Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
فريق الهلال تحت 21 عامًاAl Hilal's X official account

Diterjemahkan oleh

Liga Roshan Elite: Al Hilal Hadapi Tragedinya, dan Final Terulang di Pekan Keempat

Pekan baru dengan laga-laga sengit kembali hadir di Liga Joy Elite (Liga Arab Saudi U-21), seiring dimulainya kompetisi pekan keempat.

Kompetisi musim kedua Liga Joy Elite dimulai pada Agustus lalu, dengan partisipasi 24 tim, sebagian di antaranya bermimpi meraih gelar, sebagian lagi ingin berada di antara tim-tim besar, dan sebagian lainnya berharap tidak terdegradasi ke Liga Wilayah.

  • Pertandingan pekan keempat Liga Elite Joy

    Pekan keempat Liga Elite Roshn akan terasa berbeda, apalagi karena ini akan menjadi yang pertama di mana seluruh pertandingannya digelar tanpa penundaan apa pun sebagaimana yang terjadi pada tiga pekan sebelumnya.

    Pekan ini dimulai pada Minggu 13 September, ketika Al-Khaleej menjamu Damac di Sayhat, dan Al-Ettifaq bertemu Al-Wehda di Dammam, sementara Al-Riyadh menghadapi Al-Tadamon di ibu kota Arab Saudi, yang juga menjadi tempat berlangsungnya pertandingan Al-Nassr melawan Al-Fayha.

    Al-Kholood bertandang ke markas Al-Najma, di Stadion Departemen Pendidikan di Unayzah, sementara Al-Ahli menjamu Al-Kholood di Jeddah, dan Al-Hilal menjamu Neom di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

    Pada hari kedua digelar 5 pertandingan, dimulai oleh Al-Taawoun ketika bertandang ke markas Al-Akhdoud, di Stadion Klub Damac di Khamis Mushait, sementara Al-Fateh bertandang ke markas Al-Hazem di Ar-Rass, dan Al-Ansar bertemu Al-Jabalain di Madinah.

    Al-Orobah dan Al-Faisaly akan bertemu di Al-Jouf, sementara pertandingan pekan ini ditutup dengan laga panas yang mempertemukan Al-Ittihad dan Al-Qadsiah di stadion tim pertama di Jeddah.

  • Iklan
  • Al Nassr: Bangkit Melawan Al Fayha

    Al Nassr menjalani laga melawan Al Feiha untuk membersihkan debu kekalahan mengejutkan mereka dari Al Fateh pada pekan lalu dengan skor 1-2, mengulang apa yang terjadi di perempat final edisi lalu dari Liga Roshn Saudi.

    Kekalahan mengejutkan itu menghentikan koleksi poin Al Nassr di angka 3, hasil dari satu kemenangan dan satu kekalahan, sehingga menempati peringkat ketiga belas di klasemen, setelah memainkan dua laga, sementara laga ketiga mereka melawan Al Watan pada pekan pertama ditunda.

    Di sisi lain, Al Feiha menjalani ujian ketiga yang sulit pada musim ini, setelah kalah dari Al Ahli 1-3 pada pekan pertama, dan dari Al Hazem, sang juara bertahan, dengan skor yang sama pada pekan lalu, berbanding satu-satunya kemenangan atas Al Ansar, tim promosi, dengan skor 2-0.

    Hasil-hasil buruk ini menempatkan Al Feiha di peringkat keenam belas pada klasemen dengan koleksi hanya 3 poin, sebuah posisi yang tidak sesuai bagi tim yang lolos ke babak play-off perempat final pada musim lalu.

  • Al Ahly memulai perjalanan pulang ke tanah air

    Pada hari yang sama, Al-Ahli menjalani pertandingan yang tampak mudah menghadapi Al-Watan, tim yang baru saja promosi ke Liga Joy Elite, meski beberapa faktor menjadikannya laga yang sulit.

    Al-Watan akan menjalani pertandingan pertamanya di Liga Joy Elite, setelah laga-laganya pada tiga pekan lalu ditunda, yaitu melawan Al-Nassr, Al-Hazem, dan Al-Ansar. Ini berarti Al-Ahli akan menghadapi lawan yang tak mereka ketahui sama sekali.

