Southampton v Leicester City - Emirates FA Cup Fourth RoundGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Leicester mengajukan banding atas pengurangan enam poin, sementara Liga Premier mendesak sanksi yang lebih berat

  • Harapan Leicester untuk bertahan di liga berada di ujung tanduk.

    Badai keuangan yang melanda Leicester telah memasuki babak baru yang intens setelah klub secara resmi mengajukan banding terhadap pengurangan enam poin yang baru-baru ini dijatuhkan akibat pelanggaran Aturan Keuntungan dan Keberlanjutan (PSR). The Foxes, yang saat ini berjuang untuk bertahan di Championship, melihat musim mereka terguncang pada awal bulan ini setelah komisi independen menjatuhkan sanksi tersebut.

    Hukuman tersebut, ditambah dengan enam pertandingan tanpa kemenangan di divisi kedua, telah membuat juara Premier League 2016 ini terjun bebas ke peringkat ke-22 dan hanya dua poin dari zona degradasi. Namun, pertarungan hukum ini jauh dari sepihak, karena Premier League telah mengajukan banding balik, menuntut hukuman yang lebih berat berdasarkan temuan awal komisi.

    Situasi ini telah menciptakan kebuntuan hukum yang kompleks antara Leicester City dan Liga Premier Inggris. Sementara Leicester berjuang untuk memulihkan poin mereka guna mempertahankan diri, Liga Premier Inggris menyatakan ketidakpuasan atas keputusan komisi yang tidak menjatuhkan sanksi kepada klub karena keterlambatan pengajuan laporan keuangan tahunan mereka.

  • Iklan
  • Southampton v Leicester City - Emirates FA Cup Fourth RoundGetty Images Sport

    Pencarian preseden regulasi

    Keputusan Liga Premier untuk mengajukan banding terhadap kelonggaran komisi terkait pengajuan laporan keuangan yang terlambat menyoroti ketegangan yang semakin meningkat antara badan pengatur dan klub-klub terkait transparansi keuangan. Liga khawatir bahwa hukuman enam poin saat ini tidak cukup untuk menjadi deterrent bagi pelanggaran di masa depan. Dengan mengajukan banding sendiri, Liga Premier secara efektif mendorong sanksi yang lebih berat yang dapat membuat Leicester berada dalam posisi yang lebih rentan.

    Pihak berwenang menyadari potensi kasus ini untuk menjadi preseden dan bertekad memastikan semua peraturan keuangan ditegakkan secara ketat, terlepas dari status liga saat ini atau reputasi historis klub dalam sepak bola Inggris. Sebagai tanda niat yang jelas, liga telah mengonfirmasi keinginannya untuk mempercepat proses hukum, memastikan putusan akhir tercapai jauh sebelum musim saat ini berakhir.

    "Untuk memberikan kepastian bagi semua klub dan penggemar, Premier League akan berusaha menyelesaikan banding ini dengan segera, dan dalam hal apa pun sebelum akhir musim EFL," kata pernyataan resmi Premier League. Dengan kedua belah pihak telah mengajukan banding masing-masing kepada ketua panel yudisial, sebuah dewan banding independen akan ditunjuk untuk meninjau bukti-bukti yang ada.

  • Rubah-rubah menanggapi hukuman yang "tidak proporsional"

    Leicester tidak menerima sanksi tersebut dengan pasrah, sebelumnya telah menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap skala hukuman yang dijatuhkan. Pihak manajemen klub meyakini bahwa komisi gagal mempertimbangkan faktor-faktor meringankan yang signifikan selama sidang awal. Meskipun panel independen tidak memberikan hukuman sepenuhnya seperti yang diusulkan oleh Premier League, Leicester tetap berpendapat bahwa pengurangan enam poin saat ini merupakan refleksi yang tidak adil terhadap perilaku keuangan mereka.

    "Meskipun temuan komisi secara signifikan mengurangi skala sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang awalnya diminta oleh Premier League, rekomendasi tersebut tetap tidak proporsional dan tidak cukup mencerminkan faktor-faktor meringankan yang diajukan," bunyi pernyataan klub. Pihak manajemen berargumen bahwa pentingnya faktor-faktor ini tidak dapat diabaikan mengingat dampaknya terhadap ambisi olahraga mereka musim ini.

    Klub juga menegaskan bahwa mereka telah menunjukkan "perbaikan posisi keuangan" dan bahwa pengurangan poin di tengah musim memiliki dampak menghancurkan terhadap integritas kompetisi. Hal ini terutama berlaku mengingat margin yang sangat tipis di bagian bawah klasemen Championship, di mana setiap poin bisa menjadi perbedaan antara keselamatan dan degradasi kedua berturut-turut.

  • Leicester City v Southampton - Sky Bet ChampionshipGetty Images Sport

    Perlombaan melawan waktu

    Inti dari masalah ini terletak pada kerangka kerja PSR yang kompleks, yang menetapkan bahwa klub tidak boleh melebihi kerugian sebesar £105 juta dalam periode tiga tahun berjalan. Bagi Leicester, batas tersebut dikurangi selama mereka berada di Championship, dan komisi menemukan bahwa mereka telah melebihi batas tersebut lebih dari £20 juta. Hasil akhir banding ini tidak hanya akan menentukan status divisi Leicester tetapi juga akan menandakan seberapa ketat aturan keuangan akan diterapkan di era modern.

    The Foxes kini menanti dengan cemas apakah upaya banding mereka akan membuahkan hasil atau justru akan dikenakan sanksi disiplin tambahan yang secara matematis dapat menentukan nasib mereka. Dengan klub saat ini sedang mencari manajer permanen setelah pemecatan Marti Cifuentes pada Januari, Leicester menghadapi tantangan signifikan baik di dalam maupun di luar lapangan.

0