Di Allianz Arena, Los Blancos harus membalikkan kekalahan 1-2 dari leg pertama. Bagi Arbeloa, hal itu bukanlah hal yang mustahil. "Jika ada klub yang bisa menang di Munich, itu adalah Real Madrid," kata pelatih yang sedang dalam tekanan itu, yang baru saja mengambil alih jabatan dari Xabi Alonso yang dipecat lebih awal di tengah musim, sambil menyampaikan pandangannya sendiri mengenai pertandingan leg pertama di Estadio Santiago Bernabeu pada Selasa lalu.
Pasalnya, menurut Arbeloa, Real seharusnya bisa menang di sana: "Kami memiliki banyak peluang dan tidak banyak kebobolan. Sekarang kami berangkat ke Jerman dengan penuh keyakinan untuk menang di sana dan, jika perlu, berjuang sampai mati."
Kegagalan dini di perempat final sebenarnya bisa berarti akhir karier Arbeloa sebagai pelatih Real. Di LaLiga, peluang meraih gelar juara hampir sirna dengan selisih sembilan poin dari FC Barcelona dan hanya tersisa tujuh pertandingan, sementara di Copa del Rey, Los Blancos tersingkir di laga pertama di bawah kepemimpinan Arbeloa melawan tim divisi dua Albacete. Kekalahan di final Supercopa melawan Barca tak lama sebelumnya sudah menandai berakhirnya era Alonso di Madrid.
Real pun tampaknya menuju musim yang secara keseluruhan berantakan. Kegagalan di perempat final kemungkinan besar tidak hanya akan berdampak luas bagi Arbeloa sebagai pelatih, tetapi juga bagi klub dan strukturnya. Pasalnya, kredo yang telah dianut Presiden Florentino Perez selama bertahun-tahun, bahwa Real Madrid tidak memerlukan direktur olahraga untuk perencanaan skuad, bisa saja diabaikan mengingat musim tanpa gelar yang akan datang.
Menurut laporan surat kabar Spanyol AS, misalnya, Toni Kroos akan dilibatkan secara erat dalam struktur olahraga juara terbanyak Spanyol tersebut mulai musim panas mendatang. Meskipun peran pasti pemain berusia 36 tahun itu belum sepenuhnya jelas, namun tidak dapat dikesampingkan bahwa hal itu bisa jadi merupakan semacam posisi direktur olahraga.