    Selain itu, Al-Ahli menjalani pertandingan tersebut tanpa penjaga gawangnya, Salman Al-Jadaani, yang diusir keluar lapangan pada laga sebelumnya melawan Al-Jabalain akibat tekel keras di menit ke-61.

    Kesalahan fatal ini membuat Al-Ahli kebobolan dua gol dalam waktu kurang dari setengah jam, dan menjebak mereka dalam hasil imbang 2-2 melawan Al-Jabalain. Ini merupakan tersandungnya yang pertama pada musim ini, sehingga membuat mereka berada di bawah tekanan yang lebih besar dalam pertandingan melawan Al-Watan.

    Alih-alih bersaing dengan Al-Taawoun di puncak klasemen, Al-Ahli justru turun ke peringkat ketiga Liga Joy Elite dengan koleksi 7 poin, hasil dari dua kemenangan dan sekali imbang. Hal itu menuntut mereka untuk meraih kemenangan demi kembali ke puncak.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Al-Hilal Hadapi Tragedinya di Liga Roshn

    Pada waktu yang sama, Al Hilal akan menghadapi ujian sulit ketika menjamu Neom, dalam pengulangan laga terakhir yang dijalani tim utama di Liga Roshn, yang menyaksikan mereka menelan kekalahan pertama dengan skor 2-0 pada Senin lalu.

    Kesulitan pertandingan ini bukan hanya karena kekhawatiran akan terulangnya tragedi tim utama, melainkan juga karena kekhawatiran akan terulangnya tragedi tim U-21 itu sendiri, ketika kalah dari Al Taawoun dengan skor 1-2 pada pekan lalu di Liga Elite Jawwy.

    Kekalahan pertama Al Hilal pada musim ini di Liga Arab Saudi U-21 menghentikan perolehan poin mereka di angka 6, menempati peringkat ketujuh dalam klasemen.

    Sebaliknya, Neom menjalani laga melawan Al Hilal dengan lebih tenang setelah pertandingan mereka pada pekan lalu melawan Al Akhdoud ditunda, yang berarti mereka tidak memainkan pertandingan apa pun sejak sekitar dua pekan.

    Selama dua pekan pertama, Neom berhasil mengalahkan Al Uroba, sementara terjebak dalam hasil imbang melawan Al Najma, sehingga menempati peringkat kesepuluh dalam klasemen dengan 4 poin dari dua pertandingan.

  • Al-Taawoun: Tugas mudah untuk mempertahankan puncak

    Adapun Al Taawoun, pemuncak klasemen, akan menjalani misi yang tampak mudah untuk mempertahankan posisi teratas tersebut, saat bertandang ke markas Al Akhdoud.

    Al Taawoun memasuki laga ini dengan penuh percaya diri berkat kemenangan atas Al Hilal pada pekan lalu dengan skor 2-1, kemenangan yang menempatkannya di puncak klasemen dengan nilai sempurna, setelah meraih 9 poin dari 3 kemenangan, tanpa sekali pun tersandung.

    Al Taawoun berharap tersandung yang dinanti-nantikan itu tidak terjadi secara mendadak menghadapi Al Akhdoud, terlebih Al Akhdoud menempati peringkat kedua puluh satu di klasemen, tanpa raihan poin sama sekali.

    Namun, Al Akhdoud baru menjalani satu pertandingan di Liga Roshn Elite sejauh ini, yang mereka kalah dengan skor tiga gol tanpa balas dari Al Faisaly pada pekan kedua, sementara dua pertandingannya melawan Al Kholood dan Neom, masing-masing pada pekan pertama dan ketiga, ditunda.

  • Al-Hazem dan Al-Fateh: Final Liga Elite Joy Terulang Kembali

    Jika Al-Fateh berhasil melanjutkan dominasinya atas Al-Nassr pada pekan lalu, sekaligus mengalahkannya untuk ketiga kalinya dalam dua musim ajang Joy Elite League, maka kini mereka akan berusaha membalas dendam terhadap tim yang menggagalkan mereka meraih gelar musim lalu, yaitu Al-Hazm.

