Article continues below
Article continues below
Article continues belo
Getty Images SportArticle continues below
Article continues below
Article continues belo
Dalot memberikan pernyataan yang membuat Rio Ferdinand terperangah saat diminta menyusun tim 5-a-side impiannya. Secara tak terduga, bek asal Portugal tersebut memasukkan nama Martial di lini depan untuk mendampingi Cristiano Ronaldo. Dalot menegaskan bahwa kualitas teknis yang dimiliki Martial berada di level yang sangat tinggi.
Martial menghabiskan sembilan tahun di Old Trafford setelah didatangkan sebagai remaja termahal di dunia pada era Louis van Gaal. Meski sempat mencuri perhatian lewat gol debut ikonik ke gawang Liverpool, performanya di Inggris sering dianggap angin-anginan. Sepanjang kariernya di United, ia tercatat hanya sekali melampaui torehan 20 gol dalam satu musim.
"Jika dia mau, dia bisa menjadi pemain terbaik di dunia. Sangat mudah baginya," ungkap Dalot di Rio Ferdinand Presents. Ia mengakui bahwa meski Martial terkadang tampak "terputus" dari permainan, kemampuan murninya saat menguasai bola seringkali tidak masuk akal bagi rekan-rekan setimnya.
(C)Getty Images"Saya memilihnya karena saya menggabungkan apa yang dia lakukan di pertandingan dan di latihan. Saya sering bermain melawannya, dan itu benar-benar sulit. Dia adalah tipe pemain yang, jika memiliki konsistensi lebih, akan sangat luar biasa. Memang terkadang dia sedikit kehilangan fokus dari segalanya," ucap Dalot.
"Di sesi latihan, dia bisa melakukan hal-hal yang membuat Anda berpikir harus menghentikan latihan saat itu juga. Anda tahu momen-momen ketika Anda ingin meniup peluit dan berkata, 'Oke, mari kita masuk ke ruang ganti saja.' Saya mengalami beberapa momen itu bersamanya. Saya ingat Juan Mata juga memiliki kualitas seperti itu."
Ferdinand menanggapi dengan rasa tidak percaya, "Martial? Saya tidak menyangka itu. Saya tahu dia punya talenta besar, tapi saya tidak... mengapa Martial?" ucap mantan bek Setan Merah tersebut.
Setelah masa pinjaman yang mengecewakan di Sevilla, Martial resmi meninggalkan United pada 2024. Ia sempat mencoba peruntungan di Yunani bersama AEK Athens, namun petualangannya di sana hanya bertahan satu tahun sebelum akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan karier di Meksiko bersama klub Monterrey.
Pengakuan Dalot ini didasari oleh pengalamannya menghadapi Martial secara langsung dalam sesi latihan di Carrington. Dalot mengungkapkan bahwa sang penyerang sering menunjukkan aksi-aksi yang membuat para pemain lain merasa sesi latihan harus segera dihentikan karena kehebatannya yang tidak terbendung.
Ferdinand kemudian mengenang testimoni serupa dari mantan gelandang dan manajer interim United Michael Carrick. Ferdinand mengungkapkan bahwa sejak awal kedatangan Martial dari AS Monaco, staf pelatih sudah melihat potensi yang sangat masif dalam dirinya.
"Carrick pernah mengatakan kepada saya saat Martial baru bergabung bahwa pemain ini bisa memenangkan Ballon d'Or," ujar Ferdinand. Hal ini mempertegas bahwa di balik kritik publik, Martial sebenarnya memiliki atribut kelas dunia yang diakui oleh para profesional yang bekerja bersamanya setiap hari.
Getty Images SportUjian terdekat bagi Dalot dkk adalah melanjutkan tren positif di kompetisi domestik guna menjaga momentum kebangkitan klub dan menjaga asa untuk bisa finis di empat besar Liga Primer. Fokus United kini tertuju pada pertandingan melawan Everton di Hill Dickinson Stadium, Selasa (24/2) dini hari WIB.