Justin Hubner - Fortuna SittardFortuna Sittard

Justin Hubner Buka Suara Soal Tekel Keras: Saya Harus Beradaptasi

  • Hubner harus menyesuaikan gaya bermainnya di Eredivisie

    Justin Hubner mendapat pengalaman pahit ketika Fortuna Sittard dikalahkan Ajax Amsterdam pada 6 Desember lalu, karena melakukan pelanggaran keras kepada pemain lawan. Bahkan pelatih Danny Buijs mengritik aksi Hubner tersebut dengan menyebutnya sebagai 'perbuatan bodoh'. Bek timnas Indonesia itu mengakui dirinya masih harus beradaptasi lagi dengan cara bermain di Eredivisie yang berbeda dibandingkan di Inggris.

  • Iklan
  • Sang pemain hanya delapan menit di atas lapangan

    Dalam pertandingan itu, Hubner dimasukkan di babak kedua, namun langsung diganjar kartu merah pada menit ke-53 yang membuat dia hanya delapan menit berada di atas lapangan. Buijs pun tidak menutup kekesalannya dengan mengatakan: “Apa yang dilakukan Hubner adalah [perbuatan] bodoh (dom, bahasa Belanda) dengan tiga huruf besar,” cetus Buijs kepada ESPN Belanda. Pemain berusia 22 tahun itu menyadari kesalahannya, dan akan menyesuaikan diri dengan gaya bermain sepakbola di Belanda.

  • Justin Hubner - Fortuna SittardFortuna Sittard

    'Jika tenang tidak ada yang bisa melewati saya'

    “Eredivisie membutuhkan waktu untuk beradaptasi, karena di Inggris kami bermain lebih keras. Mereka tidak terbiasa dengan tekel saya di sini. Saya juga menghadapi banyak kritik, dari orang-orang yang berpikir saya bisa menjatuhkan siapa pun,” jelas Hubner kepada laman De Limburger.

    “Tetapi seperti yang Anda lihat, saya juga bisa bermain sepakbola dan bertahan. Saya harus lebih menunjukkan itu, dan terkadang tetap sedikit lebih tenang. Jika saya tetap tenang, tidak ada yang bisa melewati saya.”

  • Pengkritik di Indonesia lebih besar dibandingkan Belanda

    Kendati mendapat kritikan dari publik sepakbola Belanda, Hubner menilai hal tersebut tidak seberapa besar dibandingkan fans Indonesia, terutama ketika bermain buruk saat memperkuat tim nasional. Hubner mengaku mau tidak mau dirinya harus siap meghadapi itu.

    “Jika seorang pemain Belanda bermain buruk, atau melakukan kesalahan, dia mungkin akan dikritik beberapa ratus orang. Saya dikritik oleh seratus ribu orang,” ucap Hubner.

    “Saya harus menghadapi tekanan itu, suka atau tidak. Saya pikir saya semakin baik dalam menghadapinya. Tunangan saya membantu saya, begitu juga agen dan manajer saya.”

0