Tiga pekan pertama Liga Joy Elite menyaksikan digelarnya 31 pertandingan, 26 di antaranya berakhir dengan kemenangan, berbanding 5 hasil imbang, termasuk satu-satunya imbang tanpa gol antara Al Ittihad dan Damac pada pekan pertama.
Dalam 31 pertandingan tersebut, tercipta 97 gol, dengan rata-rata lebih dari 3 gol di setiap pertandingan, sebuah angka yang sangat tinggi.
Al Ettifaq tetap menjadi pemilik lini serang terkuat di Liga Joy Elite setelah berlalunya 3 pekan pertama, dengan koleksi 14 gol, sementara Al Ittihad, Al Taawoun, dan Neom tetap menjadi pemilik lini pertahanan terkuat, di antara tim-tim yang telah menjalani pertandingan, dengan hanya kebobolan satu gol.
Adapun yang terlemah secara defensif adalah klub Al Tadhamon yang kebobolan 14 gol dalam 3 pertandingan, sementara 3 tim belum merasakan mencetak gol hingga saat ini, yaitu Al Akhdoud, Al Orobah, dan Al Ansar, ditambah Al Watan yang belum memainkan satu pertandingan pun.
Di level individu, Mohammed Al Aisi, bintang Al Ettifaq, menempati puncak daftar pencetak gol Liga Joy Elite setelah berlalunya 3 pekan pertama, dengan koleksi 6 gol, disusul Ziyad Aba, pemain Al Ahli, dan En-Nesyri, penyerang Al Fateh, dengan koleksi 4 gol.