AFPDiterjemahkan oleh
Jose Mourinho memberikan putusan final soal Trent Alexander-Arnold setelah eksperimen terpaksa Real Madrid
Mourinho menolak konversi Alexander-Arnold ke lini tengah
Perubahan taktik itu membuat Alexander-Arnold berduet dengan Federico Valverde dalam kemenangan 2-1 di Santiago Bernabeu, sebuah langkah yang diperlukan akibat krisis mendadak dalam pemilihan pemain bagi pelatih asal Portugal tersebut. Meski eksperimen itu menghasilkan kemenangan, Mourinho cepat menegaskan bahwa ia tidak berniat menjadikan perubahan posisi itu sebagai bagian permanen dari skema taktiknya di ibu kota Spanyol.
Mourinho menjelaskan dengan tegas di mana ia meyakini kekuatan sejati sang pemain berada, terlepas dari fleksibilitasnya. "Dia pernah bermain di lini tengah bersama Inggris dan Liverpool... tetapi dia bukan gelandang," kata Mourinho. Sang manajer mengakui bahwa pemain itu mengikuti instruksi dengan disiplin selama laga Eropa yang bertensi tinggi tersebut, seraya menambahkan: "Dia bermain sangat baik. Secara taktis, dia memahami dengan sangat baik apa yang perlu dia lakukan. Dia dan Valverde sama-sama bekerja dengan sangat baik di level ini."
Getty Images SportTuntutan fisik dan tantangan posisi
Mourinho secara khusus sangat vokal soal beban fisik yang dituntut peran gelandang terhadap pemain yang terbiasa bermain di sisi lapangan. Ia menyoroti perbedaan dalam kesadaran ruang dan stamina yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi di area tengah lapangan. "Sulit bagi Trent," aku Mourinho. "Saya menghargai upaya yang dia lakukan, tetapi dengan karakteristiknya, tuntutan spesifik untuk bermain sebagai bek sayap atau gelandang tengah, itu sepenuhnya berbeda secara fisik."
Sang manajer kemudian menjelaskan lebih lanjut soal kelelahan yang dihadapi Alexander-Arnold saat pertandingan memasuki fase akhir, yang pada akhirnya membuatnya diganti. "Dia sudah beberapa kali bermain di sana bersama Liverpool dan tim nasional, tetapi itu sepenuhnya berbeda. Dia sudah tidak punya lagi yang bisa diberikan," jelas Mourinho.
Kebutuhan taktis memaksa eksperimen di Bernabeu
Keputusan untuk memindahkan Alexander-Arnold ke tengah lapangan sebagian besar lahir dari situasi terdesak, bukan dari visi taktik jangka panjang. Madrid memasuki laga melawan raksasa Italia itu dalam kondisi jauh melemah akibat serangkaian absennya pemain di sektor kreatif mereka. Skorsing untuk Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva meninggalkan lubang besar dalam skuad, memaksa Mourinho melihat opsi-opsi di lini belakangnya untuk mencari solusi.
Terlepas dari kemenangan itu, statistik menunjukkan bahwa transisi tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus bagi juara Liga Champions itu. Meski ia menunjukkan kualitas umpan elitnya dengan melepaskan lebih banyak umpan silang daripada pemain Madrid lainnya, ia kesulitan dengan tanggung jawab bertahan dari peran sentral tersebut, karena gagal memenangi satu pun tekel selama berada di lapangan.
GettyPersaingan untuk mendapatkan menit bermain di Madrid
Peran Alexander-Arnold di lini tengah juga menyoroti ketatnya persaingan untuk memperebutkan tempat di skuad Real Madrid saat ini. Sejak kepindahannya yang menyita perhatian dari Liverpool, bek tersebut harus berjuang untuk setiap menit bermain. Kedatangan Denzel Dumfries pada musim panas makin memperumit situasi di posisi bek kanan, dengan pemain internasional Belanda itu menjadi starter dalam tiga dari empat laga pertama Madrid di La Liga. Namun, kembalinya tiga pemain Madrid yang menjalani skorsing dan pulihnya personel kunci lainnya kemungkinan besar akan membuat Alexander-Arnold kembali ke lini pertahanan atau ke bangku cadangan.
Iklan
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami




