Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Atletico de Madrid v FC Barcelona - LaLiga EA SportsGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Kritik terbuka... Terungkapnya kalimat yang memicu kemarahan Yamal saat melawan Atlético

Pertandingan antara Atlético Madrid melawan Barcelona berakhir dengan kemenangan tim Catalan dengan skor 2-1, sebuah momen yang mungkin menjadi penentu dalam perburuan gelar, terutama setelah kekalahan Real Madrid pada putaran yang sama, yang membuat Barcelona unggul 7 poin di puncak klasemen La Liga.

Robert Lewandowski mencetak gol kedua pada menit ke-88, memberikan timnya tiga poin berharga, namun hal yang paling menarik perhatian bukanlah perayaan kemenangan bersama, melainkan reaksi salah satu bintang utama tim: Lamine Yamal tidak ikut merayakan bersama rekan-rekannya setelah gol kemenangan, melainkan tetap berdiri sendirian di sisi lapangan yang berlawanan, tanpa menunjukkan antusiasme apa pun, lalu langsung menuju terowongan yang mengarah ke ruang ganti.

  • Awal cerita... Kritik yang tak terduga!

    Kamera jaringan DAZN mengungkap detail apa yang terjadi beberapa menit sebelum gol penentu tersebut. Yamal mencoba tendangan yang melebar jauh dari gawang, dan saat itu, pelatih kiper Barcelona, Ramón de la Fuente, meninggalkan area teknis, dan meminta pemain muda itu untuk "lebih banyak mengoper bola daripada mengambil risiko sendiri", yang dianggap Yamal sebagai kritik terbuka.


    Baca juga: Legenda Jerman: Jika Yamal orang Italia, mereka akan mengirimnya ke divisi kedua

    Baca juga: Mengungguli Guardiola.. Flick menempati tempat di antara legenda Barcelona

    Baca juga: Kondisi Mbappé memicu kekhawatiran menjelang laga melawan Bayern

  • Iklan
  • Kegelisahan yang jelas

    Menurut surat kabar El Desmarque, Yamal merespons dengan jelas menunjukkan rasa kesal: Ia pertama-tama menunjuk ke papan skor elektronik dan waktu pertandingan, seolah-olah membenarkan keputusannya untuk bermain sendiri pada fase krusial pertandingan tersebut.

    Kemudian, pemain Barça itu mengangkat lengan kanannya dua kali sebagai isyarat kemarahan yang jelas, mengarahkan tanda ketidakpuasan langsung ke arah De la Fuente, yang merupakan satu-satunya orang yang memberikan instruksi dari bangku cadangan pada saat itu, sementara pemain lainnya fokus pada lapangan.

    Ketegangan berlanjut setelah gol tersebut. Yamal tidak hanya tidak merayakan gol, tetapi juga mengungkapkan ketidakpuasan yang lebih besar saat menuju ruang ganti, di mana tanda-tanda ketidakpuasan terlihat saat ia bertemu dengan pelatih Flick di pinggir lapangan, meskipun kemarahan utamanya sebenarnya ditujukan kepada pelatih kiper.

  • Petunjuk yang diulang

    Insiden ini terjadi dalam konteks pertandingan yang penuh dengan peristiwa dan emosi campur aduk, di mana Yamal berusaha keras untuk meninggalkan jejaknya, namun instruksi berulang dari staf pelatih – terutama terkait strategi dan perputaran bola bersama rekan-rekannya – mungkin turut berkontribusi pada rasa frustrasinya.

    Yamal harus memulihkan konsentrasinya sepenuhnya sebelum menghadapi lawan yang sama pada Rabu mendatang, di Stadion Camp Nou, dalam laga baru yang diperkirakan akan lebih sengit, pada leg pertama perempat final Liga Champions.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google