Julián Álvarez semakin menjadi pusat ketegangan di kubu Atlético Madrid. Penyerang asal Argentina itu mendapat siulan keras dari para suporter Atlético dalam laga kandang melawan Villarreal yang berakhir 2-2, dalam suasana yang tampaknya menegaskan keretakan yang kini sulit dipulihkan antara sang pemain dan lingkungan klub.
Memulai laga dari bangku cadangan, Álvarez masuk pada babak kedua, tetapi gagal memberi pengaruh pada pertandingan maupun mengubah arah laga. Saat peluit akhir berbunyi, situasinya menjadi semakin signifikan: ketika rekan-rekannya mendekati tribun untuk menyapa dan berterima kasih kepada para pendukung mereka, pemain Argentina itu memilih langsung menuju ruang ganti, tanpa bergabung dengan rekan-rekannya yang lain.
Sebuah insiden yang tidak luput dari perhatian dan yang, menurut laporan Mundo Deportivo, disebut diputuskan atas arahan klub itu sendiri. Keputusan ini semakin menambah keraguan mengenai hubungan antara Álvarez dan basis suporter Atlético, yang sejak lama sudah diwarnai ketegangan dan ketidakpuasan, karena keinginan mantan pemain Manchester City itu yang tidak ditutupi untuk berganti klub (dengan Barcelona berada di posisi terdepan untuk merekrutnya).



