- Verdonk sudah menyandang status WNI
- Bisa dimainkan saat menghadapi Filipina
- Verdonk membuat sektor pertahanan makin sesak
PSSIKNVB Lepas Calvin Verdonk, Berpeluang Main Lawan Filipina
PSSIAPA YANG TERJADI?
Timnas Indonesia akan mendapat tambahan amunisi ketika menghadapi Filipina, Selasa (11/6), dalam matchday terakhir Grup F kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah PSSI dan federasi sepakbola Belanda (KNVB) menuntaskan proses peralihan asosiasi untuk Calvin Verdonk.
PSSIGAMBARAN BESAR
Proses peralihan federasi ini berlangsung cepat, mengingat ia baru menyandang status sebagai warga negara Indonesia, Selasa (4/6). Selepas menyelesaikan perpindahan federasi, FIFA kemudian mengesahkan status Verdonk. Ketua umum Erick Thohir mengungkapkan, bek berusia 27 tahun itu secara hukum sudah bisa memperkuat timnas senior. Verdonk sendiri sudah menjalani latihan bersama skuad Garuda yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Irak dan Filipina.
PSSIAPA YANG DIKATAKAN ERICK?
“Sejak kemarin banyak pihak di dalam negeri telah membantu prosedur Calvin Verdonk untuk segera memperkuat sepakbola Indonesia, terutama menghadapi pertandingan penting bagi langkah Indonesia menuju Piala Dunia 2026,” ujar Erick melalui laman resmi PSSI.
“Saya apresiasi proses persetujuan yang dilakukan FIFA, yang secara langsung ikut mendukung agar sepakbola kita maju. Meski keputusan pemain yang akan bermain ada di tangan pelatih, saya pastikan Verdonk sudah siap bertanding saat melawan Filipina.”
NEC NijmegenLEBIH JAUH LAGI
Kehadiran Verdonk membuat lini pertahanan timnas senior makin sesak. Di skuad kali ini bakal ada 11 pemain yang memperebutkan tempat di sektor pertahanan. Selain Verdonk, pemain lainnya adalah Jay Idzes, Jordi Amat, Rizky Ridho, Justin Hubner, Muhammad Ferarri, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, Pratama Arhan, Sandy Walsh, dan Asnawi Mangkualam Bahar.
“Target saya, kita harus punya 2x11 pemain untuk timnas dengan kekuatan yang merata dan seimbang, sehingga meski ada yang absen atau enggan memperkuat timnas, maka kita punya pengganti dengan kualitas yang sama,” kata Erick.
“Intinya, pemain yang sekarang berkostum Garuda harus serius dan fokus demi mendapat kesempatan membela Indonesia. Timnas hanya untuk pemain yang punya tekad kuat dan mati-matian demi Merah Putih.”