Bertaruh segalanyadiCoppa Italia. Bagi Lazio, itulah satu-satunya jalan yang tersisa untuk kembali ke kompetisi Eropa. Para pendukung menyadarinya, pasrah dengan gagasan musim yang biasa-biasa saja. Tim pun menyadarinya, dengan Sarri yang berpotensi memberikan trofi kepada suporter yang telah menunjukkan kasih sayang besar padanya. Dan Lotito pun menyadarinya, yang melihat peluang untuk menyelamatkan muka di musim yang berantakan, yang dimulai dengan bursa transfer yang macet dan berakhir dengan protes keras serta stadion yang kosong. Mendapatkan tiket ke final Coppa Italia saja sudah memastikan partisipasi di babak empatbesar Supercoppa Italia musim depan, sehingga menambah pemasukan bagi kas klub. Oleh karena itu, memenangkan trofi ini benar-benar dapat menyelamatkan musim Biancoceleste, baik dari segi olahraga maupun ekonomi.
Getty Images SportHADIAH
Karena semua alasan tersebut, seperti yang dilaporkan Corriere dello Sport hari ini, Lotito dilaporkan telah memutuskan untuk menggandakan bonus yang dijanjikan kepada para pemain, pelatih, dan staf jika tim berhasil menang. Jumlah totalnya, yang saat ini berkisar dua juta euro, diperkirakan akan melampaui empat juta. Beberapa minggu yang lalu, bahkan sebelum pertandingan perempat final yang dimenangkan melalui adu penalti melawan Bologna, presiden Lazio telah memotivasi tim untuk memberikan segalanya demi mencoba melangkah jauh dalam kompetisi ini. Sukacita sang pemilik klub setelah tendangan penalti penentu yang dieksekusi Taylor di Stadion Dall'Ara menjadi bukti betapa besar perhatiannya. Oleh karena itu, kurang dari sebulan menjelang laga leg kedua di Bergamo melawan Atalanta, perhatian sudah sepenuhnya tertuju pada laga krusial tersebut, yang berpotensi membuka jalan menuju final pada 13 Mei di Stadion Olimpico melawan pemenang antara Inter dan Como.
Seringkali
Bagi Sarri pun, Piala Italia kini menjadi penting. Memenangkan trofi dengan cara apa pun bukanlah visi sepak bolanya. Dan Piala Italia memang tak pernah membuatnya terlalu antusias, itu bukan rahasia lagi. Namun, tahun ini, situasi unik yang ia alami di lingkungan Lazio mendorongnya untuk memikirkan hal-hal lain. Dan meraih kemenangan bersama Lazio, setelah musim yang penuh masalah dari berbagai sudut pandang, dalam hal ini akan terasa seperti balas dendam pribadi. Dengan catatan - hal ini telah ia sampaikan sendiri - bahwa itu tetap akan menjadi kebahagiaan sesaat. Menang atau tidaknya di Piala Italia tidak akan mengubah apa pun terkait penilaian tentang masa depannya dan proyek teknis di Lazio. Ia ingin agar tahun depan menjadi tahun pertama dan bukan lagi tahun nol. Ia ingin melihat kembali lingkungan yang solid dan stadion yang penuh sesak, bukan terjebak dalam pertentangan antara klub dan suporter. Hal inilah yang menentukan kelangsungan sang pelatih di bangku cadangan, bukan hasil perjalanan di Coppa Italia.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

