Getty Images SportDiterjemahkan oleh
Legenda Tottenham menegur kapten Arsenal atas reaksi yang 'tidak tepat' terhadap hasil imbang melawan Wolves
Gunners terkejut oleh serangan balik Wolves di menit-menit akhir.
Tim Mikel Arteta tampaknya akan dengan mudah meraih tiga poin di Molineux, memimpin dengan selisih dua gol yang nyaman melawan tim papan bawah Premier League. Namun, keruntuhan dramatis di menit-menit akhir membuat tim London itu kehilangan keunggulan mereka, setelah gol dari Hugo Bueno dan Tom Edozie membawa Wolves meraih satu poin yang tak terduga.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi ambisi juara Arsenal, sekaligus memberikan dorongan besar bagi Manchester City dalam perburuan gelar, karena tim asuhan Pep Guardiola kini tertinggal lima poin dengan satu pertandingan lebih sedikit. Sifat hasil imbang ini membuat The Gunners terkejut, terutama mengingat mereka menguasai pertandingan sepenuhnya selama satu jam pertama sebelum kelemahan pertahanan mereka terungkap.
Kapten Saka tidak menyembunyikan kekecewaannya setelah peluit akhir, mengakui suasana di ruang ganti telah berubah. "Suasana di ruang ganti sangat lesu," kata Saka kepada Sky Sports. "Saya sangat kecewa dengan hasil ini, terutama cara kami bermain di babak kedua, jauh dari level yang kami tetapkan musim ini."
GettyKelemahan mental mulai kembali merayap ke dalam persaingan perebutan gelar.
Hasil imbang ini mengikuti pola kehilangan poin bagi tim Arteta, yang juga mengalami kekalahan melawan Brentford pekan lalu. Hoddle meyakini hasil-hasil ini menandakan pergeseran psikologis yang lebih dalam di dalam skuad, menyarankan bahwa "kepercayaan diri yang tegas" yang menjadi ciri khas performa awal musim mereka telah digantikan oleh rasa cemas yang terlihat.
Bagi skuad muda yang kesulitan menuntaskan musim di musim-musim sebelumnya, kekalahan beruntun ini dianggap sebagai ujian kematangan mereka. Hoddle mencatat bahwa keyakinan tim yang dulu menyatakan "kami akan memenangkan gelar" telah digantikan oleh kelompok yang tampaknya meragukan kemampuan mereka sendiri di bawah sorotan intensif di akhir musim.
Mantan manajer Tottenham itu menekankan bahwa tekanan kini sepenuhnya berada di pundak para pemain untuk tetap bersatu. "Saya melihat Arsenal melawan Brentford dan Wolves, dan saya merasa mereka mulai meragukan diri sendiri," kata Hoddle kepada Premier League Productions. "Beberapa bulan lalu mereka tidak melakukan itu... tapi sekarang mereka meragukan diri sendiri dan berada di bawah tekanan, dan semuanya tentang mentalitas."
Hoddle mempertanyakan sikap kapten Saka.
Menganalisis dampak pasca pertandingan, Hoddle memberikan penilaian yang tajam terhadap wawancara pasca pertandingan Saka. Meskipun banyak yang memuji pemain internasional Inggris itu atas kejujurannya terkait performa tim, sang pakar berargumen bahwa bahasa tubuh seorang kapten harus mampu memberikan kepercayaan diri yang lebih besar saat menghadapi krisis.
"Itu menarik, karena dia adalah kapten malam ini," kata Hoddle. "Bagi saya, dia sangat jujur, sangat jujur saat mengatakan mereka perlu bermain lebih baik... bla bla bla. Tapi sikapnya bagi saya tidak tepat. Sikap Anda harus sedikit lebih bersemangat, dia sangat datar, sangat datar."
Saka, bagaimanapun, tetap fokus pada masalah taktis dan momentum yang dihadapi tim. "Ini saatnya bagi kita untuk merefleksikan beberapa penampilan dan segera memperbaiki masalah agar kita bisa kembali menang dan membangun momentum karena kita telah kehilangan itu sedikit saat ini," kata winger tersebut.
Getty Images SportMinggu yang menentukan bagi warga London
Kebuntuan di Molineux telah menempatkan Arsenal dalam posisi yang rentan, di mana mereka tidak lagi bisa membiarkan adanya margin kesalahan. Dengan momentum yang mungkin bergeser ke arah rival-rival mereka, pertandingan-pertandingan mendatang dianggap sebagai periode krusial yang akan menentukan apakah The Gunners dapat mempertahankan tantangan mereka ataukah kerja keras mereka akan hancur.
Arteta dihadapkan pada tugas berat untuk menghilangkan keraguan yang telah merasuki pikiran para pemainnya sebelum pertandingan berikutnya. Staf pelatih kemungkinan akan fokus pada stabilitas pertahanan dan pembaruan mental untuk memastikan keruntuhan di akhir pertandingan yang terjadi di West Midlands tidak menjadi pola yang berulang.
Arsenal kini harus bersiap untuk pertandingan Premier League berikutnya, di mana mereka akan menghadapi Tottenham dalam Derby London Utara pada Minggu, sehari setelah City bertemu Newcastle.
Iklan



