Arsene Wenger.

    Pada 1996, juru taktik kelahiran 7 Mei 1958 itu memulai karier kepelatihan di mantan klub tempat ia menjalani karier sebagai pemain, Sportul Studentesc Bucharest. Setelah setahun melatih, ia menerima penghargaan 'Pelatih Muda Terbaik' atas pencapaian klub dan pendekatan kepelatihan yang dinilai inovatif.

  • Iklan
  • 2Terlibat dalam kejayaan Steaua Bucharest

    Pada 1999, Mihail bergabung dengan klub raksasa Rumania, Steaua Bucharest. Ia dipercaya menjadi direktur teknik klub tersukses Rumania, yang juga pernah mencicipi trofi Liga Champions dan Piala Super Eropa tersebut.

    Selama masa bakti di Steaua, Mihail membantu klub memenangkan dua trofi utama, gelar Liga Rumania dan Piala Super Rumania pada musim 2000/01.

    Setelah itu, Mihail kemudian meninggalkan Rumania untuk bergabung dengan klub papan atas Suriah, Qardaha, dan Al Riyadh di Saudi Pro League.

  • 3Pegang lisensi kepelatihan UEFA Pro

    Pada 2004, Marian Mihail kembali ke Eropa untuk mengambil lisensi kepelatihan UEFA Pro. Ia mengambil kursus tersebut sembari bertugas sebagai penasihat teknis di Federasi Sepak Bola Rumania (FRF).

    Setahun berselang, sang pelatih berhasil menyelesaikan studi untuk mendapatkan lisensi kepelatihan tertinggi yang tersedia saat ini tersebut.

    Mihail lalu kembali ke Timur Tengah untuk melanjutkan karier kepelatihan. Ia bergabung dengan sejumlah klub raksasa termasuk pemenang Piala AFC 2004, Al Jaish, kemudian Al Jahra di Kuwait, dan Al Wahda asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

  • Marian Mihail, Thanh HóaHải Đăng

    4Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Rumania

    Mihail diangkat sebagai direktur teknik Federasi Sepak Bola Rumania (FRF) pada periode 2011–2014. Seperti dilansir UEFA.com, ia dianggap sebagai sosok yang paling mumpuni untuk merestrukturisasi dan membentuk identitas baru sepakbola Rumania.

    Pengalaman dan kemampuan Mihail di kancah sepakbola internasional dinilai pas untuk mengangkat citra timnas Rumania dan turunannya.

    Pemilik lima caps di timnas Rumania itu kemudian hijrah ke Iraqi Premier League untuk bergabung dengan tim papan atas, Zakho.

    Pada 2017, Mihail menjajal Asia Tenggara untuk bergabung dengan tim asal Vietnam, FLC Than Hoa, di mana ia mampu meloloskan timnya ke putaran ketiga Liga Champions Asia.

  • 5Tren Bagus Pelatih Rumania di Asia

    Bersama PSS Sleman, Mihail bertekad untuk meneruskan tren positif pelatih asal Rumania di sepakbola Asia.

    Apalagi, tim berjulukan Super Elang Jawa tersebut hanya finis di urutan ke-16 pada Liga 1 musim 2022/23 yang diputuskan tanpa degradasi.

    Kompatriot sekaligus mantan rekan setim dan anak asuh Mihail, yakni Razvan Lucescu pernah mengantar klub raksasa Saudi, Al Hilal, menjuarai Liga Champions Asia 2019

    Sementara itu, Cosmin Olaroiu—yang menggantikan Fabio Capello—memenangkan Chinese Super League bersama Jiangsu Suning pada 2020.

    Mantan pelatih timnas Rumania, Anghel Iordanescu, juga pernah membawa dua klub Saudi, Al Hilal dan Al Ittihad, masing-masing menjadi kampiun Liga Champions Asia pada 2000 dan 2005.

0