    Setelah kurang lebih 4 bulan saja, Al-Fateh kembali menghadapi Al-Hazm, menyusul pertemuan keduanya di final edisi lalu Joy Elite League, yang dimenangkan oleh Al-Hazm dengan skor 3-1.

    Kedua tim memasuki laga ini dengan moral tinggi, di mana Al-Fateh mengalahkan Al-Nassr 2-1 pada pekan lalu, sementara Al-Hazm meraih kemenangan pertamanya musim ini, atas Al-Feiha dengan skor 3-1.

    Al-Fateh unggul atas Al-Hazm dalam klasemen, di mana mereka menempati peringkat kelima dengan raihan 6 poin, dari dua kemenangan dan satu-satunya kekalahan yang mereka terima dari Al-Ahli pada pekan kedua.

    Sebaliknya, Al-Hazm menempati peringkat keempat belas dengan raihan 3 poin, yang mereka petik dari kemenangan atas Al-Feiha pada pekan lalu, sementara mereka juga menelan satu kekalahan dari Al-Jabalain pada pekan pertama, sedangkan laga mereka melawan Al-Watan pada pekan kedua ditunda.

  • Al-Ittihad vs Al-Qadisiyah: Laga Puncak Pekan Keempat

    Penutupnya akan menjadi laga puncak pekan keempat Liga Roshn Elite, saat Al Ittihad bertemu Al Qadsiah, dalam pertandingan yang akan menentukan perebutan puncak klasemen kompetisi.

    Al Ittihad menempati peringkat kedua di klasemen dengan raihan 7 poin, yang diperoleh dari satu hasil imbang tanpa gol melawan Damac pada pekan pertama, berbanding dua kemenangan beruntun, yang terakhir atas Al Wehda dengan skor 4-1, pada pekan lalu.

    Di sisi lain, Al Qadsiah masuk ke pertandingan ini dengan penuh percaya diri setelah kemenangannya di pekan lalu atas Al Ettifaq, yang saat itu memuncaki klasemen, dengan skor 4-2, sebelum menjalani laga puncak lainnya yang dinanti melawan Al Ittihad.

    Kemenangan atas Al Ettifaq mengangkat perolehan Al Qadsiah menjadi 6 poin, menempatkannya di peringkat keenam klasemen, dari dua kemenangan dan satu kekalahan, dan jika berhasil menang atas Al Ittihad, mereka bisa masuk ke empat besar dengan layak.

  • Angka-angka menonjol

    Tiga pekan pertama Liga Joy Elite menyaksikan digelarnya 31 pertandingan, 26 di antaranya berakhir dengan kemenangan, berbanding 5 hasil imbang, termasuk satu-satunya imbang tanpa gol antara Al Ittihad dan Damac pada pekan pertama.

    Dalam 31 pertandingan tersebut, tercipta 97 gol, dengan rata-rata lebih dari 3 gol di setiap pertandingan, sebuah angka yang sangat tinggi.

    Al Ettifaq tetap menjadi pemilik lini serang terkuat di Liga Joy Elite setelah berlalunya 3 pekan pertama, dengan koleksi 14 gol, sementara Al Ittihad, Al Taawoun, dan Neom tetap menjadi pemilik lini pertahanan terkuat, di antara tim-tim yang telah menjalani pertandingan, dengan hanya kebobolan satu gol.

    Adapun yang terlemah secara defensif adalah klub Al Tadhamon yang kebobolan 14 gol dalam 3 pertandingan, sementara 3 tim belum merasakan mencetak gol hingga saat ini, yaitu Al Akhdoud, Al Orobah, dan Al Ansar, ditambah Al Watan yang belum memainkan satu pertandingan pun.

    Di level individu, Mohammed Al Aisi, bintang Al Ettifaq, menempati puncak daftar pencetak gol Liga Joy Elite setelah berlalunya 3 pekan pertama, dengan koleksi 6 gol, disusul Ziyad Aba, pemain Al Ahli, dan En-Nesyri, penyerang Al Fateh, dengan koleksi 4 gol.