FBL-EUR-C4-COPENHAGEN-JAGIELLONIAAFP

Kevin Diks Merasa Kesal 'Diteror' Wasit

  • Diks menjadi penentu kemenanga Copenhagen
  • Dihampiri wasit sebelum pertandingan
  • Terlihat berbicara serius usai laga
  • APA YANG TERJADI?

    Di tengah kegembiraan menjadi penentu kemenangan pertama FC Copenhagen di Conference League, Kevin Diks ternyata memendam kekesalan. Hal itu disebabkan Diks disambangi wasit Michal Ocenas dan asistennya sebelum pertandingan, dan sang pengadil di atas lapangan tersebut terkesan mengintimidasi Diks yang meminta sang pemain agar tetap tenang selama pertandingan.

  • Iklan
  • GAMBARAN BESAR

    Diks menjadi penentu kemenangan Copenhagen lewat gol yang dilesakkannya pada menit ke-55 melalui eksekusi penalti. Selepas pertandingan, Diks terlihat menghampiri wasit asal Slowakia itu, dan melakukan pembicaraan cukup serius. Diks sepertinya meminta penjelasan kepada wasit atas sikapnya sebelum pertandingan.

  • APA YANG DIKATAKAN DIKS?

    “Saya harus menemui wasit. Saya terkejut, karena sebelum pertandingan mereka mendatangi saya. Saya sadar sering emosional dalam pertandingan, dan saya menggunakan lengan saya. Itu adalah titik pembelajaran bagi saya,” ungkap Diks kepada laman Ekstra Bladet.

    “Tetapi wasit dan asisten wasit mendatangi saya sebelum pertandingan, dan mengatakan kepada saya untuk tetap tenang. Mereka bilang: “Kami mengenal Anda. Kami pernah melihat Anda sebelumnya.”

  • ENJOYED THIS STORY?

    Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

  • LEBIH JAUH LAGI

    Diks pun bermain dengan tenang hingga sampai ke momen cukup panas setelah ia tidak sengaja menginjak kaki Joseph Okoro dalam perebutan bola. Pemain Dinamo Minsk ini marah kepada Diks yang berujung bek timnas Indonesia itu berurusan dengan wasit.

    “Kemudian wasit datang dan bilang kepada saya: “Saya tahu kamu, diam! Saya akan memberimu kartu merah, dan saya akan memberi dia kartu merah. Itu agak berlebihan, tetapi saya memberi tahu wasit, saya tenang. Saya juga meminta maaf kepada pemain itu, karena bukan niat saya untuk menginjak kakinya,” papar Diks.

    “Jadi saya pikir tidak apa-apa, dan membiarkannya begitu saja. Tetapi bagi saya itu agak berlebihan. Jika itu cara mereka ingin menangani seorang pemain, maka baiklah. Saya hanya sedikit terkejut dengan itu. Dia benar-benar marah.”

0