Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Launching Liga 2 2024/25PSSI

'Main Sabun, Kita Sikat' - Erick Thohir Akui Liga 2 Belum Bersih

  • PSSI resmi meluncurkan Liga 2 musim baru
  • Erick berharap tak ada penyelewengan
  • Kompetisi bersih berdampak ke banyak pihak
  • APA YANG TERJADI?

    PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan Liga 2 2024/25 akan dimulai pada 7 September dengan pertarungan antara Persibo Bojonegoro melawan Gresik United FC di Stadion H Soedirman sebagai laga pembuka. Kompetisi kasta kedua ini direncanakan berakhir pada Februari 2025. Ketua umum PSSI Erick Thohir meminta seluruh klub yang terlibat meningkatkan kualitas Liga 2, dan menghindari perbuatan tak sportif.

  • Iklan
  • GAMBARAN BESAR

    Liga 2 akan diikuti 26 klub yang terbagi ke dalam tiga grup babak penyisihan. Tiga tim nantinya akan promosi ke Liga 1, sementara sembilan lainnya terdegradasi ke Liga 3. Total akan digulirkan 291 pertandingan pada Pegadaian Liga 2 2024/25. Dari jumlah pertandingan itu, terbagi pada babak pendahuluan, Delapan Besar, play-off degradasi dan babak final.

  • APA YANG DIKATAKAN ERICK?

    “Memang harus diakui, Liga 2 perlu waktu untuk bangun permainan yang bersih. PSSI siap dukung seperti yang sudah dilakukan di Liga 1 dengan adanya VAR, wasit asing. Itu perlu waktu,” ujar Erick dilansir laman resmi PSSI.

    “Namun yang penting, marwah untuk permainan bersih harus terus jadi semangat semua tim di Liga 2. Kita harus bangun kultur. Siapa main sabun di Liga 2, kita akan sikat!”

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • LEBIH JAUH LAGI

    Erick menambahkan, kompetisi yang bersih tidak hanya memberikan keuntungan tersendiri bagi pemain, tetapi juga seluruh stakeholder sepakbola nasional.

    “Ini lahan bagi pemain untuk cari keringat, nafkah, dan prestasi, sehingga jangan hancurkan cita-cita mereka karena matchfixing. Jadi harus saling jaga demi kepentingan sepakbola nasional, PSSI, dan Timnas yang butuh sumber daya pemain dari Liga 2,” ucap Erick.