Kekalahan Milan melawan Lazio memicu kontroversi yang berkepanjangan: Rossoneri kehilangan poin penting dalam perburuan Scudetto saat bertanding di Olimpico, yang sekaligus mengungkap berbagai masalah di dalam ruang ganti. Rafael Leao kembali menjadi sorotan bukan karena mencetak gol, melainkan karena reaksi yang kurang profesional terhadap pergantian pemain, meskipun alasan utama kemarahannya bukanlah pelatih Massimiliano Allegri, melainkan rekan setimnya Christian Pulisic. Reaksi tersebut kembali memicu perdebatan di kalangan manajemen: apakah masa depan pemain Portugal ini di Rossoneri harus berakhir?
Untuk membela pelatih asal Livorno itu, agennya Giovanni Branchini angkat bicara. Dalam wawancara di “Radio anch’io sport” di Radio1, ia mengungkap beberapa latar belakang: “Pesan Allegri sangat seimbang. Ia tak pernah berpikir untuk memenangkan Scudetto, tak pernah mengatakan untuk mengejar Inter, dan selalu menekankan agar kita waspada, karena targetnya adalah LigaChampions. Mungkin ada yang mengira itu adalah strategi. Padahal, itu adalah realisme dan kejujuran.”
Mengenai masa depan Leao, Branchini menjawab demikian: “Apakah Milan masih harus mengandalkan Leao? Dinamika internal klub sangat kompleks: Leao adalah aset klub, jadi berbagai faktor harus dipertimbangkan. Tahun ini dia tidak memberikan kontribusi yang sangat besar, itu terlihat oleh semua orang. Dia tetap pemain penting dan harus dibela sampai akhir seperti yang dilakukan Allegri kemarin setelah pertandingan, meski pergantiannya berakhir dengan cara yang kurang menyenangkan.”


