Andoni Iraola, pelatih baru Liverpool, menerima pukulan telak setelah timnya menyia-nyiakan keunggulan dua gol dan kalah dari Leeds United (2-4) menyusul comeback menakjubkan di babak kedua yang dipimpin oleh Dominic Calvert-Lewin dengan dua golnya.
Pertandingan persahabatan ini mengungkap bahwa Liverpool sangat kesulitan saat kehilangan pemain-pemain intinya, karena tim tersebut runtuh sepenuhnya setelah bintang-bintangnya ditarik keluar. Hal itu membuat Iraola berdiri di pinggir lapangan, tak berdaya menghentikan keruntuhan tersebut, sebuah pesan yang jelas bahwa tim masih membutuhkan lebih banyak kedalaman dan stabilitas sebelum dimulainya musim baru.
Dalam analisisnya, surat kabar AS mengulas sorotan-sorotan utama pertandingan, yang menyaksikan gol cepat untuk Liverpool pada menit ketujuh lewat Luke Chambers, setelah bola mati yang dieksekusi Szoboszlai, diteruskan Milos Kerkez dengan tumitnya, sebelum Chambers menyambarnya dengan sundulan ke dalam gawang, dalam momen yang menegaskan fokus Iraola pada pemanfaatan bola-bola mati.
Namun, bintang babak pertama adalah Florian Wirtz, yang terus menampilkan penampilan istimewa selama masa persiapan.
Wirtz mengatur permainan dengan cerdas, bergerak di antara lini untuk membuka ruang bagi Jeremie Frimpong dan Rio Ngumoha, sebelum mencetak gol kedua lima menit menjelang berakhirnya babak pertama, setelah umpan silang dari mantan rekan setimnya di Bayer Leverkusen.
Lukas Nmecha nyaris memperkecil ketertinggalan untuk Leeds, tetapi kiper Giorgi Mamardashvili tampil gemilang dengan dua penyelamatan hebat, sehingga babak pertama berakhir dengan keunggulan Liverpool (2-0).






