Oleh Alvino Hanafi
- Van Dijk mengenang momen kebersamaannya dengan Kluivert
- Pernah bekerja sama di Brisbane Roar
- Kluivert kini jadi pelatih timnas Indonesia
Getty & AntaraArticle continues below
Article continues below
Article continues below
Patrick Kluivert resmi diumumkan sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia oleh PSSI pada Rabu (8/1/2025). Mantan pemain timnas Belanda dan Barcelona ini diharapkan membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia dengan pengalaman luar biasanya.
Salah satu sosok yang pernah bekerja sama dengan Kluivert adalah mantan striker Timnas Indonesia dan Persib Bandung, Sergio van Dijk.
Ia berbagi kenangan tentang momen kebersamaan mereka di Brisbane Roar, Australia. Saat itu, Kluivert menjabat sebagai asisten pelatih di bawah Ange Postecoglou, yang kini menjadi manajer Tottenham Hotspur.
Getty Images SportSebagai seorang striker, Sergio van Dijk mendapatkan banyak pelajaran berharga dari Patrick Kluivert. Baginya, Kluivert adalah pelatih yang tenang, berwibawa, dan mampu memahami kebutuhan para pemainnya.
“Sebagai pelatih, ia sangat tenang dalam menjelaskan segala hal. Ia membuat saya merasa nyaman, dan yang paling penting, ia benar-benar memahami posisi saya sebagai seorang striker," ujar Van Dijk.
"Dengan cara itu, saya tidak merasa seperti sedang dibandingkan dengannya, meskipun dia adalah seorang pemain bintang. Dia tidak membuat saya merasa kecil sebagai striker dari level yang lebih rendah. Sebaliknya, dia membuat saya merasa dihargai dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” imbuhnya.
AFPSergio juga mengakui bahwa bekerja sama dengan idolanya adalah momen yang sangat berkesan.
“Saya pernah menyaksikannya mencetak gol kemenangan di final Liga Champions 1995 untuk Ajax. Itu adalah momen yang tak terlupakan. Ketika dia datang ke Brisbane sebagai pelatih, rasanya hampir tidak percaya. Dia sangat mendukung dan membuat saya percaya pada kemampuan diri sendiri,” tutur Van Dijk.
Di luar lapangan, Van Dijk menggambarkan Kluivert sebagai sosok yang santai dan mudah bergaul.
“Kami sering makan malam bersama teman-teman Belanda lainnya di Brisbane. Dia sangat terbuka kepada siapa saja dan mudah diajak bicara,” kata Van Dijk.
Menurut Sergio, Kluivert juga menyukai pengalaman baru di luar sepak bola.
“Saat kami memiliki laga tandang di Adelaide, kami biasanya meluangkan waktu untuk nongkrong atau minum kopi bersama," ucapnya.
"Dia menikmati tempat-tempat baru dan selalu punya cara untuk tetap santai, tapi saat latihan dan pertandingan, tentu saja ada jarak antara staf pelatih dan pemain. Dia lebih santai di waktu luang setelah tugas sepakbola selesai."
AFPKetika ditanya tentang potensi Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia, Sergio van Dijk memberikan pandangan optimis.
“Dia memiliki pengalaman dari berbagai budaya sepakbola, termasuk di Australia yang berkembang pesat saat itu. Dalam jangka panjang, dia bisa menjadi pelatih yang hebat, baik untuk timnas Indonesia maupun untuk para pemain muda," ujarnya.
"Meskipun dia adalah seorang bintang besar, dia tetap tahu bagaimana berbicara dengan orang lain atau pemain tanpa bersikap arogan, dan dia sangat sabar. Hal ini penting, terutama ketika dia berada di lingkungan yang terkadang blak-blakan dan sedikit keras," ungkap Sergio.
Getty Images SportVan Dijk juga menyoroti pengalaman Kluivert bekerja sama dengan Ange Postecoglou.
“Dia melihat langsung gaya Postecoglou, yang merupakan gaya yang luar biasa. Gaya tersebut sangat ketat dan menuntut banyak dari para pemain. Tentu saja, Postecoglou berkembang menjadi pelatih top di tahun-tahun berikutnya," tukas eks penggawa Adelaide United ini.
"Namun, bagi Kluivert, itu benar-benar pengalaman yang berbeda dan menjadi kesempatan berharga untuk belajar dari situasi tersebut," tambahnya.
AFPPatrick Kluivert dijadwalkan menggelar konferensi pers resmi pertamanya sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Minggu (12/1) di Jakarta. Debutnya di lapangan akan berlangsung pada 20 Maret 2025 melawan Australia dalam babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia di Sydney.
Kehadiran Kluivert diharapkan tidak hanya meningkatkan performa timnas senior, tetapi juga membangun fondasi bagi perkembangan pemain muda Indonesia.