Lionel Messi Cristiano Ronaldo 2025Getty/GOAL

Diterjemahkan oleh

Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo? Mantan bintang Real Madrid dan PSG mengungkapkan bahwa kedua legenda tersebut tidak terlalu mengesankan baginya dibandingkan dengan penyerang yang 'luar biasa'

  • Navas mengabaikan ikon-ikon untuk Neymar

    Setelah berbagi ruang ganti dengan para legenda sepak bola di Madrid dan PSG, Navas memiliki sudut pandang unik tentang kehebatan. Kiper veteran ini menghabiskan bertahun-tahun menjaga gawang di belakang Ronaldo di Spanyol sebelum bermain bersama Messi dan Kylian Mbappe di Prancis. Namun, ketika ditanya untuk mengidentifikasi individu dengan bakat alami paling menonjol, Navas melupakan para pemenang Ballon d'Or berkali-kali.

    "Flying Tico" mengungkapkan bahwa Neymar adalah pemain yang benar-benar membuatnya terkesan di lapangan latihan dan saat pertandingan. Meskipun Messi dan Ronaldo memiliki riwayat karier yang gemilang, Navas menyoroti gaya bermain yang tak terduga dan keahlian menggunakan kedua kaki Neymar sebagai ciri khas yang membedakannya dari rekan setim lainnya selama dua dekade karirnya di level tertinggi.

    "Kita berbicara tentang bintang-bintang besar dan yang terbaik dalam dekade terakhir, tetapi karena bakat di lapangan, Neymar sangat mempengaruhi saya," kata Navas kepada AS. "Dia melakukan apa yang dia inginkan dengan bola, tidak peduli apakah itu dengan kaki kiri atau kanan. Ketika saya melihatnya dalam pertandingan, saya merasa seperti saat saya bermain dengan anak-anak saya. Ney adalah pemain yang luar biasa."

  • Iklan
  • FBL-ESP-LIGA-REALMADRIDAFP

    Navas bukan satu-satunya yang mengabaikan Messi dan Ronaldo.

    Pujian tinggi ini datang di tengah pertanyaan mengenai masa depan Neymar, karena pemain Brasil tersebut telah mengakui bahwa ia mungkin akan pensiun dari sepak bola profesional pada akhir 2026 setelah mengalami serangkaian cedera yang mengerikan.

    Penilaian pemain asal Kosta Rika ini sejalan dengan pandangan tokoh-tokoh sepak bola lain yang terpesona oleh gaya bermain mantan bintang Barcelona tersebut. Manajer Bayern Munich, Vincent Kompany, mengakui bahwa Ronaldinho adalah yang paling mengesankan baginya, dan Navas jelas merasa memiliki koneksi serupa dengan keajaiban sepak bola Brasil.

    Navas, yang kini berusia 39 tahun dan bermain untuk Pumas di Meksiko, juga membahas masa depan rekan-rekannya yang pernah bermain di Madrid seperti Luka Modric dan Cristiano Ronaldo, yang masih tampil apik di AC Milan dan Al-Nassr masing-masing.

    Ketika ditanya apakah Modric atau Cristiano akan pensiun sebelum dirinya, ia menjawab: "Kita tidak pernah tahu, tapi saya bisa memastikan bahwa keduanya adalah profesional yang hebat. Dalam sepak bola tidak ada rahasia atau kebetulan. Keduanya telah melakukan hal-hal dengan baik, dan itulah mengapa mereka masih dalam kondisi prima di usia mereka."

  • Intervensi ilahi dan keajaiban Zidane

    Kiper tersebut menghabiskan lima tahun di Madrid, di mana ia memenangkan tiga gelar Liga Champions dan satu gelar La Liga. Kariernya hampir mengambil arah yang sangat berbeda pada tahun 2015, ketika keterlambatan mesin faks yang terkenal menggagalkan transfer pada hari batas waktu ke Manchester United. "Mereka menelepon saya di rumah sekitar pukul empat atau lima sore untuk mengusulkan opsi tersebut. Pelatih United (Louis van Gaal) berbicara dengan saya untuk meyakinkan saya. Kemudian saya berdoa bersama keluarga saya untuk meminta Tuhan agar apa pun yang terbaik bagi kami terjadi. Faks tersebut tidak sampai tepat waktu, dan itu adalah jawaban Tuhan atas doa kami," katanya saat ditanya tentang insiden aneh tersebut.

    Navas tetap di Madrid dan menjadi pilar tim Zinedine Zidane yang memenangkan gelar Eropa berturut-turut dari 2016 hingga 2018. Dia mengaitkan era dominasi yang belum pernah terjadi sebelumnya itu dengan kemampuan unik Zidane dalam mengelola ruang ganti yang dipenuhi ego.

    "Zidane, cara dia mengelola tim dan kepercayaan yang dia berikan kepada para pemain sangat sulit ditemukan. Kami tidak bisa memberikan kurang dari 200% dalam latihan untuk menanggapi cara pria itu bertindak," kata kiper tersebut.

  • Atlas v Pumas UNAM - Torneo Clausura 2026 Liga MXGetty Images Sport

    Bab terakhir di Meksiko

    Kini berusia 39 tahun, Navas tidak menunjukkan tanda-tanda melambat saat terus tampil apik untuk Pumas di Liga MX. Meskipun fokus pada komitmennya di Meksiko, kiper andalan ini telah mulai merencanakan kehidupan setelah pensiun dari sepak bola. Ia mengonfirmasi niatnya untuk kembali ke ibu kota Spanyol, di mana ia tetap menjadi figur yang dicintai di kalangan penggemar Madridista.

    Navas mengungkapkan keinginannya untuk tetap terlibat dengan Real Madrid dalam kapasitas tertentu setelah karir bermainnya berakhir. Hubungannya dengan kota dan klub tersebut tetap menjadi motivasi utama dalam rencana pasca-karirnya. "Saya akan bermain sedikit lebih lama karena saya merasa sangat baik, tetapi keluarga saya dan saya telah merencanakan untuk kembali ke Madrid karena kami menyukainya," ujarnya.

0