Article continues below
Article continues below
Article continues below
Getty Images SportArticle continues below
Article continues below
Article continues below
Nasib Allegri di Milan tampaknya memasuki periode penuh ketidakpastian, dengan Sportitalia menunjukkan bahwa taktik veteran tersebut sedang menimbang masa depannya secara serius. Meskipun saat ini duduk di peringkat kedua klasemen Serie A, atmosfer di balik layar dikabarkan mulai retak. Allegri, yang kembali ke kursi kepelatihan Rossoneri untuk memulihkan status domestik dan Eropa mereka, dilaporkan semakin kecewa dengan arah strategis klub.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa rasa frustrasi sang manajer berakar pada kurangnya keselarasan antara ambisi olahraganya dengan aktivitas klub di bursa transfer baru-baru ini. Hal ini memicu potensi perpisahan saat kampanye musim ini berakhir. Allegri dikabarkan tidak senang dengan cara klub menangani bursa transfer terakhir, merasa bahwa kedalaman dan kualitas skuad tidak cukup memadai untuk mempertahankan perburuan gelar juara yang berkelanjutan.
Ada kesan kuat mengenai adanya "kebingungan di dalam klub" terkait perencanaan jangka panjang, yang membuat manajer berusia 58 tahun tersebut mempertanyakan apakah manajemen dapat menyediakan alat yang diperlukan baginya untuk mempersembahkan trofi.
Getty ImagesMilan sebenarnya menikmati musim yang relatif kuat di atas kertas, namun jarak dengan rival sekota mereka tetap menjadi titik luka yang signifikan. Milan saat ini menempati posisi kedua di tabel liga, namun mereka tertinggal sepuluh poin dari Inter yang tampil dominan. Jarak matematis ini, ditambah dengan serangkaian performa mengecewakan melawan tim papan bawah, telah memicu periode refleksi yang intens bagi sang manajer.
Meskipun klub tetap berada dalam posisi kuat untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, rasa kehilangan peluang untuk benar-benar menantang Scudetto membebani Allegri secara mendalam. Jurnalis Sportitalia Michele Criscitiello mengklaim bahwa kekalahan atau hasil imbang yang tidak perlu telah menjadi katalis bagi ketegangan saat ini. Masalah konstruksi skuad dan pengambilan keputusan eksekutif kini menjadi topik utama di Casa Milan.
Allegri merasa bahwa visi untuk menjadikan Milan kembali sebagai penguasa Italia tidak didukung oleh investasi yang sepadan di area-area krusial tim, terutama saat menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik dan kontinental.
Ketegangan ini dilaporkan mencapai titik terendah baru menyusul hasil mengecewakan melawan tim seperti Parma dan Como, yang mengekspos kerentanan taktis tim. Meskipun kontraknya berlaku hingga Juni 2027 dengan opsi perpanjangan, komitmen tersebut terasa rapuh jika kepercayaan antara pelatih dan dewan direksi telah luntur.
Keputusan akhir Allegri kemungkinan besar akan bergantung pada apakah kepemimpinan klub dapat memberikan jaminan nyata terkait investasi masa depan. Tanpa visi bersama untuk bursa transfer musim panas mendatang, prospek Allegri untuk bertahan demi memenuhi kontraknya terlihat semakin kecil, karena ia disebut-sebut mencari proyek yang sesuai dengan mentalitas juaranya.
Getty Images SportHingga saat ini, belum ada keputusan final yang diambil oleh pihak klub maupun sang pelatih. Allegri diperkirakan akan menggunakan bulan-bulan mendatang untuk mengevaluasi lanskap sepakbola Italia sepenuhnya sebelum berkomitmen untuk musim berikutnya. Meski begitu, fokus utama sang manajer jelas untuk membawa Milan kembali ke jalur kemenangan dan terus menekan Inter yang berada di puncak.
Terdekat, Rossoneri bakal menghadapi Cremonese di Serie A, Minggu (1/3) malam WIB, sebelum melakoni Derby Della Madonnina melawan Inter pekan depan.